Teguhkan Karakter Busana Syar'i, Lina Sukijo & Si.Se.Sa

Teguhkan Karakter Busana Syar'i, Lina Sukijo & Si.Se.Sa

Dalam penjelasan tentang busana muslim, Irna Mutiara, desainer muslim senior dan juga pendiri Islamic Fashion Institute membagi 4 kategori busana muslim, yaitu syar'i konvensional, syar'i modern, modest konvensional dan modest modern. Pembagian tersebut semata untuk mempermudah istilah dalam studi desain busana muslim/modest, memperhatikan berbagai gaya busana tersebut yang memang semuanya ada dan berkembang di Indonesia. 

Busana syar'i mengacu pada set yang terdiri atas dress longgar (abaya, jalabiya) dan khimar, kerudung lebar dan panjang  yang menutupi seluruh siluet bagian atas tubuh. Dengan batasan tersebut, para desainer menghidupkan tren busana syar'i modern yang berkembang seiring dengan tren fashion umum di Indonesia. 

Selama ini Si.Se.Sa menjadi nama yang identik dengan busana muslim syar'i, dan bisa dibilang menjadi market leader di Indonesia, yang melahirkan tren busana syar'i premium. Si.Se.Sa secara rutin menggelar show tunggal tahunan yang selalu dibanjiri penggemar dan pelanggannya. Nama lainnya yang belakangan muncul, Lina Sukijo yang berasal dari Batam, beberapa tahun ini pun terdengar melesat dengan basis pelanggan hingga keluar negeri, dan kerap berpartisipasi dalam fashion event besar di Jakarta.

Si.Se.Sa dan Lina Sukijo mewakili segmen busana muslim syar'i pada Jakarta Fashion Week 2019, yang menampilkan koleksi terbarunya pada dua panggung berbeda. 

Lina Sukijo mengangkat perjalanan desainnya selama 10 tahun hingga sampai pada busana musim syar'i, memilih tema Autumn, sebuah daur hidup dalam perjalanan panjang melewati 4 musim, seperti sebuah metamorphosis manusia. Autumn menyimbolkan saat manusia menjadi dewasa, karakter remaja yang dinamis perlahan mulai gugur. Masa ini menjadikan manusia menjadi berfikir logis dan membawa pada masa keemasan.

Ini yang menginspirasi nuansa warna-warna musim gugur dan keemasan pada 16 look koleksinya. Lina menghadirkan perpaduan warna-warna tersebut secara cerdas dan apik dalam kolom-kolom vertikal pada abaya, menghasilkan look yang baru dan menarik pada busana syari. Gaya dan paduan warna yang unik seperti ini, memancarkan pesona percaya diri pada pemakainya. Dalam panggung fashion show ini Lina juga membawa beberapa pelanggan setia yang menjadi muse, yang kesemuanya berjalan dengan pancaran percaya diri tersebut. 

Aplikasi swarovski dan zipper memperkuat aksen pada siluet yang longgar dan mengembang. Melalui potongan - potongan A-line dan pecahan yang akan membentuk konstruksi badan yang terkesan mewah dan elegant dengan menggunakan bahan – bahan seperti wool, silk dan ceruty. Walaupun terkesan berat dan penuh tetapi potongan dan bahan yang dipilih akan menjadikan pakaian tetap nyaman dipakai sesuai iklim tropis di Indonesia.

  

  


Si.Se.Sa menunjukkan kemampuan mereka mengelola dan merancang busana khimar, dikombinasikan dengan pemilihan warna pastel dan bordir. Untuk Jakarta Fashion Week 2019, Si.Se.Sa menampilkan koleksi yang bertajuk 'Coral Reefs'  yang memiliki arti terumbu karang. Koleksi ini terinspirasi dari perairan Indonesia yang memiliki terumbu karang terluas di dunia, serta warna-warna dan bentuk-bentuk menakjubkan yang dimiliki terumbu karang. Warna dan bentuk itu direpresentasikan pada pola terumbu karang yang dibuat dengan teknik printing dan pemberian tekstur pada kain. Sebagai itu, Si.Se.Sa juga menggunakan warna pastel dan warna terang untuk melukiskan pelangi bawah air tersebut.

  

  

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Ulos Bergaya Edgy Minimalis - Jenahara Black Label

Ulos Bergaya Edgy Minimalis - Jenahara Black Label

READ MORE
Menakar Tawaran Baru Sayee untuk Pasar Modest Fashion Indonesia

Menakar Tawaran Baru Sayee untuk Pasar Modest Fashion Indonesia

Sayee menawarkan sebuah inspirasi gaya baru modest fashion, melalui panggung besar JFW 2019. Kombinasi antara kualitas desain dan kekuatan styling?

READ MORE