Alleira Mengeksplorasi Kekayaan Motif Batik Jawa dalam Show Tahunan 'Yavadvipa'


'Yavadvipa' atau Jawadwipa, sebuah istilah dalam bahasa Sanskerta yang tak lain adalah pulau Jawa. Yavadvipa ini secara turun temurun diperintah oleh raja-raja dan ratu yang begitu mengagungkan seni dan budaya hingga melahirkan karya-karya besar antara lain berupa arsitektur dan ornamen-ornamen indah dan adiluhung yang tak bisa begitu saja dilupakan, termasuk batik salah satunya.

Terinspirasi keagungan dan keindahan budaya bangsa ini,  Alleira Batik mengangkat kembali inspirasi kekayaan adiluhung budaya Jawa dengan menggelar Annual Show bertema 'Yavadvipa'. Bertempat di  Segara Ballroom, Dharmawangsa Hotel pada 6 Oktober 2016. Acara yang digelar bersama Permata Bank Priority sebagai sponsor utama ini dikemas dengan memadukannya dengan unsur modern kontemporer yang menjadi ciri khas Alleira Batik. Sejumlah 42 Looks desain terbaru Alleira Batik akan tampil diatas pentas diperagakan oleh 10 model perempuan, 4 model pria dan 24 model anak-anak.

Batik sendiri yang merupakan salah satu karya khas Indonesia, memiliki nilai seni tinggi serta merupakan identitas dari Bangsa Indonesia. Tradisi membatik merupakan warisan turun menurun, dimana setiap motif batik memiliki makna yang mendalam,  bahkan beberapa motif batik dapat menunjukan status sosial ataupun asal usul dari sebuah keluarga. 

Hal ini pula yang mendorong PermataBank Priority untuk mendukung acara ini dan menginspirasi jutaan keluarga Indonesia lewat semangat melestarikan budaya batik. Lewat Fashion Show ini, dengan bangga PermataBank mengajak jutaan keluarga Indonesia untuk dapat menikmati Indahnya warisan budaya batik Indonesia sambil memberikan nilai - nilai positif kepada anak – anak kita mengenai arti pentingnya batik bagi Bangsa Indonesia yang dikemas secara berbeda dengan sentuhan desain modern kontemporer khas Alleira Batik.

Dalam setiap desain yang ditampilkan, keindahan warisan budaya Indonesia yaitu batik khas Cirebon, Yogyakarta dan Lasem  menjadi focus peragaan kali ini yang dituangkan dalam berbagai material yang nyaman dikenakan seperti kain tenun ATBM, supersilk, katun, jacquard, taffeta, dan suede, bukan saja material yang digunakan beragam, tetapi juga desain yang ditampilkan. Mulai dari potongan boxy, short jacket, coat hingga loose dress dikreasikan dari berbagai material dengan berbagai corak dan motif batik. Selain itu ditampilkan pula berbagai gaya jumpsuit yang trendi, fitted dress, A line dress, crop top dan long coat. Semuanya tersaji dalam warna-warna klasik tempo doeloe yang diselaraskan dengan warna-warna masa kini yang modern dan chic yang akan menjadi pilihan yang memenuhi kebutuhan pecinta Alleira Batik dalam berpenampilan didalam segala kesempatan.   

Peragaan kali ini tampil dalam 6 sequence. Sequence pertama sebagai pembuka menghadirkan koleksi yang didedikasikan untuk Yayasan Pendidikan Harapan Papua (YPHP) dengan mengusung tema “Java for Charity” berupa stola dan kemeja batik yang dibawakan oleh sosok yang sudah akrab dengan kita semua. Mien Uno, Sandiaga Uno, Nur Asia Uno, Widyawati, Rima Melati, Ninik L Karim, Saleh Husein, Agum Gumelar, dan Linda Amalia Sari Gumelar. Menggunakan material sutera ATBM yang mengangkat motif Cirebon, Lasem dan Jogja.


Di sequence 2, 10 model perempuan  dan 4 pria menampilkan batik khas Cirebon dalam koleksi bertajuk 'Mega Barong'. Terinspirasi dari Mega Mendung – motif khas hasil budaya Cirebon- yang berfilosofi  tinggi berbentuk iring-iringan awan. Dalam faham Taoisme hal ini mempunyai makna transidental (Ketuhanan). Di sini dituangkan menjadi koleksi ready to wear yang modern tanpa meninggalkan filosofi itu. Bersiluet  simple  seperti fit and flare, boxy, A line serta loose.  

'Paksi Ageng', adalah tajuk pada sequence 3 yang menghadirkan koleksi batik Lasem yang khas  memadukan dua kebudayaan antara penduduk lokal dengan Tionghoa. Motif burung hong (burung phoenix) dan motif lainnya seperti watu pecah, sekar jagad tampil dalam gaya khas Alleira Batik. Mewah dan unik kesannya.  Warna berani, seperti merah, biru, dan putih yang dipadu dengan hitam, biru, coklat muda dan merah maroon. Di koleksi ini detail drapped hadir dibeberapa bagian seperti atasan, celana panjang ataupun dress yang longgar. Potongan asimetris, high collar, permainan kontras warna juga menjadi daya tarik di sesi ini.


Cerah ceria kesegaran wajah 24 anak-anak menghiasi panggung Alleira Batik lewat kids collections pada sequence 4.  Menggunakan motif Cirebon, Lasem dan Jogja dalam bentuknya berupa kemeja, blazer, outer, dress flare dengan warna warna alam yang alami.  Terakhir, adalah koleksi dengan motif batik yang terinspirasi dari kemegahan candi Borobudur yang kaya akan relief, Alleira Batik menciptakan rangkaian desain bertema 'Caraka Jogja'.  Di sequence ini berbagai permainan motif lar atau sayap burung, ilustrasi candi Borobudur yang dipadukan dengan motif tradisional seperti Parang dan Kawung. Selain itu, hadir pula motif aksara Hanacaraka. Tampil dengan pilihan material seperti hand woven silk, supersilk dan organza, koleksi Yogyakarta ini terlihat ringan dengan desain yang serba melayang baik itu berbentuk dress, celana panjang atau pun kulot dalam variasi warna mulai dari mocca, dark brown, orange, terracotta, navy blue, ash blue, abu-abu, silver, hitam dan putih yang masih ‘diperkaya’ lagi dengan sentuhan aplikasi foil berwarna silver sebagai highlight.



please login to comment.

RELATED NEWS

Uniqlo U; Tinggalkan Tren Fashion, Jadikan Basic  sebagai Personal Style!

Uniqlo U; Tinggalkan Tren Fashion, Jadikan Basic sebagai Personal Style!

READ MORE
Corak dan Gaya Tak Terbatas untuk Pria dari Norlive

Corak dan Gaya Tak Terbatas untuk Pria dari Norlive

Norlive, sebuah brand dan distro di kawasan Tebet, mengingatkan kembali gairah kreativitas ala distro, dan memperlihatkan bahwa pria bisa memiliki beragam gaya bahkan hanya dengan berkreasi dengan pakaian atasan (top).

READ MORE