Arfiani, Menekuni Busana Muslim Syar'i dengan Brand Hurrem bu Fia

Arfiani, Menekuni Busana Muslim Syar'i dengan Brand Hurrem bu Fia

Di tengah marak dan berkembangnya fashion muslim di Indonesia, pilihan busana muslim yang secara umum terdiri atas abaya dan khimar (kerudung panjang, lebar menutup dada dan bagian tubuh atas) yang kemudian disebut Syar'i, menemukan pasarnya sendiri, dan ternyata, pasar dan potensinya sangat besar. Banyak kalangan terutama dari industri fashion sendiri yang tidak menyangka, bahwa busana muslim Syar'i bisa mencapai nilai pasar/marketshare yang signifikan, terhadap industri fashion santun/muslim.

Bagaimana tidak, selain jumlah pemakai yang semakin banyak -kini makin lazim kita melihat ibu-ibu/kaum perempuan muslim mengenakan busana Syar'i-, busana jenis ini pun dijual dengan harga yang (jauh) lebih tinggi daripada busana muslim secara umum. Faktor harga yang tinggi ini merupakan sebuah kewajaran, karena jumlah bahan yang dibutuhkan jauh lebih banyak, dan jenis material yang bisa digunakan untuk busana muslim jenis ini biasanya sangat terpilih, dan lebih mahal.

Salah satu desainer yang menggeluti usaha busana muslim Syar'i ini, adalah Arfiani (Fia) dengan labelnya Hurrem by Fia. Ibu 2 anak ini awalnya bekerja sebagai pedagang, dan perkembangan fashion Indonesia serta kemauannya untuk berwirausaha membawanya mencoba-coba untuk mendesain busana muslim, hingga kecenderungannya lebih besar kepada busana Syar'i. Menurutnya, busana Syar'i mencapai kepopulerannya saat ini, bukan semata karena berdasarkan pilihan relijius, tetapi juga kepraktisan dalam padu-padan.

"Busana Syar'i banyak dipakai oleh ibu-ibu, seperti pelanggan saya pun mayoritas ibu rumah tangga yang banyak aktivitas. Busana Syar'i yang (biasanya) sudah satu set antara abaya dan khimar, memudahkan mereka untuk berpakaian di ruang publik. Jadi tidak pusing untuk padu-padan, karena sebagai muslimah berhijab, seluruh tubuh dari atas hingga bawah wajib ditutup, jadi faktor keserasian itu penting", ujarnya saat bincang-bincang bersama beberapa media. 

Labelnya, Hurrem by Fia kini telah memasuki tahun ke-4, dan selama itu, Fia telah beberapa kali mengikuti perhelatan fashion dan peragaan busana busana di dalam dan di luar negeri, seperti event Halal Fest di Malaysia dan Halal Lifestyle di Jakarta pada tahun 2017. Kali ini, Hurrem by Fia untuk pertama kalinya berpartisipasi dalam pameran dagang pada perhelatan mode Indonesia Fashion Week 2018 yang diselenggarakan mulai tanggal 28 Maret hingga 1 April 2018 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan.

 

booth Hurrem by Fia di IFW 2018, dan produk busana syar'i  yang menjadi unggulan pada koleksi ini

Hurrem by Fia memperkenalkan beberapa rancangan terbarunya, yang tersedia selama gelaran IFW 2018. Koleksi ini merupakan preview untuk koleksi lengkapnya menghadapi Ramadhan dan Lebaran tahun ini. Salah satu rancangan yang menjadi unggulan, adalah busana syar'i dengan aksen bulu-bulu lembut, berwarna dusty pink, yang tampak sangat anggun dan elegan. Koleksi ini sangat mencuri perhatian selama beberapa hari pertama IFW 2018, dengan banyaknya permintaan dan ketertarikan pengunjung terhadap produk ini. 

Selain abaya aksen bulu tersebut, ada sekitar 10 item koleksi baru yang dibawanya, dengan warna-warna pastel dan dusty yang masih menjadi andalannya. Selain itu, Hurrem by Fia juga menyediakan koleksi print hijab yang sedang diminati saat ini. "Busana syari yang saya hadirkan mengangkat konsep simpel dan elegan. Kali ini saya bermain dengan bahan tile dan brukat, namun tetap menggunakan bahan Jersey untuk lapisan dalam agar tetap terasa nyaman dipakai," jelas wanita kelahiran Pare-pare ini.

Untuk koleksi busana yang hadir di IFW, Arfiani mematok harga abaya mulai dari Rp 400ribu hingga Rp 2,4 juta.

Sebagai penutup, Fia memberikan tips berbusana syar'i, yaitu;

1. Pilih model busana syar'i yang sesuai. Jangan hanya memilih model dan motif yang diinginkan, tapi hanya 'menyiksa diri'. Karena busana syar'i sudah cukup berat, jadi pilih yang nyaman dipakai terutama bagian lengan, sehingga bebas untuk bergerak.

2. Pilih bahan yang nyaman dipakai. Misalnya bahan bagian dalam yaitu jersey, lembut dan adem dipakai.

3. Hindari warna-warna dan motif yang terlalu ramai jika bertubuh gemuk, agar tidak terlihat terlalu penuh atau menumpuk.



please login to comment.

RELATED ARTICLES

"A Fashion Designer is Never A Dress Maker"

"A Fashion Designer is Never A Dress Maker"

READ MORE
Barli Asmara dan Perannya di Segmen Modest Fashion

Barli Asmara dan Perannya di Segmen Modest Fashion

READ MORE