Bukan 'Baju Lebaran', Koleksi Desainer yang Baru Rilis di Bulan Ramadhan ini

Bukan 'Baju Lebaran', Koleksi Desainer yang Baru Rilis di Bulan Ramadhan ini

Memasuki bulan Ramadhan desainer memang dibuat sibuk bukan kepalang untuk memenuhi undangan berbagai event, baik fashion show maupun gerai penjualan temporer di banyak tempat, untuk menarik pengunjung berbelanja di bulan berkah ini. Biasanya event-event Ramadhan yang diadakan di pusat perbelanjaan besar ini memang bertujuan untuk memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan fashion Ramadhan dan Idul Fitri, di saat daya beli masyarakat berada pada level tertinggi.

Merilis koleksi Ramadhan & Idul Fitri juga merupakan sebuah 'kewajiban' bagi para desainer dan brand, yang biasanya pasti sudah dipersiapkan jauh-jauh hari (beberapa bulan) sebelumnya, karena permintaan pasar dan volume penjualan pada bulan ini pasti mencapai titik tertinggi di sepanjang tahun. Menurut beberapa desainer, koleksi pada season ini juga biasanya adalah koleksi yang lebih marketable, lebih berselera pasar dan lebih berfokus untuk 'jualan'. Dengan kata lain, sesuai untuk dipakai sebagai 'baju lebaran'.

Tetapi dengan meningkatnya daya beli masyarakat pada bulan ini -dan konsumen berbelanja lebih tinggi untuk fashion di bulan ini daripada bulan-bulan lainnya-, bukan saja baju lebaran yang diminati, tetapi juga item fashion lain pada umumnya, busana casual, busana kerja ataupun item fashion yang sedang tren (seperti yang bisa dilihat pada banyak hasil survei perilaku belanja fashion di bulan Ramadhan). 

Di tengah-tengah banyaknya event yang berlomba menampilkan koleksi busana Ramadhan dan lebaran dari desainer dan brand, ada pula beberapa desainer yang menampilkan koleksi fashion terbarunya, not necessarily as busana lebaran. Karya para desainer ini ditampilkan dalam event Ramadhan in Style 2017, yang diselenggarakan oleh Indonesian Fashion Chamber bersama Gandaria City dan Ditali Cipta Kreatif

Ramadhan in Style diselenggarakan tidak hanya sebagai event memeriahkan bulan Ramadhan, tetapi untuk lebih menampilkan tren dan ragam gaya modest wear Indonesia. Ramadhan in Style hadir sebagai event fashion tahunan yang diperhitungkan dalam tren fashion Indonesia, terutama modest wear. Untuk mewujudkan Indonesia sebagai sentra fashion muslim global, pasar dalam negeri harus diperkuat agar produk busana muslim Indonesia benar-benar menjadi tuan rumah di negeri sendiri. 

Kebutuhan akan modest wear di pasar domestik yang terus melonjak naik belum tergarap secara optimal. Terutama saat momen Ramadhan, di mana kebutuhan akan pakaian muslim maupun alternatif busana hari raya Idul Fitri mengalami peningkatan secara signifikan dari hari biasanya. Untuk itulah, para pelaku sektor bisnis ini di tanah air, mulai dari desainer hingga label modest wear, dituntut untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Sehingga Indonesia tak hanya menjadi pangsa pasar atau konsumen dari produk buatan luar negeri, melainkan dapat menjadi sentra belanja modest wear skala global.

Rangkaian fashion show Ramadhan in Style 2017 diselenggarakan setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu selama 2 pekan mulai tanggal 9 Juni hingga 18 Juni 2017. Menampilkan multi koleksi modest wear karya desainer dan label asal tanah air, yaitu Hannie Hananto, Najua Yanti, Monika Jufry, Irna LaPerle, Lina Sukijo, Ella Brizadly, Islamic Fashion Institute (10/6/2017); Sodagar, L.tru, Valia Hijab, Nura Boutique, Masqa Clothing, NYS.co (11/6/2017); Neera Alatas, Aninda Nazmi, Kara Indonesia, Kami Idea, Chaera Lee, Belinda Ameliyah, Runny Soema di Pradja (16/6/2017); AD Indonesia by Deden Siswanto, Anggia Handmade, Fatih, Elfi Lila, Mannequina, Erwin Ibrahim, Errin Ugaru, Rossie Rahmadi (17/6); Modestroom.com dan District 12 (18/6/2017).


Beberapa desainer memang menyatakan bahwa karya yang mereka tampilkan di panggung Ramadhan in Style kali ini bukan merupakan koleksi lebaran/Idul Fitri, atau menyatakan bahwa mereka tidak secara khusus menyiapkan koleksi lebaran. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa koleksinya bisa dipakai untuk berbagai kesempatan, termasuk momen spesial saat Ramadhan atau Idul Fitri. 

Seperti Sofie yang tampil di hari Jumat, 9 Juni 2017. Koleksinya tetap dengan karakternya selama ini, bergaya androginy dengan warna-warna gelap, potongan yang struktural dan dekonstruktif pada berbagai gaya atasan dan outer. Desainnya banyak mengambil nuansa gaya berpakaian di negeri 4 musim, dengan luaran-luaran tebal dan berwarna hitam, yang fungsional untuk mendukung segala aktivitas wanita. Material tentu saja disesuaikan dengan iklim tropis, sehingga tidak terlalu tebal dan tidak panas. 



Eugeneffectes juga tampil lucu dan menyenangkan dengan koleksinya 'Japanese Doll'. Diangkat dari karakter boneka Jepang dengan susunan pakaian yang tabrak warna dan motif yang tidak senada. Bergaya urban yang sangat wearable dan tidak ragu untuk bermain tumpuk, Eugene tetap tidak meninggalkan DNA nya yaitu HARAJUKU style.

Gaya modest streetwear seperti ini sangat lekat dengan Eugene, sebuah pilihan yang tidak 'populer', tetapi sungguh mendatangkan warna -dan keceriaan- baru dalam tren modestwear Indonesia. Warna-warna tanah yang natural dipilih oleh Eugene karena sangat aman untuk digunakan pada setiap kesempatan, sekaligus sebagai palet yang sempurna untuk cipratan warna mencolok, seperti fuchsia yang digunakan sebagai kerudung. 



Anemone by Hannie Hananto juga menampilkan sesuatu yang tidak kalah lucu dan menggemaskan, bertema -jika boleh saya beri caption- Heart Queen. Hannie Hananto tidak ragu membawa warna pink menjadi sesuatu yang bold, sesuai karakternya melalui motif kotak-kotak besar dan aksen bordir berbentuk hati yang sangat menggemaskan! Di tangannya, pink bukan lagi dominasi gaya feminin yang lembut dan malu-malu, tetapi sesuatu yang mendobrak dan berani tampil. Tak bosan-bosan rasanya melihat koleksi Hannie Hananto kali ini, dan tentu saja ingin memilikinya!


please login to comment.

RELATED ARTICLES

Sosok Wanita Penting dalam Instalasi Art-Fashion L.tru

Sosok Wanita Penting dalam Instalasi Art-Fashion L.tru

Sebuah instalasi art-fashion ditampilkan label busana muslim L.tru dalam ajang MOCAfest 2016

READ MORE
Menuju Lebih dari 'Sekedar' Tata Busana

Menuju Lebih dari 'Sekedar' Tata Busana

READ MORE