Parade Batik di JMFW 2024; APR, Batik Mukomuko, Batik Chic dan Batik Riana Kesuma
By modest.id - Nov 6, 2023
Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2024 yang digelar di Indonesia Convention Exhibition (ICE), Tangerang pada 19-21 Oktober 2023 lalu, bersamaan dengan pameran dagang Trade Expo Indonesia (TEI) 2023. Produk busana muslim siap pakai juga diharapkan menjadi salah satu komoditas dagang unggulan Indonesia.
Batik masih menjadi wastra utama yang sarat dengan kekayaan budaya Indonesia dan juga sangat bervariasi dengan corak lokal daerah masing-masing. Busana muslim dengan material batik juga masih menjadi unggulan dengan minat masyarakat yang masih tinggi terhadap batik.
Beberapa desainer, brand dan kolaborator mempresentasikan karya busana muslim berbasis batik pada panggung JMFW kali ini. Kolaborasi antara desainer dan brand, desainer dan artisan batik menjadi langkah percepatan agar produk batik daerah bisa menembus pasar nasional dan bahkan global.
DANJYO HIYOJI X Batik MUKOMUKO
Koleksi yang diangkat untuk memperkenalkan hasil kreatifitas para pengerajin Kabupaten Mukomuko, Bengkulu melalui keindahan helaian kain batik. Motif pada helaian kain batik yang terinspirasi dari kekayaan alam & budaya kabupaten Mukomuko di visualisasikan melalui ikon-ikon kabupaten Mukomuko, seperti pohon-pohon palem berayun di sepanjang pantai, ikan dan kerang yang menjadi bahan dasar untuk makanan tradisional, Wadah sirih, lambang tradisi Sekapur Sirih, menandakan adat istiadat yang tak lekang oleh waktu hingga detail arsitektur pada rumah adat Mukomuko. Motif ini dikombinasikan dengan icon utama provinsi Bengkulu, Bunga Rafflesia.
Palet warna pada koleksi Bencoolen adalah warna-warna alam yg dinamis yang juga melambangkan kehidupan masyarakat kabupaten Mukomuko. Warna biru, cokelat, orange dan hijau mencerminkan langit, bumi, dan lanskap yang mendefinisikan wilayah yang memesona ini.
Bersama DANJYO HIYOJI kain batik Mukomuko, Bengkulu diolah kembali menjadi sebuah koleksi yang segar, berjiwa muda, menghadirkan busana longgar siap pakai, koleksi "Bencoolen". kali ini banyak mengunakan Bahan-bahan seperti katun & katun rayon dengan motif batik, linen, dan campuran katun bertekstur memberikan rasa nyaman dan ringan pada pemakainya. Sentuhan modern, segar, dan muda di tampilkan melalui tampilan layer khas DANJYO HIYOJI.
Asia Pacific Rayon x Batik Melayu
Kali ini, APR berkolaborasi dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Riau, menggandeng 6 perancang busana dan 6 pengrajin batik asal Riau dalam menampilkan koleksi modest fashion yang terinspirasi dari wastra khas Budaya Melayu Riau bertemakan “Sajak di atas Ombak” yang terinspirasi oleh ombak Bono yang hanya muncul di Sungai Kampar, Provinsi Riau. Wastra dicanting dengan motif yang terinspirasi dari alam di Sungai Kampar seperti Ombak Bono, Daun Semangka, Sungai Kampar, Ikan Arwana, Pucuk Pakis, dan Bintang Berayun.
Seluruh koleksi dikolaborasikan dengan material viscose-rayon APR yang berasal dari bahan terbarukan dan dapat terurai alami, yang mendukung sustainable fashion. Meskipun sarat dengan motif dan teknik tradisional, sebanyak 24 koleksi ready to wear mampu diterjemahkan dengan gaya modern hingga kontemporer oleh Batik Yus Pelalawan x ANFIHA, Batik Seruni Dayun x Neeka, Batik Bono x LILCLO, Batik Seikijang x Lailiimra, Batik Nagori x Sakinah by Thiffa Qhaisty, dan Batik K’loso x ISAS yang juga merupakan anggota API Riau.
Batik Chic
Batik Chic konsisten mengusung koleksi bergaya resor yang menciptakan kesan elegan dan “chic”. Koleksi ini Menggunakan warisan budaya Batik motif klasik Indonesia dan perpaduan Batik Pesisir yang dirancang untuk mewujudkan esensi keanggunan dalam pakaian gaya islami yang terinspirasi dari lanskap pantai di Indonesia.
Palet warna dominan pada koleksi ini bernuansa “Earthy” yaitu coklat tua sogan khas batik klasik dan biru navy yang berasal dari warna indigo untuk memberikan kesan menenangkan, elegan, serta mencerminkan keindahan motif klasik dan pesisiran khas Indonesia. Dalam koleksi kali ini, Batik Chic mengangkat material dari Batik Pedalaman, yaitu Batik klasik asal Yogyakarta dan Ponorogo dengan motif Trumtum, Kawung, dan juga ragam Mataraman. Motif Kawung sendiri mempunyai arti kesempurnaan dipadukan dengan motif trumtum yang bersimbol cinta yang tulus tanpa syarat, abadi, dan berkembang. Ragam motif Mataraman adalah pengembangan dari motif kawung yang awal dari India kemudian dimodifikasi pada zaman raja Mataraman. Ragam motif lainnya yang dipadukan untuk mempercatik koleksi ini adalah Batik Pesisiran dengan motif inspirasi dari tumbuhan/terumbu yang hidup di air untuk menambah esensi gaya resort di Indonesia.
Batik Riana Kesuma
Dalam tema "Floral Ethnic," Batik Riana Kesuma membawa sentuhan segar pada keindahan motif Batik Flora klasik. Koleksi ini merayakan warisan budaya batik Indonesia dengan menghadirkan aneka warna yang memukau, dihiasi dengan desain muslimah yang modern dan elegan. Dalam setiap potongannya, kita akan menemukan harmoni yang sempurna antara tradisi dan tren masa kini.
Riana Kusuma, pemilik Batik Riana Kesuma, menjelaskan, "Kami sangat antusias untuk berpartisipasi dalam Jakarta Muslim Fashion Week 2024. Koleksi 'Floral Ethnic' kami adalah perpaduan harmonis antara keindahan bahan batik dan pemahaman mendalam akan kebutuhan fashion muslimah. Kami percaya bahwa busana bukan hanya sekadar penampilan, melainkan juga ekspresi budaya dan nilai-nilai yang mendalam."
See also:
--
ELEMWE Konsisten Promosikan Batik Betawi --
Arwin Hidayat dan Seni Lukis Batik --
Batik Jambi, Print Van Gogh hingga Modern Ulos pada Inauguration Show New Member IFC --
Wastra & Etnik yang Tetap Jadi Gaya Rancang Utama Modest Wear di Jogja Fashion Trend 2024 --