Permainan Kotak, Silang dan Persimpangan Lisa Fitria

Permainan Kotak, Silang dan Persimpangan Lisa Fitria

Sejuta inspirasi dan impian dipancarkan dari kota terpopuler di dunia, New York. Semua elemen, setiap sudut dan titik di kota ini seolah memancarkan daya tarik dan sofistikasinya sendiri.  Sudah tidak terbilang banyaknya karya yang terinspirasi dari kota Big Apple ini, sebuah simbol modernisasi yang paling tinggi.

Salah satu yang sangat identik dari kota ini, adalah taksi kuningnya (yellow cab) yang legendaris, menjadi unsur dominan yang membentuk wajah kota ini. Taksi yang melaju di ruas-ruas dan simpang jalanan utama kota New York, membentuk garis-garis persilangan yang kontras. Gambaran ini yang dituangkan secara ekspresif oleh Lisa Fitria, desainer dan member Indonesian Fashion Chamber pada koleksinya Intersezione.

Lisa yang memiliki karakter desain dengan gaya pop-art dan grafis yang kuat, tentu mampu memainkan imaji persimpangan ini secara mulus, bermain-main dan menyenangkan. Bentuk-bentuk persilangan ini diekspresikan dalam konstruksi tali-tali besar yang bersilang, dan tentu saja motif plaid (kotak-kotak) beragam ukuran dan gaya. 

Kontras tentu saja, warna kuning ikonik sang yellow cab ini dipadukan dengan hitam, abu-abu dan sedikit biru, diaplikasikan pada banyak elemen desain dan yang paling menarik perhatian, sepatu! Tantangan untuk menghadirkan gaya kontras ini tentu saja, bagaimana membuatnya tetap terlihat nyaman, tidak menghentak atau sekadar memainkan bloking warna. Lisa secara flawless mampu menghadirkan koleksi yang edgy, wearable dan tetap berani beda. 


Lebih jauh, sang desainer menuturkan konsep intersezione ini memiliki makna yang hendak ia sampaikan, baik pada dirinya sendiri maupun publik, tentang kehati-hatian. Ketika berada di persimpangan, dalam makna apapun itu -literal maupun ungkapan- tentu kita harus berhati-hati, mempertimbangkan sebaik-baiknya langkah apa yang akan kita ambil. Warna kuning, tentu saja juga bermakna hati-hati.

Dengan background lalu lintas dan suasana jalanan kota New York, presentasi ini terasa sangat modern. Namun -tidak seperti yang diperkirakan- bukan lagu 'New York' yang mengiringi presentasinya, melainkan lagu rakyat dari Jawa, Gundul-Gundul Pacul karangan Sunan Kalijaga. Lagu ini memiliki pesan yang sangat dalam tentang arti menjadi seorang pemimpin harus mementingkan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi, menjunjung tinggi keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya, pemimpin yang humble dan mendengarkan jeritan rakyatnya.

Intersezione diluncurkan dan dipresentasikan pada #23FashionDistrict, sebuah perayaan fashion yang berlangsung di pusat perbelanjaan 23 Paskal, pada 10 September 2018 lalu. 




Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Act Like a Lady, Dress Like a Lady

Act Like a Lady, Dress Like a Lady

READ MORE
Totalitas Menggarap Etnik, dari Olah Bahan hingga Kekuatan Styling

Totalitas Menggarap Etnik, dari Olah Bahan hingga Kekuatan Styling

READ MORE