Mewujudkan Tontonan Indonesia yang Lebih Baik, Ini Kesempatannya!

Mewujudkan Tontonan Indonesia yang Lebih Baik, Ini Kesempatannya!

Bagaimana sih karakteristik tontonan hiburan di Indonesia? Mengapa drama Korea dan konten Korea lainnya sangat mendominasi, terutama untuk konten yang dinikmati secara digital?

Untuk pertanyaan yang pertama, biasanya kita langsung mengaitkannya pada sinetron yang biasa tayang di jam-jam utama -prime time- televisi swasta. Sinetron Indonesia yang -mayoritas- tidak jauh-jauh dari eksploitasi wajah dan properti mentereng, peran antagonis dan protagonis yang 'lebay', dengan jalan cerita yang sungguh jauh dari masuk akal. Bagi banyak dari kaum menengah yang sudah muak dengan sinetron, mengistilahkannya dengan tontonan yang membodohi masyarakat. Sayangnya tontonan semacam ini masih sangat tinggi konsumsinya, terutama oleh masyarakat kelas bawah yang biasanya tidak mempunyai hiburan lain selain televisi.

Disisi lain, generasi millenial Indonesia yang merupakan digital-native, lahir dan besar dengan teknologi digital, sudah meninggalkan kebiasaan nonton TV secara konvensional tersebut. Anak-anak muda ini sekarang banyak memanfaatkan perangkat mobile untuk melihat konten digital, termasuk menonton tayangan video. Dari data beberapa provider video digital ini, ternyata drama korea masih mendominasi, karena beberapa faktor; trend dunia hiburan yang memang berkiblat pada korea dan konten lokal -khususnya- yang belum ada (kalaupun ada, masih sangat sedikit). 

(Untuk memahami hal ini, coba perhatikan bagaimana orang-orang dan generasi masa kini menggunakan smartphone mereka untuk menonton video, film di saat-saat senggang. Adanya aplikasi penyedia video-on-demand dan paket data khusus streaming video yang sangat terjangkau membuat aktivitas 'menonton TV' di gawai kini menjadi sangat lumrah).

Konten independen lokal yang berkualitas sulit untuk menembus pasar penonton yang luas, seperti jam tayang utama di televisi. Production house juga masih enggan berupaya lebih jauh untuk membuat konten lokal berkualitas, karena kurangnya talenta maupun potensi pasar yang tidak meyakinkan. Tetapi, kini ada titik terang dan jalan baru yang dirintis oleh pihak-pihak yang peduli terhadap tayangan di Indonesia. 

Viu adalah penyedia layanan video-on-demand untuk pasar negara berkembang, termasuk Indonesia. Viu sebagai platform terkemuka untuk konten hiburan, akan menghadirkan talenta-talenta terbaik di Indonesia melalui festival menulis cerita perempuan dan original production pertama. Viu saat ini telah menjadi penyedia konten-konten Asia, seperti serial TV dan film. Viu Female Story Festival ini akan menghasilkan film seri pertama yang diproduksi sepenuhnya oleh Viu Indonesia, dengan 100% konten lokal.


Viu Female Story ini merupakan kompetisi cerita mengenai perempuan, dari sudut pandang perempuan. Festival ini bertujuan untuk mendorong bakat muda Indonesia untuk membawa tulisan-tulisan mereka ke level profesional dan membuka peluang masuk ke industri film dengan bekerja sama dengan nama-nama sineas papan atas Indonesia yaitu Nia Dinata dan Lucky Kuswandi. Jadi Viu Female Story ini terbuka untuk umum, dan siapa saja bisa berpartisipasi dengan cara mengirimkan cerita melalui www.dramabanget.com.

Cerita-cerita yang masuk ini nantinya akan diseleksi oleh tim Viu bersama Nia Dinata dan Lucky Kuswandi. Ada 5 cerita terpilih yang penulisnya akan bekerja bersama kedua sineas tersebut secara profesional untuk mengolah cerita tersebut menjadi skenario film seri maupun konten video lainnya. Tema cerita/tulisan bebas, dengan tentu saja berkisar pada perempuan. Alasannya, salah satunya karena memang perempuan lebih dekat dengan 'drama', dan selama ini tayangan Indonesia yang ada cenderung masih bias jender, mengeksploitasi atau merendahkan perempuan, atau justru membodohi para penonton yang kebanyakan perempuan. 


Bagi Nia Dinata dan Lucky Kuswandi, sebagai sineas mereka merasa ini merupakan kesempatan yang sangat tepat dan besar, untuk 'mengubah taste' orang Indonesia, melalui cerita, melalui film. "Kita ingin membuat cerita Indonesia yang kuat, kreatif, memiliki karakter-karakter perempuan yang kuat, bukan yang lemah atau dilemahkan. Kita ingin membuat cerita yang menginspirasi banyak orang, melalui film yang berkelanjutan", kata Nia. "Karena digital platform saat ini makin digandrungi dan anak-anak muda banyak menggunakannya, let's create something new via this channel", lanjutnya. 

So, yang bisa membuat perubahan ini bukan hanya Nia dan tim Viu, tetapi bisa dimulai dari kita semua. Jika selama ini kita muak dengan tayangan sinetron yang 'ala kadarnya', atau bahkan cenderung membodohi, kini saatnya kita bisa membuat cerita yang berpengaruh. Ciptakan tokoh-tokoh perempuan Indonesia yang menginspirasi, karena sesungguhnya negeri kita sangat kaya akan inspirasi tersebut. Tulis ceritamu sekarang, bisa dalam bentuk cerita pendek dengan format bebas, dan masukkan karyamu melalui www.dramabanget.com. Ceritamu ditunggu hingga 20 April 2017. 


please login to comment.

RELATED ARTICLES

Generasi Muslim Muda dan Cara Mereka Membentuk Dunia

Generasi Muslim Muda dan Cara Mereka Membentuk Dunia

READ MORE
The Rise of #GenM; Generation Muslim

The Rise of #GenM; Generation Muslim

READ MORE