Semangat Mode dari Kota Lama Semarang

Semangat Mode dari Kota Lama Semarang

Kota Lama Semarang, warisan budaya yang menjadi ikon kota Semarang, selain tentu saja yang sudah banyak kita kenal; Lawang Sewu, Simpang Lima, dan kuil Sam Po Kong. Kota Lama merupakan kawasan perkotaan yang dibangun pada masa pemerintahan Belanda, yang kini masih dipertahankan dengan cukup baik. 

Area 'kota lama' sebenarnya juga bisa kita temukan di banyak kota lain di Indonesia, namun Kota Lama Semarang menjadi istimewa karena area bangunan dan tata aslinya yang luas, dibanding kota-kota lainnya. Bagaimanapun, untuk melestarikan sebuah area kota lama, bukan merupakan pekerjaan yang mudah, dan tidak cukup hanya mempertahankan apa yang ada. Diperlukan 'campur tangan', sentuhan renovasi dan revitalisasi, dan penyesuaian di sana sini sehingga bangunan-bangunan tersebut masih dapat terus dilestarikan. Apalagi Kota Lama Semarang menjadi salah satu wakil Indonesia dalam 'tentative list' World Heritage Unesco. 

Beberapa bangunan di Kota Lama dengan revitalisasi yang tepat, masih dipergunakan sebagai bangunan perkantoran, restoran, musium, dan peruntukan komersial lainnya. Salah satu 'proyek' terbaru di Kota Lama Semarang, adalah gedung PPI yang kini dicanangkan menjadi Galeri Industri Kreatif, yang kick-off eventnya dilaksanakan pada hari Selasa, 29 Januari 2019 lalu. 

Gedung PPI & kawasan Kota Lama Semarang

Semarang Fashion Trend 2019, diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber chapter Semarang, yang berkolaborasi dengan Pemerintahan Kota Semarang dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Semarang. Ini menjadi event fashion pertama yang diadakan di venue tersebut, dan menjadi rintisan untuk mewujudkan Semarang sebagai kota fashion, seperti Jakarta, Bandung, dan lainnya. 

Menurut Ibu Hevearita Gunaryanti Rahayu (Ibu Ita), Wakil Walikota Semarang, Gedung PPI ini akan menjadi pusat kegiatan fashion di Semarang, dan harapannya akan segera tercapai cita-cita untuk mewujudkan Semarang Fashion Week. "Awalnya event fashion perdana ini akan diselenggarakan di hotel, tetapi kami ingin memberikan sesuatu yang berbeda, yang mencerminkan keunikan dari Kota Semarang. Akhirnya kami berusaha secepatnya merenovasi gedung ini sebagai bagian dari perencanaan rehabilitasi Kota Lama secara keseluruhan. Dan ini pertama kalinya, fashion show di Kota Lama. Gedung ini nantinya akan diresmikan oleh Presiden pada bulan Maret 2019", jelas Ibu Ita.

Ibu Ita juga menekankan, dengan kerjasama dengan IFC, sebagai sebuah organisasi yang berdedikasi untuk memajukan fashion Indonesia, maka sektor fashion di Semarang menjadi lebih menggeliat. Akan ada kegiatan fashion rutin yang diselenggarakan di venue ini, sehingga memacu para desainer Semarang untuk makin kreatif dan produktif. 

Ina Priyono, ketua IFC Chapter Semarang, merasa bangga bisa mengadakan event Semarang Fashion Trend, di Kota Lama. Ini menjadi kemajuan signifikan bagi fashion di Semarang, yang sebelumnya mungkin kurang terdengar, dibanding kota besar lainnya. "Semarang Fashion Trend 2019 ini, tentu akan meng-highlight desainer-desainer lokal, memperlihatkan bahwa Semarang memiliki sumber daya kreatif yang potensial. Pada event perdana ini, ada 16 desainer Semarang yang akan mempresentasikan karyanya, sesuai dengan 'Indonesian Trend Forecasting 2019/2020, Singularity'"

Semarang Fashion Trend 2019, menjadi event penutup dari rangkaian January Board Meeting IFC, pertemuan tahunan member IFC yang juga menjadi event Inauguration Show dari 13 anggota baru IFC.  

    

    

Ke-16 desainer ini dibagi dalam 4 sekuens yang mewakili 4 tema tren, yaitu Exuberant oleh Inge Chu, Christine Wibowo, Devy Ros, dan Gregorius Vici; tren Cortex oleh Agustienna Siswanto, Widya Andhika, Rida, dan Fenny Chen; Bramanta Wijaya, Pinky Hendarto, Angela Chung, dan Ave Sanjaya dengan tema Svarga; Elkana Gunawan, David Yan, Sudarna Suwarsa, Ina Priyono menampilkan tema Neo Medieval.

Fashion show ditampilkan dengan aransemen teatrikal yang unik. Berkonsep tampilan di sebuah display butik, dengan para model tampil sebagai manekin yang kemudian menjadi 'hidup'. Tiap desainer juga terlibat langsung tampil di atas panggung bersama dengan koleksinya masing-masing. 

Desainer IFC Chapter Semarang

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Karya 6 Desainer Indonesia di Pameran Contemporary Muslim Fashion

Karya 6 Desainer Indonesia di Pameran Contemporary Muslim Fashion

READ MORE
Menjaga Brand Riamiranda agar Semakin Relevan dan Terdepan

Menjaga Brand Riamiranda agar Semakin Relevan dan Terdepan

RiaMiranda Trunk Show 2019 menjadi momen bagi brand modest fashion ini memperkenalkan beberapa perubahan, dan wajah barunya.

READ MORE