Emansifashion, Disruptive Fashion Show di Pasar Lama Tangerang

Emansifashion, Disruptive Fashion Show di Pasar Lama Tangerang

Sekelompok anak muda, mahasiswa Universitas Prasetia Mulya menggelar sebuah fashion show di lokasi yang unik, Pasar Lama Tangerang. Dengan tema Emansifashion, mereka mengangkat semangat para pahlawan wanita Indonesia, Cut Nyak Dien, RA Kartini dan Nyi Ageng Serang, yang bergerak, berpikir, berjuang dan memberi keteladanan melampaui jamannya. 

Fashion show tersebut diselenggarakan dengan sederhana, catwalk berupa panggung rendah, dengan kursi penonton 1 lajur di sisi kiri dan kanan catwalk. Model berasal dari sebuah agensi, dengan busana simpel bergaya casual, tak ada yang istimewa, praktis tidak ada inspirasi fashion dari koleksi busananya. 

Terlepas dari konten yang disajikan, anak-anak muda ini memiliki konsep yang kreatif, relevan dengan perkembangan, dan terutama, mampu diwujudkan. Mereka sebelumnya belum pernah menyelenggarakan event fashion show, menggagas sebuah konsep yang menarik, dan kemudian mewujudkannya. Pop-Up disruptive fashion show, konsep yang rasanya baru kali ini saya lihat. Event fashion show biasanya dilakukan di mall, gedung, atau hotel, namun mereka memilih untuk melakukannya di tempat-tempat umum yang bahkan tidak terpikirkan.

Inilah konsep disruptif, gagasan atau praktik yang berbeda dari mainstream, yang bisa menyebabkan gangguan, pergeseran, atau mengalihkan perhatian. Milenial sangat terbuka dan adaptif dengan konsep dan gagasan baru, inovatif dan solutif, yang mampu membuka kemungkinan-kemungkinan baru dan tak terbatas. 


Pasar lama Tangerang, di waktu sore hingga malam hari merupakan pusat kuliner, berupa 1 lajur jalan sekitar 1 kilometer, yang dipenuhi dengan kios, stand dan warung makanan di sepanjang jalannya. Di ruas jalan yang tidak begitu lebar itu, orang-orang berjalan kaki diantara motor-motor yang terparkir, kios-kios penjual makanan dan mobil-mobil yang berjalan perlahan, karena selalu macet. 

Di lokasi yang 'sesak' seperti ini, acara digelar. Mengambil space ruas jalan sekitar 15x5 meter, di depan salah satu toko yang cukup besar. Tidak mudah pasti untuk mendapatkan ijin menyelenggarakan acara disini, pun mengatur dan mengoordinasi pihak-pihak terkait supaya acara bisa berlangsung lancar dan tidak mengganggu kerumunan lainnya. Pun, dengan budget yang sangat terbatas, tanpa sponsor berarti, artinya mereka harus pintar-pintar memanfaatkan sumber daya yang ada. Mereka, sekelompok anak muda tersebut berhasil mewujudkannya. 

pasar lama Tangerang

Kerennya lagi, ini merupakan puncak dari rangkaian event serupa yang telah diselenggarakan sebanyak 5 kali, dengan konsep pop-up disruptive yang sama. Pada tanggal 12 Januari di Stasiun Jakarta Kota, 13 Januari di CFD Jakarta, 14 Januari di Jembatan Mall Summarecon Bekasi, 15 Januari di Jembatan Penyebrangan Margo City dan Pasar Tradisional di Palsigunung Depok. 

Ini merupakan inspirasi besar dari para mahasiswa tersebut, bahwa generasi muda kini harus mampu menciptakan ide dan gagasan baru, yang kreatif, dan bahkan tidak normatif, tetapi positif bagi lingkungan dan masyarakat. Lebih dari itu, mampu bergerak, mewujudkan dan merealisasikan ide dan gagasan tersebut, dan tidak menyerah dengan halangan dan keterbatasan yang muncul. 

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Sumba yang Cantik dalam Olahan Biyan

Sumba yang Cantik dalam Olahan Biyan

READ MORE
Bangga Pakai Sport Apparel Lokal dengan Noore Sport

Bangga Pakai Sport Apparel Lokal dengan Noore Sport

READ MORE