Syar'i Tak Mesti 'Seragam'

Syar'i Tak Mesti 'Seragam'

Suatu kali saya pernah berbincang dengan seorang fashion stylist sebuah majalah fashion, dan pembicaraan kemudian sampai ke sebuah trend yang kini di Indonesia disebut sebagai busana muslim syari, berupa dress longgar panjang dan kerudung lebar dan panjang yang disebut khimar, yang panjangnya mencapai lebih dari separuh tinggi badan. 

Makin banyaknya pemakai busana muslim syari ini kemudian diiringi dengan masifnya para produsen yang membuat setelan busana dengan gaya senada; setelan gamis dan khimar berbahan sifon dengan beragam warna, terutama warna pastel. Polos, atau dengan detail beraneka, bordir, sulam, hingga kristal swarovski. Hingga tak terhindarkan, begitu mendengar kata 'syari', image seperti ini yang muncul di benak kita.

Busana muslim syari dengan model ini, bisa dipastikan tidak bisa lagi mendapat sentuhan styling, demikian keluh sang stylist. Terutama bila busana tersebut panjang hingga mencapai dan menutupi kaki. 


Tetapi kita pun memahami bahwa berbusana muslim yang sesuai syariah, memiliki batasan-batasan tertentu, tetapi jelas tidak membatasi kepada sebuah gaya tertentu. Fashion atau mode berbusana masih mendapatkan ruang disini, sehingga kita bisa berkreasi seluas-luasnya selama masih berkesesuaian dengan aturan tersebut. Tentu dengan sebuah pemahaman dalam berbusana 'makin sederhana semakin baik'.

Ini pula yang menjadi landasan pemikiran bagi Irna Mutiara saat menciptakan brand IM Syari. Memilih untuk mengenakan busana muslim dengan kerudung lebar, yang menutupi dada hingga bagian tengah tubuh, tidak lantas identik dengan sebuah tampakan tertentu. Eksplorasi busana serba lebar ini, siapapun desainernya pasti mengakui, akan lebih terbatas, seperti siluet longgar yang sama sekali tidak bisa dikompromikan dari atas hingga kebawah.

Bagi Irna Mutiara, hal ini justru mendorongnya untuk lebih kreatif, untuk menciptakan alternatif tampilan busana syari. Ia percaya bahwa eksplorasi dalam fashion masih luas dan tidak terduga, dan desainer harus bisa kreatif untuk menciptakan alternatif desain sebagai pilihan, dan menghindari 'keseragaman'.

Dalam event Muslim Fashion Festival 2017 lalu, Irna Mutiara mempresentasikan koleksi busana dan scarf IM Syari dalam sebuah kolaborasi show 'Inspiring Syari' bersama brand lainnya. Untuk koleksi yang harus dipersiapkan dalam waktu sangat sempit ini, Irna memadupadankan koleksi dress A line berwarna pastel muda, dengan kerudung kreasi terbarunya sebagai focal point

 

 

Kerudung printing ini menggunakan material yang dibuat khusus dari benang polymicro fiber yang lembut, ringan dan sedikit meregang (stretchy). Material ini diproses khusus untuk kenyamanan pemakai hijab syari yang aktif. Berbeda dengan kerudung/khimar syari lainnya yang biasanya berupa kerudung instan, kerudung ini berbentuk segiempat yang sangat lebar, sehingga bila dipakai panjang kerudung bisa disesuaikan dengan keinginan penggunanya.

Koleksi ini diusung sebagai koleksi yang travel friendly, karena bahannya yang ringan (walaupun sangat lebar) dan tidak transparan, nyaman dan lembut, tidak mudah kusut dan mudah dipadu padankan menjadi style casual maupun formal. Dengan warna-warna pastel ringan yang pasti disukai oleh muslimah. 

Dalam show kali ini pula, Irna membuktikan bahwa busana muslim syari yang serba lebar pun sangat ramah untuk bisa dipadu-padankan, dan dikreasikan dengan styling yang berbeda. Kekuatan styling ini bisa membentuk look yang berbeda, yang baru dan dinamis serta tidak membosankan. Mengangkat tema travel, Irna menambahkan beberapa aksesoris seperti manset tangan yang menonjol, bow-tie besar sebagai aksen kerudung, sling bag dengan tali panjang besar bergelombang, serta sepatu yang tidak tertutup oleh bagian bawah dress. 

Melalui show ini IM Syari juga menunjukkan bahwa kita bisa melakukan padu padan busana syari dengan menyenangkan, dan insyaAllah menutup aurat sesuai kaidah. 

 



See also:
-- Memahami Preferensi Busana Muslim Jelang Ramadhan-Lebaran dalam Koleksi Kamilaa-Itang Yunasz -- Semarak Warna Balon Udara Hannie Hananto -- The Ramadhan Edit, Gaya Ramadhan dan Lebaran dari ASOS.com -- Cerita Kolaborasi L.tru x Mice Cartoon dalam Dear Woman --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Batik Jambi, Print Van Gogh hingga Modern Ulos pada Inauguration Show New Member IFC

Batik Jambi, Print Van Gogh hingga Modern Ulos pada Inauguration Show New Member IFC

READ MORE
Komposisi Baru Denim untuk Hijabers

Komposisi Baru Denim untuk Hijabers

Flamoush ingin memberikan lebih banyak pilihan gaya kasual dan fun dengan denim untuk hijabers yang berjiwa muda, aktif dan tak terbatas

READ MORE