Forever Playful, Jangan Pernah Berhenti Bermain!

Forever Playful, Jangan Pernah Berhenti Bermain!
Never, ever lose that inner child inside you.

Konon, dunia begitu sederhana di mata anak-anak, tetapi menjadi begitu rumitnya begitu kita menjadi dewasa. Entah sejauh mana kita mempercayainya, yang jelas sebenarnya jiwa anak-anak itu masih tetap ada pada kita. Ada pula kata bijak yang mengingatkan kita untuk senantiasa menikmati hidup, karena hidup ini sebenarnya sederhana, kita yang merumitkannya dengan rencana.

Anak-anak disekitar kita seharusnya selalu menjadi cermin, wajah-wajah mereka yang penuh keriangan dan optimisme, harapan dan imajinasi cemerlang. Dan 'wajah-wajah' inilah yang ingin ditampilkan oleh Galeri Hadiprana bersama para pelukis Jogja melalui pameran seni 'Forever Playful' ini. Ada 25 pelukis yang sebagian besar berasal dari Jogja, yang memamerkan karyanya sejak 16 Maret yang lalu di Galeri Hadiprana, Kemang. Dunia anak-anak tergores gamblang maupun tersirat dalam makna, dalam puluhan lukisan yang sebagian besar merupakan karya terbaru para seniman ini.

  

Rudi Mardijanto - Sriyadi Srinthil

Seperti lukisan Roadyn Choerodin yang cukup menonjol diantara karya lainnya. Dua lukisan karyanya yang berjudul 'Bermain dengan Hijau' menampilkan wajah innocent seorang gadis kecil, raut khas anak-anak yang polos namun penuh potensi. Raut dan sorot tak ternilai, yang kita sangat berharap kita miliki kembali.

Lukisan Sriyadi Srinthil salah satunya berjudul 'Hide and Seek', menampilkan tumpukan boneka teddy bear berukuran besar, dan seorang anak yang bersembunyi diantaranya. Lukisan ini terinspirasi dari keponakannya yang berusia 9 tahun dan sangat menyukai permainan petak umpet, baik bersembunyi maupun mencari merupakan kegiatan yang menggairahkannya. Sebuah antusiasme tinggi saat mencari tempat bersembunyi dengan rasa optimis bahwa sang teman akan mencarinya. Ini merupakan sebuah affirmasi, bahwa dengan dicari-cari, berarti dirinya disukai, dicintai. The joy of being found is the joy of being alive and being cared for.


 

Edwin Rahardjo - Sriyadi Srinthil

  

Sigit Raharjo - Indah Mulyani

Pelukis legendaris dari Perancis Henry Matisse pernah berkata bahwa 'kita harus memandang kehidupan dengan mata seorang anak'. Para seniman yang berpameran tersebut menjelaskan bahwa karya-karya yang dipamerkan ini bukan saja mengambil inspirasi dari dunia anak yang selalu positif tetapi juga sebagai media untuk berbagi kebahagiaan dengan gagasan-gagasan yang menarik. Beberapa karya lainnya menggambarkan permainan masa kecil yang populer pada jaman dulu, yang dibuat sendiri dan suasananya pun diciptakan sendiri. Dengan makin majunya ilmu pengetahuan dan teknologi, kreativitas haruslah tetap dipelihara sesuai dengan tuntutan jaman yang berbeda. 

Bermain adalah dunia anak yang juga merupakan hak bagi anak-anak. Lewat bermain anak-anak bisa mengeksplorasi dunia sekitar, menemukan hal-hal baru di dunia dan diri mereka sendiri. Banyak hal yang bisa dipelajari dari dunia mereka, dari semangatnya, menemukan kebahagiaan dari hal-hal yang sederhana. Manusia adalah homo ludens, masih ada jiwa tersebut di dalam diri kita, kita yang harus selalu ingat untuk menemukannya. Dan karya-karya ini bisa jadi merupakan sebuah pengingat visual, untuk tidak pernah lupa bermain dan berbahagia seperti anak-anak. 




please login to comment.

RELATED ARTICLES

Me and My Monkey Mind, Enter Your Peaceful Mind

Me and My Monkey Mind, Enter Your Peaceful Mind

READ MORE
Ekspresi 'OPERASI' dari Rachman Muchamad

Ekspresi 'OPERASI' dari Rachman Muchamad

READ MORE