Tekstil & Fashion Indonesia Menuju Rusia dalam Pameran CPM Moscow



Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia secara ideal sebenarnya mampu menjadi industri yang besar dengan mengandalkan kebutuhan nasional saja. Tetapi kenyataannya, industri ini selama 3 tahun ini mengalami penurunan, dan baru memberikan kontribusi 1.21% terhadap PDB Nasional (tahun 2015). Industri TPT juga bernilai strategis karena sifatnya yang menyerap banyak tenaga kerja dengan sektor pakaian menjadi penyumbang terbesar dalam penyerapan tenaga kerja. 

Salah satu permasalahan besar yang dihadapi industri ini adalah belum tercipta sebuah mekanisme dan sinergi yang baik antara industri TPT dan fashion, yang berdasarkan data BEKRAF, sektor fashion menyumbang pendapatan 31% untuk ekonomi kreatif. Sektor fashion juga terus menunjukkan potensi dan trend yang terus menguat, dengan target Indonesia sebagai pusat fashion dunia pada tahun 2020 -2025. Problem yang sangat sering mengemuka adalah masih kurangnya akses para desainer dan label fashion Indonesia untuk mendapatkan tekstil berkualitas dalam negeri. 

Dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan daya saing industri TPT, Kementrian Perindustrian terus menjalankan berbagai program, salah satunya adalah bersinergi secara intens dengan industri fashion Indonesia yang memiliki potensi luar biasa. Daya kreativitas dari generasi muda terus bertumbuh, terbukti dari karya para desainer dan label yang membanjiri pasar fashion dalam negeri.

Untuk meningkatkan ekspor Indonesia perlu membangun  posisi sehingga pihak luar dapat melihat dan mengenal produk fashion Indonesia yang khas. Diperlukan upaya promosi yang masif terkait potensi dan kreativitas, termasuk keunikan ragam kain Indonesia yang menjadikan fashion kita unik, yang sering disebut fashion craft. Atas dasar itu, Kementrian Perindustrian yang didukung oleh BEKRAF, Garuda Indonesia dan Kementrian Perdagangan, menginisiasi sebuah program yang diharapkan menjadi lokomotif bagi industri tekstil dan fashion agar dapat go internasional dengan lebih ekspansif. 

Program ini diawali dengan keikutsertaan Indonesia dalam sebuah event B to B bertaraf internasional di Moscow, Rusia yaitu Collection Premiere Moscow (CPM) . Pameran ini sudah berlangsung selama 27 tahun dan memiliki reputasi tinggi serta menjadi salah satu barometer industri fashion di Eropa Timur. Ada 4 desainer Indonesia yang akan mengikuti pameran ini, dan karyanya akan dipresentasikan dalam pavilion Indonesia di sana. Mereka adalah Itang Yunasz Ready to Wear, Ardistia New York, Alleira Batik dan Warnatasku. Keempatnya memiliki keunikan produk masing-masing yang menjadi fokus keunggulan Indonesia. Alleira dengan koleksi pakaian berbahan batik yang menonjolkan proses batiknya, koleksi Itang Yunasz yang memperlihatkan beragam keindahan corak kain Indonesia dengan teknik printing, Ardistia NY memperlihatkan koleksi yang sangat fashion forward, edgy dan modern bernuansa dan berselera kota besar, serta Warnatasku yang akan membawa produk tas dengan material kain Indonesia. 

Pameran CPM ini akan diselenggarakan pada tanggal 31 Agustus hingga 3 September 2016, dan ini adalah kali pertama Indonesia mengirimkan wakilnya. Keikutsertaan Itang Yunasz yang membawa koleksi busana muslimnya juga diharapkan bisa sesuai untuk pasar Rusia yang kini mempunyai pangsa pasar busana muslim yang meningkat. 




please login to comment.

RELATED NEWS

Wardah Fashion Journey Commits to Support Indonesian Fashion Designers

Wardah Fashion Journey Commits to Support Indonesian Fashion Designers

READ MORE
The Journey of Wardah Fashion Award

The Journey of Wardah Fashion Award

READ MORE