Nephindi Happa yang Memikat Hati dan Bikin Hepi

Nephindi Happa yang Memikat Hati dan Bikin Hepi

Sebuah koleksi fashion tidak saja bisa menimbulkan ekpresi atau reaksi terkagum-kagum, suka, atau merasa terinspirasi, terkadang bisa menimbulkan rasa bahagia, happy. Pernah merasakannya bukan?

Suasana dan rona festive yang cukup adem, tidak terlalu meriah, berwarna-warni tetapi cukup subtle dan dewasa, menyambut kami ketika memasuki ruang galeri Arbor and Troy, tempat preview koleksi baru Happa Fall/Winter 2018/2019. Happa menyajikan koleksi yang berjudul Nephindi 2, remake dari koleksi berjudul sama yang merupakan rilisan pertama kali Happa sebelum melakukan pembaruan brand, beberapa tahun yang lalu. 

Happa, seperti yang kita ketahui memang merupakan fashion brand yang berdedikasi untuk membuat karya yang berakar dan terinspirasi dari budaya, budaya dari mana saja. Happa sendiri berarti half-blood (well, seperti Hermione Granger gitu ya?) atau mix blood, blasteran, percampuran. So Happa akan selalu mengambil unsur-unsur dari sebuah atau beberapa budaya dan diinterpretasikan dalam koleksinya.

Nephindi sendiri, dari namanya merupakan gabungan dari Nepal dan India, yang menyorot sebuah suku Tharu yang memang hidup benar-benar di perbatasan kedua negara ini. Dominan beragama Hindu, suku Tharu karena tinggal di perbatasan 2 negara memiliki budaya yang sangat blending, bercampur antara Nepal dan India. Suku Tharu memiliki perayaan yang disebut Diwali. Pada awalnya, perayaan ini justru merupakan festival dengan nuansa duka cita dan kelam, semacam perayaan untuk mengingat dan menghormati para leluhur. 

Kisah festival bernuansa kelam ini menjad salah satu acuan dalam koleksi Nephindi, seperti banyaknya penggunaan warna dasar gelap charcoal black (bukan hitam pekat). Tetapi seiring berjalannya waktu dan dominasi India, Diwali kini menjadi Festival of Lights, dengan banyaknya gemerlap cahaya dan lampu lilin yang menyimbolkan kemenangan cahaya. Unsur-unsur ini juga dimasukkan dalam koleksi melalui ilustrasi bentuk 2 penari, tatakan lilin, juga dengan warna-warna yang cerah seperti kuning keemasan atau sunglow, juga merah gerberas, yang merupakan unsur-unsur warna kuat dalam Diwali. 

 


Ilustrasi memang menjadi salah satu kekuatan Happa, yang selalu membuat koleksinya tampak 'mengajak bermain-main'. Karena menurut Mel Ahyar, sang desainer, Happa tidak pernah mengenal kombinasi warna yang tidak bisa dipadukan. Happa is a playground, dan semua unsur, warna bisa dan mungkin untuk dipadupadankan. 

Soal padu padan bukan cuma warna, tapi juga semua potongan yang dibuat benar-benar seru untuk dipakai satu sama lain. Setiap piecenya pun memiliki detail, aksen unik, atau print yang menyenangkan, benar-benar ala Happa. Potongan simple cut and loose, seperti kemeja longgar, full skirt, outerwear, dresses (very pretty!) menjadikan koleksi ini bisa dipakai siapa saja, its so modest


Ciri khas dan ornamen suku Tharu ditampilkan dalam detil gabungan dari berbagai renda (seperti pompom, trimming, juga tassel lonceng), dan tidak lengkap rasanya kalau berbicara unsur budaya India tanpa, Sari! Selain scarf yang selalu Happa hadirkan dala tiap koleksi, kali ini juga ada Sari, kain berukuran 75 x 250 cm yang bisa di styling sesuka hati. Lucu banget ya?

Oya, belum lagi aksesorisnya yang bikin gemas dan geregetan, karena sangat nyentrik. Ada sling bag berbentuk tangan, bundar, dan big tote bag yang juga full detail. Ada juga sepatu super eksentrik, seperti ini.

  

Okeh, that's the collection. Pada preview koleksi saat itu Happa juga menampilkan foto-foto dan video kampanyenya, yang sebetulnya simpel dan sangat mengena. Beberapa model yang mengenakan koleksi ini -bahkan salah satu modelnya adalah Mama dari Mel Ahyar sendiri- dan berjalan santai sambil menikmati apa yang ditawarkan di sebuah kota. 

Melalui ini, Happa ingin kembali mengkontekskan dan menyampaikan pesan bahwa budaya dapat dihidupkan di keseharian kita, sekaligus merangkul segala keberagaman dan keunikannya. Sari, kain, atau unsur budaya apapun bisa kita pakai sehari-hari, dari acara casual hingga acara yang lebih formal. 

Casualize your own culture, caption dari sang desainer yang akan selalu saya ingat. 

  

  

See why I love and very happy to explore the collection? My happy-o-meter just filled up, enough to fuel some weeks of positive vibes. Only by seeing, exploring all those pretty, colorful and meaningful things. Well, hopefully I get to buy them, someday? 


Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

JMFW 2018, Mendatangkan 'Dunia' ke Lanskap Modest Fashion Indonesia

JMFW 2018, Mendatangkan 'Dunia' ke Lanskap Modest Fashion Indonesia

READ MORE
The Ramadhan Edit, Gaya Ramadhan dan Lebaran dari ASOS.com

The Ramadhan Edit, Gaya Ramadhan dan Lebaran dari ASOS.com

READ MORE