Senayan City & JFW Hadirkan Area Belanja Terbesar Karya Desainer Indonesia

Hadirnya Fashionlink x #BLCKVNUE terbaru ini sebagai milestone bagi sejajarnya karya desainer Indonesia dengan produk-produk dari label fashion unggulan dunia.

Senayan City & JFW Hadirkan Area Belanja Terbesar Karya Desainer Indonesia

Melihat perkembangan fashion Indonesia dalam 10 tahun terakhir, salah satu yang menjadi perhatian terutama bagi desainer dan pelaku industri fashion, adalah masih minimnya dukungan dari pemilik pusat-pusat perbelanjaan besar (shopping mall) terhadap produk/merek karya desainer lokal. Sudah sangat lumrah dan wajar sekali ketika kita melihat di mal-mal besar di kota besar seperti Jakarta, space utama di mal yang berada di 2 lantai pertama (lantai dasar dan satu lantai di atasnya) adalah 'jatah' merek-merek fashion dunia ternama, baik untuk level ready-to-wear deluxe maupun high street fashion.

Pihak mal bukannya tidak membuka kesempatan tersebut, tetapi pada kenyataannya memang belum banyak merek lokal yang bisa memenuhi kualifikasi untuk menempati space utama sebuah mal yang kini bukan saja sebagai shopping space, tetapi juga lifestyle center. Biasanya, desainer atau merek lokal masih kesulitan, misalnya untuk menghadirkan pergantian koleksi yang konsisten setiap saat, atau membuat promosi yang menarik.

Banyak mal atau pusat perbelanjaan besar pun tetap memfasilitasi hadirnya karya fashion lokal ini, misalnya dengan membuat pop-up-store periodik, atau memasukkan koleksi desainer melalui jaringan department store. Tetapi semua itu belum mampu menghadirkan fashion Indonesia sebagai centerstage, di ruang utama pusat-pusat perbelanjaan. Idealnya, mal-mal inilah yang menjadi etalase utama bagi siapapun atau pengunjung yang ingin melihat seperti apa fashion Indonesia.


Untuk mewujudkan idealisme tersebut, tidak cukup inisiasi dan action hanya dari satu pihak, misalnya dari mal saja. Kerja bersama dan kolaborasi dengan stakeholder lainnya perlu dilakukan terus menerus untuk merumuskan formula yang tepat dan signifikan. Sehingga karya desainer Indonesia, terutama desainer-desainer muda yang penuh inovasi ini tidak lagi-lagi dihadirkan atau terkesan sebagai 'produk kedua', yang tampil di ruang-ruang kelas dua di pusat perbelanjaan.

Keberpihakan dan dukungan konsisten ini diperlihatkan oleh pusat perbelanjaan Senayan City, yang sejak awal memang menunjukkan komitmennya untuk mendukung fashion Indonesia. Sejak sekitar 5 tahun lalu, Senayan City telah menghadirkan #BLCKVNUE, sebuah pop-up-store yang menjual karya desainer Indonesia terpilih, secara periodik terutama selama perhelatan fashion week tahunan terbesar Indonesia, Jakarta Fashion Week dimana Senayan City menjadi venue selama 5 tahun berturut-turut. 

Inovasi merupakan sebuah keniscayaan, dan harus terus menerus dilakukan untuk menghadapi industri pada era disruptif saat ini. Pada tahun 2016 lalu, Senayan City dan Jakarta Fashion Week berinovasi dengan mengkolaborasikan #BLCKVNUE dan Fashionlink -pop-up-store yang digagas JFW untuk memamerkan karya desainer yang tergabung dalam program IFF-. Fashionlink x #BLCKVNUE, menjadi nama yang diusung sebagai cikal bakal concept store yang baru ini.

Pada tahun pertamanya di 2017,  Fashionlink x #BLCKVNUE menempati area main store di lantai 2 Senayan City, dengan konsep yang masih seperti pop-up-store non-permanen. Kini, jelang perhelatan mode Jakarta Fashion Week (JFW) 2018, Fashionlink x #BLCKVNUE hadir dengan konsep yang sangat berbeda, lebih menakjubkan dengan menggandeng lebih banyak mitra.

Yang pertama adalah lokasi baru yang bertempat di area premium lantai 1 Senayan City -spotlight utama, sekaligus berada di sisi main atrium mal- yang lebih luas daripada lokasi sebelumnya, yaitu 430 meter persegi! Terbagi dalam 5 zona fashion style berbeda, seperti luxury, premium, quirky, modest, serta aksesori, Fashionlink x #BLCKVNUE in Collaboration with Fabelio menawarkan konsep interior store yang lebih homey, dengan dominasi unsur kayu yang hangat, namun tetap modern. Memasuki toko ini, kita bagaikan masuk ke sebuah flagship store international brand, dengan display dan interior yang ditata secara serius dan semi permanen.

