Transformasi 'Kami'

Transformasi 'Kami'

Pada media sosial Facebook, awal tahun 2010. Sebuah label rintisan dengan nama cukup unik ,Kami Idea, menarik perhatian pengguna media sosial yang sedang seru-serunya mencoba dan menikmati belanja online melalui Facebook. Kami Idea memberikan tawaran yang menggemaskan, kain-kain shawl tie-dye dengan warna-warna cerah ceria, dilengkapi look book berupa model yang mengenakan artikel pelengkap berpakaian tersebut.

Brand yang didirikan oleh 3 sahabat -dan kakak-adik-, Nadya Karina, Istafiana Candarini dan Afina Candarini ini menjadi saksi dan pelaku utama kemunculan gelombang hijabers yang 'tampil' dan membentuk tren 'berhijab dan fashionable', dengan internet dan sosial media sebagai katalisatornya. Shawl kami Idea menjadi item wajib bagi hijabers kala itu, menjadi 'dresscode' yang sangat populer dimana-mana. Shawl tie dye persegi panjang berbahan kaos-katun tipis yang iconic, dan luar biasa masif penyebarannya ke berbagai kota di Indonesia. 


Dengan jumlah permintaan shawl tie-dye yang fantastis, membuat Kami Idea mampu membangun workshop sendiri, menyerap puluhan tenaga kerja dan membangun ritme kerja yang spesifik dalam produksi tie dye. Produk tie-dye Kami Idea diminati para hijabers, karena mampu membentuk image sendiri yang sangat berbeda dengan brand yang juga sedang sangat naik daun kala itu, Dian Pelangi yang juga mengusung tie-dye.

Namun seiring waktu, tren itu pasti berlalu jua. Kami Idea yang namanya sudah sangat lekat dengan produk tie-dye, harus berpikir keras untuk berinovasi dengan produk-produk baru, terutama untuk mengimbangi skala produksi yang sudah ada.

Waktu berjalan, dan Kami Idea ternyata mampu untuk mengiringi dan bahkan membentuk arahan tren hijab dan modest fashion. Diversifikasi dan inovasi desain dan produk dengan batik cap, dan kemudian digital print yang hingga kini menjadi kekuatan brand ini. Tetapi lebih dari itu, Kami Idea sangat diminati dan mampu membangun loyalitas konsumen pada produk-produknya, karena konsistensinya pada tampilan dan warna-warna tone down, earthy colors, warna-warna yang sangat kalem.

Lahir dari sosial media, sejak awal Kami Idea setia dengan sistem penjualan online, dari sosial media hingga akhirnya melalui website www.kamiidea.com. Dengan banyaknya permintaan dari luar daerah, Kami Idea pun kemudian membuka cabang di Jakarta dan beberapa kota lainnya, serta berkolaborasi dengan berbagai platform e-commerce baik di Indonesia maupun di luar negeri, terutama Asia Tenggara. 

Beberapa tahun terakhir Kami Idea makin disibukkan dengan berbagai tawaran kolaborasi, baik dengan brand dan desainer lain, platform e-commerce maupun ritel lain seperti department store. Ikut serta pada berbagai event fashion show besar baik di dalam maupun luar negeri, yang tentu saja membuat ketiganya merasa kewalahan.

Momen launching brand dan logo baru 'Kami'


Keinginan untuk merefresh brand inipun telah muncul dalam benak ketiga pendiri Kami Idea, tetapi karena kesibukan yang tak pernah usai membuat ide ini belum sempat ditindaklanjuti. Hingga, tahun 2017 ini Kami Idea menjadi salah satu label Indonesia peserta program pengembangan kapasitas dari Jakarta Fashion Week, Indonesia Fashion Forward (IFF). Dalam Program yang dimentori oleh para ahli fashion branding dari CFA London, mereka mendapat momentum untuk menggodok konsep baru ini.

Kini, Kami Idea berganti nama menjadi 'Kami', satu kata, dan lebih sederhana dalam pengucapan. Kami, yang memang berarti kata ganti jamak, mengacu pada 3 wanita di balik brand ini. Penampilan logo pun makin simpel, 'kami' dengan titik di akhir. Titik ini dimaknai sebagai titik mula, bahwa dengan rebranding ini, 'kami' akan menuju sebuah perjalanan baru lagi yang makin matang sekaligus menantang.

Walaupun disisi lain, nama 'Kami' menjadi sangat generik dan rawan rancu terutama pada bahasa tulis. Karena dalam bahasa Indonesia kami adalah kata ganti yang sering digunakan, mengacu pada kata ganti orang ketiga jamak. 

Secara karakter dan brand DNA, tidak ada perubahan yang akan dilakukan. 'Kami' akan tetap konsisten dengan karakter selama ini, dengan semangat baru untuk terus melakukan inovasi produk, yang merupakan sebuah keniscayaan bagi sebuah brand fashion.

Selain itu, dengan garis desain yang simpel, kalem dan santun, 'kami' disukai bukan hanya oleh pemakai hijab. "Kami menyadari bahwa segmen konsumen 'kami' bukan hanya mereka yang berhijab, tetapi juga perempuan yang tidak berhijab. Karena itu, kini kami mengubah image menjadi modest fashion,yang implikasinya adalah pada presentasi koleksi. Pada presentasi koleksi seperti fashion show ataupun pemotretan, selain model berhijab ada pula model yang tidak mengenakan hijab", jelas Istafiana Candarini yang akrab disapa Irin.

Menurut catatan modest.id, 'kami' menjadi brand modest fashion yang paling banyak melakukan kolaborasi, pada tahun 2017 ini. Beberapa nama partner kolaborasinya antara lain desainer Restu Anggraini, Zalora Indonesia, blibli.com, Central Dept. Store, Galeries Lafayette dan Fashion Valet. 'Kami' memandang kolaborasi sebagai sesuatu yang cukup menantang, dan selalu menyambut baik atas tawaran kolaborasi yang datang kepadanya.

'Kami' pada runway JFW 2018

Pada Jakarta Fashion Week 2018 yang baru saja berlalu, menjadi momentum bagi 'kami' untuk mengukuhkan eksistensinya di dunia mode, khususnya segmen modest fashion. Tidak tanggung-tanggung, 'kami' berpartisipasi dalam 3 slot fashion show, yang berarti harus mempersiapkan dan menampilkan 3 koleksi yang berbeda. Pada JFW 2018 ini, 'kami' berkolaborasi dengan Philips untuk produk setrika, dan Epson Printing. Selain kedua show kolaboasi tersebut, 'kami' juga menampilkan koleksinya terbarunya sebagai desainer Indonesia Fashion Forward, yang tampil pada hari pertama. 

Seperti apa koleksi 'kami' pada JFW 2018? Tunggu ulasan lengkapnya segera di modest.id.

See also:
-- 3 Rampai Koleksi Kami. di Jakarta Fashion Week 2023 -- Koleksi Sejauh Mata Memandang, Memberi Nafas Baru untuk Kain -- Modest, Streetwear & Rebel dalam DNA Rani Hatta -- 6 Make Up Look Inspirasi 6 Kota Besar dengan Rangkaian Wardah Instaperfect --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

JMFW 2018, Mendatangkan 'Dunia' ke Lanskap Modest Fashion Indonesia

JMFW 2018, Mendatangkan 'Dunia' ke Lanskap Modest Fashion Indonesia

READ MORE
Pesona Kain & Tanah Flores dalam Creative Show 'Nian Tana'

Pesona Kain & Tanah Flores dalam Creative Show 'Nian Tana'

READ MORE