Niluh Djelantik; Kekuatan Indonesia adalah Manusianya

Niluh Djelantik; Kekuatan Indonesia adalah Manusianya
Sekitar tahun 2009, sebuah forum online diramaikan dengan thread atau percakapan tentang sebuah brand sepatu dari Bali, Niluh Djelantik. Awalnya beberapa orang menuliskan testimoninya tentang produk sepatu ini, saling bertanya dan menjawab, hingga banyak anggota forum pun ikut memesan sepatu dari merek ini.

Istimewa, karena sang pemilik brand tersebut, Mbak Niluh Djelantik sendiri yang melayani order dan pertanyaan-pertanyaan seputar produk. Sepatunya pun bukan main-main, rata-rata dijual dengan harga diatas 1 juta rupiah, dibuat dengan bahan kulit yang baik, dan sangat nyaman dipakai. Beberapa pesanan, karena pembelian secara online dan pembeli dari luar Bali tidak bisa langsung datang dan mencoba sepatu, tidak sesuai dengan ukuran kaki mereka. Dan mbak Niluh dengan senang hati melayani penggantian ukuran, ataupun keluhan lainnya.

Pengalaman yang dirasakan pembeli dalam forum tersebut, hanya sebagian kecil dari komitmen Niluh untuk total dalam melayani customer. Bagi Niluh, soal produknya, pasti banyak juga brand dengan produk yang bagus, atau harga yang murah. Tetapi ia berkomitmen bahwa servis yang diberikan Niluh Djelantik, tidak ada yang bisa menyaingi.

Niluh sudah berkecimpung dalam membuat sepatu sejak tahun 2003, dengan label Nilou. Pada 2008, ia melakukan rebranding, mengganti nama label dengan namanya sendiri. Niluh dari awal memiliki filosofi dan misi yang kuat tentang bisnisnya ini, yaitu ingin membuat sepasang sepatu yang pas. Pas, artinya sepatu Niluh harus dibuat di Indonesia, menggunakan material yang didapatkan di Indonesia, dan dibuat oleh orang-orang Indonesia. "Komitmen ini pasti tidak memudahkan langkah kami selanjutnya, seperti sulitnya mencari material lokal yang berkualitas awalnya, dan tantangan lainnya. Tapi inilah komitmen, inilah nilai kami", kata mbak Niluh.

Inilah kekuatan lokal dari brand Niluh Djelantik, dan sampai kini -sudah lebih dari 15 tahun- bisa bertahan dan namanya makin melekat. Menurut mbak Niluh, sampai sekarang Niluh Djelantik masih bertahan karena konsisten dengan nilai ini, serta customer service yang unbeatable tadi. Niluh menggandeng customer untuk menjadi mentornya, mendengarkan apapun masukan, saran, kritik, keluhan dari customer. "Apapun masukan pelanggan harus kita dengar baik-baik, dan belajar dari situ. Jadi konsumen bukan jadi orang yang punya duit, belanja, bayar, lalu goodbye. Tapi kita selalu menjalin hubungan, karena experience itu penting. Kami ingin nanti anak-anak dari customer ND mendengar tentang ND dari ibu-ibu mereka, lalu merasakan experience yang sama". 



Mbak Niluh benar-benar menyediakan dan menginvestasikan waktunya -dan tim ND- untuk konsumen, dan mengistimewakan mereka. Bahkan saat ditanya oleh media, siapakah selebritis yang memakai sepatu ND, jawabannya simpel saja, "Semua pelanggan Niluh Djelantik adalah selebriti bagi kami, kami tidak mengkotak-kotakkan perempuan-perempuan super yang telah setia menemani dan menjadikan kami sebagai bagian dari keseharian mereka. Mereka hadir dengan latar belakang dan profesi berbeda namun sama mulianya. Pengacara, Ibu rumah tangga, Peneliti, Menteri, Dokter, Pekerja Professional, Guru, Artis, Penyanyi, Seniman dan masih banyak lagi. Semua adalah membanggakan bagi kami". 
  
Saat menjadi pembicara dalam kampanye Top Generation -Start Up Competition-, mbak Niluh sangat bersemangat berbagi untuk generasi muda yang sedang berkarya. Ia berpesan bahwa Indonesia itu kaya karena orang-orangnya, bukan sumber daya alam yang bisa habis.

"Setiap pribadi orang Indonesia, anak muda Indonesia itu berharga. You worth it, kamulah kekuatan utama Indonesia. Jadi anak-anak muda harus punya kepercayaan diri, punya integritas, yang artinya jujur dan punya prinsip."
Tentang branding produk, yang penting adalah harus bisa memanfaatkan semaksimal mungkin teknologi yang ada. Selain itu, ia juga berprinsip untuk tidak ingin maju atau tampil sendiri. "Kita harus bisa menggandeng semua pihak yang bersentuhan langsung dengan usaha kita. Misalnya saat kita ditanya atau punya kesempatan untuk berbagi dengan publik, jangan sampai gengsi atau jual mahal untuk menampilkan partner-partner usaha kita, pemasok bahan, dan orang-orang yang berada dalam tim. Branding is all about story, apa yang bisa diceritakan banyak orang tentang kita, bukan melulu tentang apa yang kita sampaikan"

Niluh punya energi cinta yang tiada batasnya untuk Indonesia. Dan melalui kesempatan dalam bidang start-up yang ia miliki, Ia kini bisa berkeliling Indonesia untuk menularkan energi, nilai-nilai ini kepada ribuan mahasiswa dan anak muda Indonesia. 






please login to comment.

RELATED ARTICLES