Ekspresi 'OPERASI' dari Rachman Muchamad

Ekspresi 'OPERASI' dari Rachman Muchamad


Helloooo.. art lovers, kota Yogyakarta seolah tidak pernah sepi dari 'munajat' seni, terutama di bulan Agustus yang memang merupakan bulan seni. 


Sebuah pameran tunggal karya seniman Rachman Muchamad bertajuk mini solo art exhibition “OPERASI” baru saja diselenggarakan di Taman Budaya Yogyakarta, dari tanggal 30 Juli - 9 Agustus. Pameran ini dibuka untuk umum pada pukul 09.00-21.00 serta free entrance. Solo exhibition ini dibuka dan diresmikan pada tanggal 30 juli dengan dihadiri oleh pengusaha, seniman, sahabat dan kerabat dekat Rachman Muchamad.


Rachman muchamad, seniman alumnus ISI tahun 1988 ini dalam pameran mini solo nya mengahadirkan dua kecenderungan visual: realistik dan ekspresif. Pameran ini secara gamblang menyatakan kemampuan teknis memadai dari operasi Rachman Muchamad dan mengeksposisi karya gigantik yang dikreasi tanpa bantuan artisan atau yang membantu secara teknis. Karena kecenderungan kini bahwa banyak seniman yang menyandarkan bantuan tenaga dan teknis kepada orang lain untuk merampungkan karya seninya, Rachman Muchamad ingin menunjukkan bahwa hal tersebut berpotensi sisi proses dan orisinalitas karya seniman.

Selain itu tantangan visual apapun mampu ditaklukan dengan baik, semua itu tidak lepas dari konsep dasar kreatifnya.


Sebuah unjuk karya seni yang bisa dikatakan luar biasa, seperti karya yang ditampilkan di halaman taman budaya; sebuah bidang papan raksasa yang dibuat dari rangkaian besi yang dikreasikan dengan kain-kain bekas yang sudah tidak terpakai, dengan perpaduan warna yang sangat menarik dan unik. Yang luar biasa lagi papan tersebut setinggi kurang lebih 5 meter dan panjang kurang lebih 50 meter. di pintu masuk gedung juga di samping kiri dan kanan terpampang papan kain bekas, dan di dalam gedung terdapat sebuah beberapa karya seni lukis Rachman Muchammad.





Seperti yang sudah dibahas tadi, bahwa dalam pameran operasi ini menghadirkan dua kecenderungan visual: realistik dan ekspresif yang salah satunya tercermin dalam lukisan Candi Borobudur. Lalu lukisan yang berjudul Peristiwa Gerhana Matahari dan antusias masyarakat menyaksikan di Tugu Yogyakarta, itu merupakan lukisan yang realistik atau nyata dialami, dilihat dan disaksikan. Lalu bersifat ekspresif yaitu terdapat sebuah lukisan abstrak yang berjudul Ballerina, yang menggambarkan sebuah ekspresi seorang penari ballet, kemudian lukisan yang berjudul Festival juga menggambarkan ekspresi sang penari saat berada dalam acara festival. Ada pula karya seni rupa berupa bola yang dikreasikan dengan kain bekas. Kemudian ada rangkaian dari besi dibentuk layaknya seperti kapal dengan dihiasi dengan benang.



"Ada detil yang rumit dan njelimet dalam karya-karya Rachman,” papar Kus Indarto, sang kurator. Tema Operasi yang diangkat, menurut Kus, seperti ingin meneguhkan lebih jauh bahwa konsep dan gagasan artistik dan estetik operasi yang lama terpendam ingin dimuntahkan dan dioperasikan dengan baik. 


“Semoga pameran tunggalnya ini bisa mengembalikan lebih jauh posisi Operasi dalam peta seni rupa Yogyakarta bahkan Indonesia,” tutupnya. 

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Wajah, Rupa dan Lukisan Koran Yang Merekam INDONESIA

Wajah, Rupa dan Lukisan Koran Yang Merekam INDONESIA

READ MORE
FKY, Pesta Seni Orang (Muda) Jogja

FKY, Pesta Seni Orang (Muda) Jogja

READ MORE