Symphony of Bianti

Symphony of Bianti

Pemandangan alam menakjubkan, dengan hamparan hijau sawah dan pepohonan rindang, menjadi latar pergelaran fashion sekaligus peluncuran label tas 'Bianti' dari Yogyakarta. Di Plataran Borobodur Resort & Spa,Magelang, pada sabtu3 Agustus 2019, para tamu undangan menjadi saksi pesona teduh acara bertema Symhony of a Natural Beauty ini.

Ibu Verry Yuliana sebagai designer label Bianti Bag menjelaskan mengenai empat koleksi Bianti Bag, yang menjadi kebanggaan baru produk lokal Yogyakarta ini.


Zarra

Koleksi ini sebagai penanda bahwa natural bag bisa bangkit dan bersanding dengan produk tas merek internasional. Pembuatan body tas ini melalui proses yang tidak biasa yaitu dengan mengikutsertakan para pengrajin tenun di desa Gamplong,Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Keseluruhan proses dan sebagian hasil penjualan dari koleksi Zarra ini juga sebagai bentuk pemberdayaan dan pengembangan masyarakat desa Gamplong.

Elora (Tuhan adalah Cahaya)

Bagaimanapun seorang wanita dengan segala keteguhan hatinya selalu bersandar pada Tuhan YME selaku penerang dan cahaya di dalam hatinya. Ibu Verry Yuliana bertujuan mengajak para pengrajin Bianti Bag yang mayoritas wanita ini agar menyalurkan bakat yang terpendam dan kreatifitasnya untuk diaplikasikan dalam sebuah karya. Koleksi Elora Bag terbuat dari bahan rotan. Beliau sendiri mengambil bahan rotan dari daerah Yogyakarta, dan juga luar jawa seperti Kalimantan, yang masih belum terjamah dari gangguan hewan. Jadi rotan tersebut benar-benar di daerah yang rimbun.

Aleeza (Kegembiraan)

Sesuai tema tas ini akan membawa kegembiraan untuk si pemakai, dengan desain motif owl dikombinasikan dengan material kulit croco emboss ditambah asesoris yang terbuat dari lapisan emas 22k. Untuk material kulit tas Bianti Bag ini beliau mengambil bahan kulit yang berkualitas, agar pelanggan puas dengan koleksi tas premium ini.

Orlee (Cahaya Terang)

Seperti layaknya cahaya dimana pemakai tas ini akan merasakan betapa dia percaya diri sebagai seorang wanita. Bisa menjadi cahaya bagi keluarganya, teman, saudara. Selain kepada mayoritas pengrajin wanita dari beberapa desa yang ada di Yogyakarta, Ibu Verry juga membagikan keahliannya kepada para napi wanita yang ada Lembaga Pemasyarakatan Yogyakarta. 

   

Empat koleksi tersebut yang pada dasarnya memiliki benang merah yang sama, berfokus pada wanita, dan mengutamakan produk premium, natural, handmade dan merupakan koleksi limited edition. Bianti Bag hanya memproduksi sekitar 50 hingga 100 tas dalam setiap satu tema koleksinya.

Koleksi yang diluncurkan pada kesempatan tersebut tidak hanya berbahan kulit dan rotan saja, tetapi juga dari serat pohon palem dan janur. Proses pengerjaan Bianti Bag yaitu dilakukan dengan cara mengayam yang memakan waktu sekitar 3-5 hari pengerjaan untuk satu tas. Saat ini Bianti Bag dipasarkan dengan harga 200 ribu sampai 2,5 juta rupiah.

Sambutan dari ibu Tantri Onny selaku founder Bianti Bag menjelaskan bahwa Bianti Bag telah resmi terdaftar untuk merek tas handmade sekaligus pemutaran video diresmikannya Bianti Bag oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada tanggal 2 Agustus 2019.

Acara yang dilaksanakan di waktu senja tersebut juga dibalut dengan syahdunya alunan harpa dari Maria Pratiwi beserta suara merdu Putri Ayu. Selain memperkenalkan koleksi tas, Bianti Bag juga menghadirkan koleksi busana dengan nama Bianti Boutique. Koleksi fashion dari Bianti Boutique yang unik melalui pagelaran fashion show yang sangat epic. Bahan baju yang digunakan adalah tenun polos, lalu motif baju tersebut menggunakan dedaunan kemudian di tempel pada kain tersebut lalu ditumbuk, sehingga mengeluarkan cairan warna khas alami dari daun tersebut yang kemudian membentuk sebuah motif.

  


See also:
-- Symphony of Bianti -- Arwin Hidayat dan Seni Lukis Batik -- FKY, Pesta Seni Orang (Muda) Jogja -- Ekspresi 'OPERASI' dari Rachman Muchamad --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Tren Tekstil yang Mempengaruhi Dunia Fashion

Tren Tekstil yang Mempengaruhi Dunia Fashion

Para pengusaha bidang tekstil harus lebih dekat, terbuka dan mampu menjawab kebutuhan dunia fashion Indonesia yang kini sedang marak dan berkembang pesat.

READ MORE
IPMI Meneguhkan Posisi Fashion Terkurasi

IPMI Meneguhkan Posisi Fashion Terkurasi

Rutin digelar selama 33 tahun, IPMI Trend Show tetap konsisten menyuguhkan fashion pilihan yang berkelas

READ MORE