Produk Tekstil & Fashion Indonesia Diminati Pasar Rusia

4 desainer dan label Indonesia baru-baru ini mengikuti event bertaraf internasional di Moscow, Rusia yaitu Collection Premiere Moscow (CPM) atas inisiatif Kementrian Perindustrian RI, didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Garuda Indonesia dan Kementrian Perdagangan. 

Ini adalah kali pertama kepesertaan Indonesia dalam ajang ini, dan ternyata membawa hasil yang sangat menggembirakan dan positif. Indonesia berpartisipasi dalam ajang yang diselenggarakan pada tanggal 31 Agustus hingga 3 September 2016 ini dengan tujuan memperkenalkan tekstil dan produk tekstil (TPT) dan kulit Indonesia sekaligus meningkatkan ekspor Indonesia ke manca negara, khususnya Rusia dan Eropa Timur.

Empat desainer/label yang merepresentasikan industri fashion Indonesia tersebut adalah  Itang Yunasz Ready to Wear,  Ardistia New York, Alleira Batik dan  Warnatasku.

Mengisi lahan seluas 54 m2 di hall CPM Premium, booth Indonesia Ready to Wear menjadi tempat bagi empat desainer memamerkan karya mereka. Masing-masing membawa lebih dari 24 koleksi untuk ditawarkan di Spring Summer 2017 mendatang. Warnatasku selain memamerkan tas kreasi mereka juga membawa kain tenun antik yang berusia 105 tahun, “Kami sengaja membawa kain ini agar pera buyers dapat melihat bukan saja keindahan motif, tetapi juga kekuatan wastra Indonesia,” ujar Ervina dari Warnatasku. Semua peserta memberikan kesan positif pada event yang baru pertama kali diikuti ini.  “Jika dibandingkan dengan acara serupa di Paris yang pernah saya ikuti, event di CPM Moscow ini lebih ‘hidup’ dan selalu ramai pengunjung.” komentar Ardistia Dwiasri desainer Indonesia yang memulai kiprahnya di New York.

Tanggapan positif juga disampaikan Itang Yunasz, desainer senior yang kini mengkhususkan ke desain modest wear “Saya merasa sangat optimis dengan pasar Eropa Timur ini, terlebih untuk modest wear.”

 

koleksi 'Java Sumatra' Itang Yunasz


Dalam sambutannya pada acara fashion show yang juga dihadiri oleh ibu Wahid Supiyadi-istri Duta Besar RI untuk Rusia- Bapak Dirjen IKTA menyampaikan, “Indonesia menampilkan fashion craft ready to wear, kami menawarkan hasil kolaborasi desainer terbaik Indonesia dengan industri tekstil yang kami miliki,  Dengan bangga kami sampaikan, bahwa mereka adalah orang-orang yang memberikan kontribusi besar dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai pusat mode dunia”.

Usai peragaan busana Indonesia Ready to Wear, Christian Kasch, menyatakan rasa kagumnya “Dalam dunia kerja saya, saya selalu berkesempatan melihat berbagai label fashion dengan koleksi yang berbeda. Dan sebelum Indonesia menjadi bagian dari acara ini saya sama sekali tidak ada bayangan seperti apa fashion di Indonesia. Saya sangat-sangat terkejut melihat bagaimana koleksi brand Indonesia dibuat dengan sangat kreatif memadukan desain/kain tradisional dan gaya kontemporer dengan kualitas serta kekuatan komersial. Saya melihat kesempatan yang realistis di Moskow  bagi  desainer Indonesia untuk mendapatkan pijakan membuka market di Eropa Timur”.


please login to comment.

Windy Kurnia Pradita

Yeay! saat batik Indonesia mendunia!


Windy Kurnia Pradita

Yeay! saat batik Indonesia mendunia!


RELATED NEWS

Bekraf Creative Labs Menggelar Cikini Fashion Festival

Bekraf Creative Labs Menggelar Cikini Fashion Festival

READ MORE
9 Desainer Muda Indonesia Terpilih Sebagai Finalis Sakura Collection Student Awards 2016

9 Desainer Muda Indonesia Terpilih Sebagai Finalis Sakura Collection Student Awards 2016

READ MORE