'Mataguru' Sang Maestro Batik

Label luxury batik house, Iwan Tirta Private Collection, kembali menghadirkan koleksi terbaru bertajuk 'Mataguru'. Sang maestro, Iwan Tirta, kembali menjadi ide dan inspirasi dalam menciptakan kreasi. Pagelaran koleksi ini merupakan apresiasi para penerus kepada sang maestro dalam membawakan batik hingga menjadi suatu warisan budaya yang tetap relevan.

Pagelaran Mataguru dimulai dengan memperkenalkan tim senior Iwan Tirta Private Collection. Prosesi pembukaan adalah simbol kerja sama tim sehingga pagelaran koleksi ini dapat terwujudkan. Proses ini dilanjutkan dengan pemutaran film pendek “Perjalanan Sehelai Kain” yang telah diluncurkan pertama kali pada Hari Batik Nasional ke-10 pada tanggal 2 Oktober 2019 lalu. Film pendek tersebut dibuat bertujuan mengedukasi masyarakat bahwa perjalanan suatu kain batik sangatlah panjang dan merupakan hasil tangan langsung yang tidak banyak terlibat dengan mesin. Pun dalam membentuk sehelai kain dibutuhkan kerja sama dalam tim dan antartim sehingga sampailah suatu kain yang indah di tangan kita sekarang. Film pendek ini ditayangkan sekiranya sesuai dengan misi sang maestro dalam melestarikan batik sebagai warisan seni dan budaya Indonesia.

  

Mataguru mengadaptasi konsep yang biasa digunakan dalam pertujukan wayang. Koleksi ini dipamerkan melalui tiga babak. Layaknya pertunjukan wayang, babak tersebut terbagi ke dalam Talu, Adeg Jejer, dan Adeg Sabrang. Pada babak “Talu”, koleksi 'Mataguru' disuguhkan motif pohon hayat dan gunungan kekayon berwarna abu yang dipakai sebagai simbol pembuka wayang. Selanjutnya, dalam babak “Adeg Jejer” koleksi yang disajikan didominasi motif-motif keraton, seperti mangkuto (mahkota) dan gurdo, dan dilengkapi dengan palet khas batik keraton, yaitu coklat. Babak ini memiliki makna perjalanan Iwan Tirta dalam memelajari batik di Keraton Jawa.

Pameran dikemas dengan motif-motif bergaya Eropa dan Cina pada babak “Adeg Sabrang”. Motif yang ditorehkan dalam koleksi ini berupa stilasi bunga dan burung dalam kombinasi warna cerah khas batik pesisir. Babak ini melambangkan Iwan Tirta mengadaptasi paparannya terhadap fashion ke dalam batik tradisional.

  

Peragaan yang didukung oleh PermataBank Priority ini menampilkan 36 busana yang terbentuk atas material kain satin dan sutra tenun dengan material tulle. Batik modern yang mewah dan memesona diaplikasikan dalam beragam pilihan kombinasi gaun dan outerwear. Koleksi ini juga dilengkapi dengan brooch, oversized earrings, dan clutch karya Rinaldy Yunardi.

Mataguru merupakan koleksi yang mencurahkan kerja keras perjalanan sang maestro dalam pergulatannya menjadi perancang batik ternama. Iwan Tirta dengan kekhasannya selalu menghadirkan karyanya yang relevan dengan gaya hidup yang sedang berlangsung. Begitu pula halnya dengan kerjasama antara Iwan Tirta Private Collection dengan e-commerce JD.id sebagai tempat menjual koleksi ready to wear Iwan Tirta Private Collection.

See also:
-- Batik Besurek yang Rileks Koleksi Rengganis -- The Spectrum of Batik, Memadukan Batik dan Kecanggihan Tata Cahaya -- 5 Desainer Indonesia Melangkah di Runway Los Angeles Fashion Week 2017 -- Berburu Batik Terlengkap di Pasaraya 'Tribute to Batik' 2016 --

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Wignyo Rahadi bersama BI Riau Perkenalkan Ikat Siak

Wignyo Rahadi bersama BI Riau Perkenalkan Ikat Siak

READ MORE
WETAN Side, Koleksi Terbaru Zelmira Terinspirasi Arsitektur Kudus

WETAN Side, Koleksi Terbaru Zelmira Terinspirasi Arsitektur Kudus

Bukan Pengabdi Wetan, tapi koleksi Zelmira kali ini memang diberi judul WETAN Side, yang berarti sisi Timur, dalam bahasa Jawa.

READ MORE