Ada lebih banyak label dan desainer Indonesia Fashion Forward (IFF) yang tergabung di dalamnya. Mereka adalah alex[a]lexa, Andhita Siswandi, Batik Chic, Bateeq, BYO, Day and Night, Ellyhan Jewelry, JENAHARA, Jii by Gloria Agatha, Milcah, Monday to Sunday, Paulina Katarina, Rani Hatta, Shop at Velvet, SOE Jakarta, serta desainer dan label IFF dari generasi keenam, yaitu ATS The Label, Kami Idea, Mazuki, PVRA, Reves Studio, dan Vivian Lee.

Selain itu, Fashionlink x #BLCKVNUE in Collaboration with Fabelio juga menggandeng label dan desainer dalam negeri yang tidak tergabung dalam IFF, yakni Kyra Bags, Laison by Aurelia, Lene Studio, Maryalle, Natalia Kiantoro, dan Saul. Seluruh koleksi tersebut telah melalui proses kurasi oleh JFW. Selain produk fashion, Fabelio juga bergabung dengan menyediakan experience centre yang memungkinkan konsumen merasakan dan mencoba langsung produk furnitur lokal dari Fabelio, yang selama ini hanya dapat dilihat melalui website. 


Koleksi Kami Idea dan Rani Hatta

Koleksi Day and Night dan Mazuki

Meskipun tetap disebut sebagai pop-up-store (yang sebenarnya sama sekali tidak tampil secara 'pop-up', melainkan lebih tampak sebagai concept store), tetapi Fashionlink x #BLCKVNUE kali ini ditangani dengan sangat profesional, dengan menggandeng mitra baru Visual Merchandising Indonesia (VMID) untuk menangani display dan tata visual, serta PT Mainetti Packaging Solution untuk manekin, pengemasan produk dan display hanger toko ini. 

Fashionlink sendiri, menurut Lenni Tedja, Direktur JFW, memang sengaja dihadirkan oleh JFW untuk memperkuat engagement antara para desainer secara business-to-business, maupun business-to-consumer. "Program IFF melatih para desainer mengembangkan bisnis mereka, baik dalam pasar lokal maupun internasional. Keberadaan pop-up store seperti ini diharapkan bisa memudahkan para pencinta fashion Indonesia untuk menikmati koleksi busana dan aksesori karya desainer nasional,” ujar Lenni.

Dukungan banyak mitra yang berpartisipasi dalam menggodok Fashionlink x #BLCKVNUE ini diharapkan akan semakin membangkitkan selera pasar kepada karya desainer lokal, dan membuka jalan bagi brand-brand ini memasuki industri fashion ritel nasional. 

Halina selaku Marketing Director Senayan City mengungkapkan, “Indonesia memiliki banyak sekali desainer muda berbakat yang membutuhkan ruang display untuk kreasi-kreasi unik mereka. Berbeda dengan pop-up store sebelumnya, Senayan City memfasilitasi program ini dengan memberikan area yang lebih luas, di lokasi yang strategis karena terletak di lantai yang memiliki traffic yang tinggi, untuk dapat menampung koleksi ready to wear dan aksesori dari 27 desainer dan brand lokal Indonesia."

Halina juga menambahkan, “Melalui pop-up store ini, kami juga ingin berbagi pengalaman dalam menjalankan bisnis ritel, sehingga mereka dapat mengembangkan kepak sayap kreativitas mereka secara profesional untuk dapat bertahan dalam industri fashion.”

Dengan kolaborasi yang digarap penuh passion, inovasi dan profesionalisme ini, tentunya kan bisa mewujudkan idealisme yang telah dinanti-nantikan oleh industri fashion Indonesia, dengan menjadikan mal sebagai display fisik (offline) utama karya desainer Indonesia. Peran JFW sebagai fasilitator para desainer ini juga bisa memastikan bahwa product cycle bisa berjalan dengan baik, kualitas produk yang mumpuni, promosi yang berjalan terus menerus serta pemenuhan kualifikasi lainnya sebagai tenant sebuah mal prestisius. 

Kedepannya, pop-up-store ini seharusnya bisa dikembangkan menjadi konsep toko yang lebih sustainable, misalnya menjadi ritel fashion seperti TopShop atau Zara. Fashionlink x #BLCKVNUE sudah memiliki 'modal' yang mumpuni dalam segi fashion, deretan desainer yang telah cukup mapan dari sisi produksi dan kualitas, jaringan luas serta stakeholder yang memiliki visi bagus bagi industri fashion Indonesia.  Yang menjadi catatan, mungkin nama brand/toko ini yang harus diganti supaya lebih menarik, dan lebih mudah diingat bagi konsumen Indonesia. 

Sampai jumpa di Jakarta Fashion Week 2018 nanti! 
please login to comment.

RELATED ARTICLES

Indonesian Fashion Chamber, Satu Tahun yang Padat dan Produktif

Indonesian Fashion Chamber, Satu Tahun yang Padat dan Produktif

READ MORE
Meet This Hottest Brand; All The Horses

Meet This Hottest Brand; All The Horses

Menawarkan celah baru gaya dan karakter yang percaya diri dan feminin, in a whole new look.

READ MORE