Mengenal Batik Tangerang Selatan melalui Koleksi Desainer Ian Adrian

Kota Tangerang Selatan, yang menjadi bagian dari The Greater Jakarta dan menjadi wilayah pendukung ibukota, terus mengasah diri menjadi kota yang Cerdas, Modern dan Relijius, sesuai visinya. 

Dalam rangka mengenali dan mengembangkan budaya dan potensi asli Tangerang Selatan, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany S.H berinisiatif untuk menggali motif-motif batik asli Tangsel dengan mengajak sejumlah pengrajin batik. Secara perlahan namun pasti, batik Tangsel berkembang dan memiliki ciri khas dengan gaya etnik dan terinspirasi dari sejarah serta peninggalan kolonial.

Dalam satu tahun terakhir ini pemkot Tangsel mengajak desainer Ian Adrian untuk mengeksplorasi batik Tangsel. Ian adalah seorang desainer nasional yang telah banyak mengembangkan kain lokal dari berbagai daerah di Indonesia antara lain kain Sasirangan Kalimantan, hingga batik Papua. Dalam setahun terakhir, Ian mendedikasikan waktunya untuk blusukan ke berbagai wilayah di Tangsel untuk membina perajin, mengembangkan motif-motif batik, hingga memperkenalkan batik Tangsel melalui desain koleksinya.



Lingkungan, adat istiadat, bangunan, kuliner, alam, dan flora yang ada di wilayah Tangsel merupakan inspirasi utama dalam mengembangkan motif-motif batik yang khas. Hal ini diakui Ian, meski Tangsel tidak memiliki motif batik khusus, tetapi ada beberapa hal yang bisa diangkat menjadi motif batik yang identik dengan Tangsel. "Di Tangsel terkenal dengan budidaya Anggrek Ungu jenis Van Douglas, yang berawal dari perkebunan Anggrek di daerah Pamulang", kata Ian Adrian.

Awalnya berupa lahan perkebunan anggrek yang luasnya tak seberapa, yang akhirnya tergusur menjadi lahan perumahan. Keindahan bunga ini menjadi ikon Tangsel yang tampak pada spanduk yang biasa terlihat di perkantoran dan wilayah lain di Tanngsel. Flora peninggalan masa kolonial Belanda ini, menjadi bukti kekhasan dan identitas Tangsel.


Yang juga tak kalah menarik, lanjut Ian, Tangsel juga memiliki bangunan khas yang disebut Blandongan, berupa bangunan semacam saung yang dibuat didekat rumah induk yang berfungsi sebagai tempat berkumpul dan mengobrol. Umumnya, Blandongan dimiliki warga yang memiliki kebun atau warung. Blandongan ini menjadi tempat penyimpangan hasil kebun setelah dipanen, dan menjadi tempat rehat dan ngopi-ngopi setelah memanen hasil kebun ataupun mengerjakan kebun. 

Dua ikon Tangsel ini yang kemudian dikembangkan menjadi motif-motif utama batik, disamping motif lainnya seperti tandon air, bentuk kontur tanah, kebun suuk atau kacang, dan golok. Motif-motif ini semuanya berdasarkan sejarah da kearifan lokal Kota Tangsel. Berdasarkan sejarahnya, Tangsel yang sebelumnya merupakan bagian kabupaten Tangerang, juga tidak lepas dari pengaruh budaya Tionghoa yang tercermin melalui motif Naga, Banyi, Kipas dan Klenteng. 

Keindahan batik Tangsel ini diwujudkan Ian dalam koleksi busana siap pakai untuk wanita maupun pria, yang baru saja ditampilkan dalam malam perayaan Ulang Tahun Tangsel ke-9, di lapangan Sun Burst, BSD City pada Minggu 26 November 2017. Sebanyak 76 set busana yang diperagakan oleh 20 model dan juga jajaran pemerintah kota Tangerang Selatan. Segar dan kekinian menjadi gambaran yang ingin diciptakan Ian Adrian pada koleksinya tanpa meninggalkan unsur tradisional dari batik itu sendiri.



Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Modanisa Mencari Label Modest Fashion Indonesia untuk Bergabung dalam Platform Globalnya

Modanisa Mencari Label Modest Fashion Indonesia untuk Bergabung dalam Platform Globalnya

READ MORE
Fashionlink x #BLCKVNUE, Designer's Store Kolaborasi Jakarta Fashion Week dan Senayan City

Fashionlink x #BLCKVNUE, Designer's Store Kolaborasi Jakarta Fashion Week dan Senayan City

READ MORE