Can't Afford Art? Wear Art.

Can't Afford Art? Wear Art.
Art is a series of acts meant for expressing our feelings, thoughts, and observations. It exists to appeal and connect to our innermost human emotion.

Saya sering membaca beberapa ungkapan bahwa interpretasi seni -dan karya seni- adalah milik penikmatnya, bukan semata-mata 'pesanan' sang seniman. Can't agree more. Tentu saja, sebuah karya seni yang bernilai pasti tidak lepas dari piawainya sang seniman menerjemahkan ide dan pesan tersebut ke media seninya. Dalam hal ini, sang seniman akan membebaskan 'pembaca' seni untuk melakukan interpretasi seperti apapun, dan menikmati sepenuhnya -dengan cara bagaimanapun- apa yang telah dituangkan ke dalam sebuah karya.

Sebagai penikmat -masih jauh dari pengamat- seni, saya juga selalu mendorong teman-teman dan anak-anak muda untuk rajin mengunjungi media seni, apapun bentuknya mulai dari pameran seni rupa, pertunjukan, screening, dan lain-lain. Tidak mengapa jika pameran dan benda seni masih dijadikan -sekedar- 'backdrop' untuk swafoto (selfie), karena bagaimanapun apresiasi akan dimulai dengan adanya ketertarikan sekecil apapun.

Scarf karya Sanchia T.H


"Dalam ramai, kau memang hanya akan menemukan aktivitas pengabadian momen -dan sosok, terutama- yang tak pernah berakhir, dalam arena seni seperti ini. Ra uwis uwis. Pengendapan makna dan penggodokan inspirasi bisa jadi tidak terjadi, atau menjadi proses yang tertunda. Tetapi apapun, benih-benih budi dan daya (baca: budaya) sedikit banyak pasti akan berkembang, dari generasi yang melek dan menghargai karya seni. And this lead to nothing but one, pribadi dan masyarakat yang lebih baik, madani." 

Saya juga pernah mengungkapkan, jangan ragu untuk datang ke pameran seni, karena seni diciptakan 'utamanya' untuk dinikmati dan menjadi pengaya jiwa, 'bukan' untuk dibeli. Tapi kemudian ini tentu saja akan dan bisa menuai protes dari para seniman. Maksudnya adalah, apresiasi terhadap karya seni bisa bermacam-macam, dan memiliki -membeli- sebuah karya seni adalah salah satu bentuknya, untuk para penikmat pada level tertentu. Of course we do hope this layer of art enthusiasts will always increase, a better fortune for artists and better advancement in art industry.


Wearable Art

Sebuah karya yang memiliki nilai seni tinggi memang akan dihargai sangat mahal pula, dan sebagai orang biasa-biasa saja, harga tersebut tidak akan terjangkau oleh saya dan sebagian besar 'lapisan' penikmat seni lainnya. Tetapi keinginan kita untuk memiliki 'a piece of art' akan selalu muncul, dan inilah yang dijawab oleh beberapa seniman dan kolaboratornya.

Seperti pada event art terbesar di Jakarta yang baru lalu, Bazaar Art Jakarta, segmen ini mendapat perhatian cukup besar oleh penyelenggara. Mereka sejak jauh-jauh hari berkolaborasi dengan beberapa seniman untuk membuat karya yang bisa dicetak pada produk pakai dan hias. Pada saat pameran, masyarakat bisa melihat sebuah booth yang menjual barang-barang seni ini, antara lain scarf, tote bag, poster dan kaos.

Menyadari bahwa pangsa pasar wearable arts ini adalah mereka yang melek seni, maka produk-produk ini pun harus memiliki nilai seni, dan karya seniman kenamaan yang telah dikenal, sehingga memiliki karakter dan keunikan. Produk-produk tersebut bisa kita bedakan dengan produk-produk kelas merchandise, atau sekedar ilustrasi biasa.

   


Beberapa seniman yang diajak berkolaborasi menciptakan wearable arts ini antara lain Eddie Hara, Darbotz, Uji 'Hahan' Handoko, Arkiv Vilmansa, Hendra 'Hehe' Harsono, dan Sanchia T.H.  Karya Eddie Hara dengan personalitinya yang unik, humoris, dan a bit childish, tentu menjadi yang paling banyak dicari dan diserbu orang, sehingga langsung habis dalam sehari. Ada pula karya Darbotz yang dikenal sebagai seniman graffiti, dan memiliki banyak penggemar.

Harga produk-produk tersebut bervariasi, mulai dari 150 ribu rupiah untuk kaos, hingga 1.5 juta rupiah untuk scarf besar. Saya sendiri akhirnya kebagian juga sebuah tote bag besar dan roomy, dengan lukisan/ilustrasi karya Arkiv Vilmansa yang bold & colorful.


So, cant afford art? Wear one.

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Jogja Art Roadshow; Pameran Tunggal Perupa Nasirun

Jogja Art Roadshow; Pameran Tunggal Perupa Nasirun

READ MORE
Melihat Pesta Seni Berpadu Lifestyle dalam Art Jakarta 2017

Melihat Pesta Seni Berpadu Lifestyle dalam Art Jakarta 2017

READ MORE