Jenahara Store, Titik Temu Desainer dan Ritel

Jenahara Store, Titik Temu Desainer dan Ritel
Sekian bulan dunia fashion Indonesia rasanya tiarap menghadapi cobaan pandemi, sebagai bagian dari area 'kreatif dan leisure', sektor ekonomi yang paling terdampak. Dunia fashion harus menghadapi dan berdamai dengan kenyataan yang tidak terlalu menyenangkan, melakukan semuanya secara daring. Berjalan dan bertahan memang, tapi fashion seperti kehilangan sentuhan magicalnya, yang sejatinya membuat kita antusias dengan segala hal yang baru.

Sebagian pelaku industri fashion mulai 'tidak betah' dengan kondisi ini, dan memutuskan untuk move-on. Kita sudah cukup survive dan bertahan, kini saatnya untuk bergerak maju, dengan memperhitungkan dengan cermat segala langkah, termasuk protokol kebiasaan baru.

Jenahara melakukannya, dengan sebuah langkah besar. Membuka toko -brick and mortar- baru, yang berada di Mal Kota Kasablanka. Dibuka secara resmi pada tanggal 1 Desember 2020, Jenahara Store berada di lokasi strategis di Mal besar di Jakarta, tentu sebuah langkah yang signifikan bagi bisnis fashionnya.  



Jenahara menjelaskan, pembukaan toko ini sekaligus sebagai milestone baru dalam bisnisnya. Sebelumnya, konsep dan operasional bisnisnya mengikuti 'brand' Jenahara sebagai seorang desainer fashion. Koleksi yang diluncurkan lebih banyak 'seasonal', dengan ritme sebagai designer brand. Kini, Jenahara merupakan sebuah brand ritel, koleksi siap pakai dengan jalur distribusi yang lebih cepat, terjangkau oleh peminat fashion di manapun. Rebranding ini ditandai dengan kerjasama Jenahara dengan Delamibrands, perusahaan ritel fashion yang memiliki sejumlah brand dan toko yang tersebar di seluruh Indonesia.  

Konsep Jenahara sebagai ritel brand ini juga dianggap paling pas oleh sang desainer, sesuai dengan idealisme yang diinginkannya sejak lama. Jenahara melihat ini sebagai sebuah inovasi dan kontribusi penting dalam industri fashion Indonesia, dengan tren masyarakat sekarang yang ingin mendapatkan produk fashion dengan lebih cepat, praktis dan produk yang mudah ditemukan. Sebelumnya, kolaborasi antara desainer dan ritel, terbatas pada peluncuran koleksi kolaborasi untuk musim tertentu.
Kini, kita melihat untuk pertama kalinya di Indonesia, sinergi desainer-ritel ini diwujudkan dalam konsep yang lebih permanen. Dengan partner yang tepat seperti Delamibrands yang telah berpengalaman dan kuat dalam bisnis ritel, ini juga menjadi langkah scale-up bagi brand Jenahara.  

Secara brand DNA, Jenahara akan tetap menawarkan koleksi yang menjadi identitasnya selama ini, didominasi oleh warna monokrom, bergaya edgy, simpel dan sleek. Tentu saja, dengan bergesernya konsep bisnis, rentang koleksinya pun akan semakin bervariasi, dan berusaha melayani lebih banyak konsumen, dengan ragam produk mulai dari loungewear, workwear, hingga active wear yang semuanya hijaber friendly. 

Bukan hanya dalam rangka mengobati kerinduan para pencinta fashion yang ingin berbelanja di toko, Jenahara juga ingin memastikan produk-produknya dapat dibeli oleh siapapun dari manapun hanya dengan cara mengakses webstore www.jenahara.com yang juga diluncurkan bersamaan dengan pembukaan toko baru ini.

See also:
-- Menantang Desainer Menghasilkan Tampilan Kain Indonesia yang (Selalu) Baru -- Modest Fashion Highlights in 2016 (part 1) -- Jenahara Latest Collection, in Pink! -- Ulos Bergaya Edgy Minimalis - Jenahara Black Label --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Harus #diRumahAja, Masih Beli Baju Lebaran?

Harus #diRumahAja, Masih Beli Baju Lebaran?

READ MORE
riamiranda on Muffest 2016; Challenging Its Comfort Zone

riamiranda on Muffest 2016; Challenging Its Comfort Zone

READ MORE