Julianto dan Gaun Mewah Rancangannya yang Tampil di New York Fashion Week

Julianto, perancang muda Indonesia mempersembahkan 12 koleksi Spring/Summer 2020 di ajang prestisius New York Fashion Week 2020 (yang berlangsung 6 hingga 14 September di New York –Amerika Serikat), pada Senin, 9 September 2019, pukul 9 pagi waktu setempat.

IL FIORE dipilih menjadi tajuk koleksi Julianto dan dipersembahkan di atas papan peraga utama SPRING STUDIO, runway yang sama dengan presentasi karya desainer-desainer besar seperti Oscar de la Renta, Rodarte, Jeremy Scott, hingga Alber Elbaz X Lesportsac.

Koleksi Il Fiore menjadi penutup persembahan dari empat desainer dari Indonesia di bawah naungan Indonesia Fashion Gallery, sebuah wadah di bilangan Manhattan, New York yang kerap membantu dan memandu para perancang Indonesia untuk unjuk gaya di panggung mode New York.


IL FIORE THE COLLECTIONS

Diambil dari bahasa Italia Il Fiore bermakna ‘berkembang’ yang mengandung asa bahwa Julianto dapat terus maju mengembangkan diri. Direpresentasikan dengan mawar yang juga menjadi salah satu unsur logo Mojuya. Lewat Il Fiore Julianto menyelitkan pesan tersirat atas rasa terima kasihnya terhadap Mojuya yang telah menjadi pendukung utama peragaan di New York. Peragaan Il Fiore menjadi peragaan tunggal perdana bagi Julianto.

Untuk koleksi Il Fiore, Julianto mengeksploitasi kemampuannya dalam mengolah ide. Mawar yang menjadi gagasan utama meretas jelma menjadi unsur mode yang kuat pada presentasi ini. Hadir dalam rupa gelombang besar di dada, di pangkal lengan, atau di bagian bawah gaun. Seperti kelopak bunga gergasi.

Keahliannya bermain dengan embellishment, terlihat dibubuhkan di sekujur busana tanpa memberi kesan berlebihan. Payet, beads adalah favorit Julianto. Il Fiore hadir dalam koleksi yang kaya ragam potongan mulai dari atasan strapless, terusan ketat berpotongan lurus, bustier, gaun bertali bahu, gaun panjang fit and flare, jaket, rok pensil, blus berlengan besar, celana panjang yang sangat adaptif dipakai oleh kaum yang berselera muda dan masa kini.

Julianto sadar betul bahwa tendensi mode ditentukan oleh kiblat besar New York, Paris, Milan. Karena itu Julianto mengadopsi warna hijau dan pink yang hirau akan tren mode 2020 dan menyisipkannya di antara koleksi hitam dan putih yang menjadi pilihan tambahan di dalam deretan busana yang ditampilkannya.

Julianto tidak membatasi diri dalam mengekspresikan koleksi Il Fiore. Di antara adibusana, ada busana ready-to-wear ikut juga dihadirkan dalam koleksi. Meski siap pakai namun tetap dikerjakan oleh tangan-tangan cekatan selayaknya busana high fashion untuk menjaga kesan apik dan mewah yang selalu menjadi gaya khas rancangannya.

   

Di atas panggung NYFW 2020 (foto: Getty Images)

CERITA DIBALIK LINI UTAMA

Karir mode Julianto telah dititi sejak delapan tahun lalu, dengan menjual berbagai benda mode, terutama busana. Tak berpuas diri dengan itu, Julianto secara otodidak menciptakan baju-baju hasil rancangannya sendiri dan melahirkan label bernama Mojuya.

Untuk mengasah ilmu mode, ia mengambil kelas di Sparks Fashion Academy, Jakarta sambil memberanikan diri ikut mempresentasikan karyanya di Indonesia Fashion Week 2015. Dari mulut ke mulut Mojuya berhasil menuai ketenaran di kalangan kaum masyhur, seperti di antaranya penyanyi Rossa, Raisa, Angel Pieters, Agnes Monica yang menjadi clientele Mojuya.

Kemajuan Mojuya semakin meningkat. Namun melulu melayani keinginan klien tidak dapat memuaskan hasrat Julianto terhadap mode. Mengikuti kata hati dan mendapat dukungan penuh dari para seniornya, perancang muda yang kemudian bersekolah dan lulus dari Istituto di Moda Burgo Italy dan Istituto di Moda Burgo Indonesia ini memperkenalkan label Julianto sebagai lini utama (first line) label miliknya segera setelah kembali dari mendulang ilmu mode di Milan di tahun 2017.

Julianto memberani kan diri ikut tampil di ajang Jakarta Fashion Week 2018 serta Hongkong Fashion Week 2018 yang sempat meraih beberapa klien dari sana. Pada label Julianto, selain tetap melayani klien-klien yang ingin dibuatkan busana pengantin dan gaun malam sang Desainer lebih banyak memasukkan inspirasi mode dan angan-angan kreatifnya dibandingkan Mojuya yang kini berkonsentrasi pada kebaya dan pesanan yang lebih mendahulukan selera pemesan.

Setelah peragaan digelar, banyak penonton memberikan tanggapan positif terhadap koleksi yang dipersembahkan Julianto. Koleksi Il Fiore termasuk yang terpilih untuk dipajang di jajaran foto-foto resmi di situs dan IG New York Fashion Week.

Julianto salah satu perancang busana yang berada di pusaran kemunculan desainer-desainer baru yang mulai menunjukkan hasil nyata. Sebagai desainer yang termasuk di dalam generasi yang muncul di dekade ketiga tahun 2000 ini, Julianto telah membuktikan dirinya untuk memberi kontribusi yang segar terhadap keberanian, selera dan bisnis pakaian.

(teks dan foto oleh tim Muara Bagdja)

See also:
-- Amsterdam to Host Indonesia Cultural Fashion 2016 -- Julianto dan Gaun Mewah Rancangannya yang Tampil di New York Fashion Week -- Fabulous & Fashionable 7th Anniversary of Istituto di Moda Burgo Indonesia -- Infusi Modernitas dan Craftmanship Heaven Tanudiredja --

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Ria Miranda Membawa Modest Fashion ke Fashion Kode, Seoul Korea

Ria Miranda Membawa Modest Fashion ke Fashion Kode, Seoul Korea

READ MORE
Rinaldy Yunardi Menjadi Pemenang Utama dalam Kompetisi 'Wearable Art' Dunia

Rinaldy Yunardi Menjadi Pemenang Utama dalam Kompetisi 'Wearable Art' Dunia

READ MORE