Kisah Hulu Laran, Sang Penunjuk Jalan

Kisah Hulu Laran, Sang Penunjuk Jalan

Dari tangan seorang desainer berbakat Indonesia, Mel Ahyar, Happa tercipta dan menyapa publik fashion Indonesia sejak tahun 2011. Kini, perjalanan brand yang menginjak usia 8 tahun ini telah melahirkan sebanyak 14 koleksi, yang selalu penuh warna, penuh cerita.

Mel Ahyar yang berkolaborasi dengan Andien dalam membesarkan brand ini, sejak awal melahirkan Happa untuk bercerita tentang budaya, menuangkan inspirasi budaya yang sangat beragam, dan tak habis-habis untuk dieksplorasi. Dari mana saja, tidak hanya dari Indonesia yang sudah kaya, juga dari seluruh dunia dengan segala keunikannya.

Untuk koleksi ke-14 -Resort 2019-, yang diluncurkan pada bulan Februari 2019 ini, Happa mengangkat kisah dari Nusa Tenggara Timur (NTT), yang memiliki kearifan lokal turun temurun, kisah dan syair Hulu Laran, yang berarti penunjuk jalan. Kisah-kisah dalam bentuk syair ini memuat semangat kebaikan, dan meredam kompetisi. Mel Ahyar mengatakan bahwa makna Hulu Laran ini sangat relevan dengan kondisi sosial masyarakat di Indonesia kini.

Sajak dalam syair Hulu Laran diaplikasikan dalam beragam detail pada koleksi ini. Salah satunya tulisan dalam bahasa lokal, yang dibordir menjadi detail busana. Selain itu, ilustrasi alam dan budaya setempat yang diterapkan dengan proses digital print. Dikombinasikan dengan kain tradisional (tenun) dari beberapa daerah di NTT, Mel memilih kain tenun yang berwarna cenderung gelap, sehingga kontras dengan aksen lainnya yang berwarna pop-up. Kombinasi ragam dan warna yang kaya, khas Happa.

    

Perjalanan 8 tahun Happa

Mel Ahyar dan Andien menjelaskan, bahwa mereka menikmati seluruh proses dalam membesarkan Happa. Melihat antusiasme konsumen dan teman-teman Happa terhadap koleksi demi koleksi yang diluncurkan, membuat mereka yakin untuk selalu mengeksplorasi dan menceritakan kebudayaan. "Happa menawarkan experience, bagaimana para pemakai Happa itu tidak hanya membeli selembar pakaian, tetapi juga bisa mengetahui dan memahami cerita atau nilai-nilai budaya tertentu, dan kemudian makin mencintainya", cerita Mel Ahyar.

Andien juga menambahkan, bahwa ia sangat puas dan merasa happy dengan apa yang mereka lakukan bersama Happa, karena ini merupakan cara untuk mengkomunikasikan budaya dan nilai-nilai kebaikan dengan cara yang soft, seperti culture diplomacy melalui fashion, kepada generasi muda. 

Happa juga mengangkat cerita-cerita budaya dari luar negeri dalam beberapa koleksinya, untuk melihat konektivitas. "Bahwa kebudayaan di manapun itu sebenarnya memiliki keluhuran yang sama, seperti kedekatan dengan Tuhan, nilai-nilai spiritual yang tinggi", tambah Mel. 

  

See also:
-- Jogja yang Mencari Posisi di antara Batik dan Fashion -- One Day Trip; Berburu Batik di Kampung Batik Trusmi -- Kisah Hulu Laran, Sang Penunjuk Jalan -- Mengenal Seni Islami Kontemporer lewat MOCAfest --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Menuju Lebih dari 'Sekedar' Tata Busana

Menuju Lebih dari 'Sekedar' Tata Busana

READ MORE
Bukan 'Baju Lebaran', Koleksi Desainer yang Baru Rilis di Bulan Ramadhan ini

Bukan 'Baju Lebaran', Koleksi Desainer yang Baru Rilis di Bulan Ramadhan ini

READ MORE