Siluet yang Dirindukan; Segar dan Personal dalam Balutan Blazer
By modest.id - Sep 19, 2023Jenama BLZR.ID menggandeng Susan Budihardjo menciptakan koleksi gaya blazer yang personal dalam 'Sidik Jari'
Sebuah blazer memiliki karakternya sendiri yang membedakannya dengan busana luaran lainnya, yang biasanya kita lihat dari potongan menyerupai tailored suit (jas) yang membuat siluet konstruktif, dan pilihan garmen yang lebih formal, dalam warna-warna solid. Blazer yang tepat akan selalu menjadi pilihan penguat penampilan seseorang, karena karakternya yang dominan dan kemampuannya untuk mengelevasi.
Dengan karakter tersebut, blazer memerlukan konstruksi jahit yang spesifik sehingga tidak banyak jenama atau dress maker yang memilih untuk menekuninya. BLZR.ID merupakan sebuah jenama Indonesia yang relatif baru dan langsung dikenal dengan brandingnya, menjadi nama yang langsung dirujuk untuk belanja blazer. Tidak ingin terjebak dengan gaya blazer yang stagnan, Blzr.id membuat kejutan dengan menggelar peragaan pertamanya, menggandeng ikon fashion Indonesia Susan Budihardjo (SB) dan membawa kebaruan dalam lanskap fashion Indonesia.
Persembahan kolaboratif koleksi BLZR.ID X SB dilangsungkan di Open Door, Alam Sutera, Tangerang pada Sabtu, 16 September 2023 ini diberi tajuk SIDIK JARI. BLZR.ID ditangani oleh dua kakak beradik, Dennice Aulia dan Florine Aulia yang memilih jalur busana siap pakai untuk mengekspresikan gagasan modenya. Mereka memperkenalkan koleksi busana siap pakai dengan merek BLZR.ID ini pada 2014. Kala itu mereka melihat peluang untuk pasar blazer lokal yang relatif belum ada di media sosial. Sejak pertama diluncurkan fokus desain utama mereka adalah Blazer, yang berkarakter modern urban, bersiluet ringkas, dan tak Iekang dimakan waktu. Ditandai dengan ciri rancangan yang menonjolkan kekuatan konstruksi pakaian, kerapian teknik jahit, pemilihan bahan bercita rasa mewah, dan berujung pada tampilan blazer cantik namun dalam soal harga, ringan di kantong.
"Awalnya BLZR.ID memang menciptakan blazer untuk memenuhi kebutuhan pasar akan busana kantoran, tetapi kemudian blazer berkembang menjadi baju yang dapat dipakai untuk berbagai kesempatan. Sejak itu, kami mulai mendesain blazer sebagai luaran yang lebih modis. Saat itulah kami melamar Ibu Susan yang sejak lama kami kagumi. Nekat sih" kata Dennice Aulia selaku founder yang juga menangani desain dan produksi BLZR.ID.
"Saya tertarik karena mereka dapat bertahan sekian lama. Mereka masih sangat muda. Saya melihat desain BLZR.ID yang clean-cut juga sporty, dan masih dapat diolah lebih jauh. Ini tantangan besar untuk saya, karena untuk berkolaborasi artinya saya harus menekan ego saya sebagai fashion designer. Saya mendengarkan masukan mereka tentang daya jual,"jelas Susan tentang alasannya menerima tawaran kolaborasi dengan BLZR.ID.
Sinergi keduanya melahirkan 32 set total look busana yang tiap potongnya dimudahkan dengan konsep padu padan serasi dari desain yang bersenyawa. Kontribusi dan campur tangan keahlian Susan Budihardjo pada desain BLZR.ID, mengayakan style tanpa kehilangan kemurnian jati diri kedua kubu yang berkolaborasi itu.
KOLEKSI KAYA RUPA
Sidik Jari dimaknai dari sudut pandang filosofis bahwasanya setiap orang memiliki gaya personal yang membuatnya menjadi ciri khas setiap orang selayaknya sebuah sidik jari. Di samping itu, koleksi perdana Sidik Jari jika dianalogikan sebagai rekam jejak bahwa BLZR.ID pernah berkesempatan bekerja sama dengan seorang pendidik andal dan desainer mode senior, Susan Budihardjo.
Maka dalam koleksi terlihat struktur busana yang tegas, keras dan tajam berkarakter maskulin, dipadu dengan sentuhan dan keindahan detail, bahan halus seperti tulle, bermain-main dengan pita, yang dapat mewakili elegansi wanita. Perpaduan unsur feminin - maskulin yang menjadi sebuah keselarasan.
"Busana siap pakai itu musti ringkas, ringan, dan effortless. Padu padannya harus smart dan tidak merumitkan. Wanita menjadi lebih cantik di mata saya ketika ia tampil gaya." jelas Susan tentang keterlibatannya dalam koleksi Sidik Jari. BLZR.ID X Susan Budihardjo menyuarakan tiga inspirasi untuk acuan kampanye koleksi mereka; Freedom, Creativity, Individuality yang merupakan terjemahan atas pengalaman Dennice-Florine mendapat masukan dan bersinergi dengan Susan Budihardjo.
Individuality, yang menempatkan unsur pribadi saat tampil, karena setiap orang punya semangat untuk unjuk gigi sebagai dirinya sendiri. Freedom, kebebasan berekspresi, karena sesungguhnya kecantikan muncul ketika kita merasa bebas, tidak terikat pada aturan tertentu. Creativity, menjadi kreatif dalam kehidupan sehari-hari di segala lini. Bukan hanya padu padan busana saja tetapi berbagai hal, sehingga kreativitas semakin terasah. Semangat muda dikedepankan sehingga terus mencari hal baru.
Ketiga unsur ini menyelusup, menyatu dalam tiga puluh dua set koleksi kapsul yang ramah padu padan. Ada warna kontras dan warna terang seperti merah, seolah ingin menyuarakan keberanian. Dari segi bahan pun begitu, dipilih yang kontras misalnya, memadukan antara tulle dengan bahan formal jas yang kaku. Karakter Susan cukup terbaca dalam banyak potongan cropped blazer, bergaya playful dengan permainan pada lengan dan komponen desain lain. Yang Iain lagi, ada busana yang ditampilkan merupakan padu padan kreatif, misalnya memadankan blazer oversized dengan celana komprang berpipa besar ditingkahi selembar rok semacam apron yang bisa dipasang dan dilepas.
Pada kesempatan ini, Susan Budihardjo juga memperkenalkan logo terbaru dari lini utamanya menjadi SB.
See also:
--
Siluet yang Dirindukan; Segar dan Personal dalam Balutan Blazer --
Tags
RELATED ARTICLES
Panggung Pembuka MUFFEST+ 2022 yang Spektakuler
Apr 25, 2022MUFFEST+ 2022 resmi digelar selama 3 hari dengan menghadirkan fashion show, trade expo, hingga gerakan Sarung is My New Style
READ MORE