The More Hannie Hananto, The Merrier

The More Hannie Hananto, The Merrier

Ungkapan ini yang sangat tepat dan terus terngiang di benak saya mencermati parade fashion show selama 4 hari di event Muslim Fashion Festival 2018, bulan April lalu. Hannie Hananto seorang desainer muslim yang cukup populer, yang telah berkarya sejak sekitar 10 tahun lalu saat dimulainya gelombang fashion hijab di Indonesia. Hannie Hananto sejak awal memiliki karakter desain yang menarik perhatian, karena bold dan berbeda dengan yang lain. Karakter gaya personalnya pun selaras, sehingga semakin mudah bagi publik fashion untuk menangkap fashion ala Hannie Hananto.

Gaya ekspresif yang bold, colorful, banyak menggunakan grafis dan mengadopsi elemen-elemen pop art, sebenarnya merupakan corak desain yang banyak dipakai oleh desainer terkenal, seperti Moschino. Tetapi di Indonesia, karakter semacam ini masih sangat jarang dijumpai, terlebih kecenderungan selera busana muslim di Indonesia yang lebih condong kepada gaya klasik cantik elegan, atau basic monokrom. 

Desain Hannie Hananto selalu mencolok dan pop-out diantara yang lain. Ini juga menjadi alasan mengapa ia sangat laris diminta untuk melakukan show di mana-mana, karena koleksinya yang ekspresif, vibrant, menaikkan mood dan membawa happy vibes pada sebuah show. Menjadi 'eye-candy' diantara koleksi para desainer lain yang ditampilkan. Yang awalnya kadang menimbulkan keraguan untuk memakai busana se-ekspresif itu, tetapi kenyataannya, koleksinya selalu laris diburu oleh para penggemar yang kebanyakan ibu-ibu pula. 

Pada gelaran MUFFEST 2018, bisa dibilang Hannie menjadi desainer yang paling sibuk dengan menampilkan 3 koleksi baru yang ditampilkan dalam 3 slot show berbeda. Di hari ke-2, Hannie tampil bersama tiga founder Hijabermoms Community (HMC) lainnya, dalam sebuah show teatrikal yang menceritakan hiruk pikuk dan nuansa posh sebuah rumah mode. Dengan judul koleksi Muslima United yang menyiratkan bahwa busana muslim yang dikenakan seorang muslimah menjadi identitas. Panjang pendeknya hijab tidak menjadi persoalan, karena busana muslim dengan hijabnya ini telah menjadi pemersatu, dan menyiarkan Islam bersama-sama. 


Koleksinya bermain-main dengan colorful graphic, dengan motif ilustrasi sosok hijabers yang stylish dan fashionable, yang dibuat sendiri oleh sang desainer. Ada keberanian bermain warna dan motif-motif grafis besar dan mencolok ala tahun 70-an, dengan styling yang selalu fun. Ada pula ilustrasi muslimah yang mengenakan niqab, yang ditampilkan secara literal/harfiah. Warna kuning, orange dipadukan dengan motif-motif pop art besar berwarna hitam-putih. 

Koleksi kedua tampil di hari terakhir pada parade desainer IFC, dan koleksi ketiga adalah kolaborasi Hannie Hananto bersama Total Almeera, deterjen halal yang menjadi salah satu sponsor utama MUFFEST 2018. Koleksi kedua ini membawa label Shira Alfira Prima, dengan kotak-kotak menjadi menu utama. Preppy look is in the house! Kotak-kotak ala Hannie Hananto yang sangat menggemaskan, dengan styling dan aksesori lucu, seperti sepatu boots ala pekerja proyek berwarna kontras, baret, kacamata dan aksesori lainnya yang playful dan berani beda. This is definitely my favorite!


Dan untuk koleksi bersama Total Almeera, Hannie membuat rangkaian busana bernuansa hijau dan monokrom, masih bermain dengan print ilustrasi dan motif-motif grafis. Ilustrasinya menceritakan sosok muslimah diantara lanskap kota besar dan dedaunan hijau, yang menyiratkan gaya hidup halal seorang muslim secara total. 


Suguhan Hannie Hananto yang berturut-turut tersebut, tidak membuat mata ini jenuh dengan warna-warni koleksi yang mengalir deras. Ritme yang terjaga, kejutan dan totalitas Hannie Hananto yang tercurah dalam deretan koleksi tersebut justru mampu membuat kita terbawa suasana yang menyenangkan, dan menginginkan lebih! Like I said before, The more Hannie Hananto, the merrier. 




please login to comment.

RELATED ARTICLES

Jenahara Black Label SS 2018; Sebuah Pernyataan tentang Perempuan dan Krisis Kemanusiaan

Jenahara Black Label SS 2018; Sebuah Pernyataan tentang Perempuan dan Krisis Kemanusiaan

READ MORE
Modest, Streetwear & Rebel dalam DNA Rani Hatta

Modest, Streetwear & Rebel dalam DNA Rani Hatta

READ MORE