Wastu yang Dirindu
By ketupatkartini - Nov 6, 2017
Sebenarnya judul ini kurang tepat, kok seakan Wastu ini sudah lama tidak menyapa, lalu kita merindukan kehadirannya lagi. Padahal, Wastu adalah label siap pakai milik Auguste Soesastro, yang bahkan baru diperkenalkan beberapa bulan sebelum ini. Lantas, kenapa dirindu?
Mungkin lebih tepatnya, merindukan kepiawaian sang perancang untuk menampilkan koleksinya lagi di panggung fashion show, setelah beberapa lama tidak melakukannya. (Padahal beberapa hari sebelumnya, Auguste baru saja menampilkan brand premiumnya 'Kraton' pada peragaan busana di Lakme Gala).
'Vakum' menggelar fashion show karena Auguste sesungguhnya adalah seorang desainer yang tidak begitu menyukai konsep fashion show. Ia merasa fashion show begitu intimidatif, dan stressful. Ia menyukai konsep pemaparan dan presentasi lainnya, seperti instalasi, salah satunya. Tapi itu tentang Auguste, yang akan saya tulis nanti (semoga).
Balik ke Wastu, nama yang tidak sembarangan. Buat orang Jawa, kata Wastu itu inggil, tinggi artinya. (bukan artinya tinggi, tapi mempunyai makna yang tinggi). Sama seperti Kraton, dan Kromo, dua label couture milik sang perancang pula, yang memang memiliki respek dan penghayatan tinggi terhadap budaya Jawa.
Dalam bahasa Jawa Wastu berarti nyata, konkret. Dalam buku Wastu Citra karangan YB Mangunwijaya, -menurut kamus Jawa kuna-Belanda-, Wastu berarti bangunan, arsitektur (dan makna yang lebih luas dan dalam lagi, wastu (vashtu) berarti hakikat, norma dan tolok ukur dalam hidup). Inilah makna yang diambil oleh Auguste, seorang perancang couture yang memiliki latar belakang keilmuan arsitektur, yang selalu menjadi inspirasinya. Wastu memiliki karakter dan garis-garis arsitektural yang kuat.
Kehadiran label ini menjadi kejutan indah yang telah lama dinanti-nanti (nah, inilah mengapa saya memberi judul diatas) bagi banyak orang yang mengidamkan untuk memiliki Auguste's pieces, merasakan Auguste's perfection dalam selembar busana. Selama ini ia hanya membuat karya couture -yes because he's a couturier- dan custom made bagi pelanggan Kraton dan Kromo, baik yang berada di Indonesia maupun di luar negeri, yang untuk membayangkan harga bajunya saja saya sudah ngeri.
Oleh sebab sebuah kesempatan dan momentum tepat yang datang kepadanya, Wastu pun lahir. Dan kini, saya, kita, akhirnya bisa memiliki karya Auguste dengan harga yang terjangkau. Koleksi Wastu volume 1 dijual dengan harga berkisar 299-699 ribu, bahkan -jauh- lebih terjangkau dari banyak label-label siap pakai dari desainer Indonesia lainnya.
Dan kini, Wastu menjadi nama yang membawa kembali Auguste Soesastro ke runway Jakarta Fashion Week 2018, setelah terakhir kali ia melakukannya pada tahun 2014 (JFW 2015).
Wastu volume. 2, menampilkan 15 set busana siap pakai dengan struktur tegas sekaligus memperlihatkan flawless cutting khas Auguste. Artikel koleksinya antara lain atasan, outer, celana yang berpotongan lurus dan boxy, dengan warna-warna monokrom dan netral seperti beige, cokelat dan navy. Detailnya hanya berupa drawstring, dan saku-saku besar yang memberi sentuhan gaya safari.
Tidak jauh berbeda dengan koleksi volume pertamanya yang dijual secara online di situs e-commerce shopwastu.com, item-item pada volume.2 inipun sangat wearable, durable dengan material yang kuat, dan saya yakin, akan menjadi koleksi tak lekang waktu.
See also:
--
JFW 2017; Monochrome Never Gets Old for Elegance, Kursien Karzai --
Mindful Process and Mindful Shopping with Fashion Habitat --
6 Make Up Look Inspirasi 6 Kota Besar dengan Rangkaian Wardah Instaperfect --
Membayangkan Keindahan Balekambang --