Komitmen BORU untuk Budaya dan Fashion Berkelanjutan

Istilah 'Boru' berarti anak perempuan atau garis perempuan dalam budaya Batak. Nama ini dipilih PT Toba Tenun Sejahtra untuk brand baru yang siap membawakan konsep timeless, ethical dan sustainable dengan mengangkat nilai-nilai budaya Batak dari Sumatra Utara. Dalam video kampanye BORU, kita bisa melihat latar daerah sekitar Danau Toba yang indah, dan gambaran proses pembuatan kain tenun dan songket di kampung-kampung sekitar.

Boru telah berkolaborasi dengan sejumlah pengrajin tradisional dan desainer muda untuk memadukan aspek budaya dan fashion. Berkomitmen untuk menjaga lingkungan, kebudayaan lokal dan kesejahteraan pengrajin untuk menciptakan perputaran ekonomi yang terus berkembang, BORU mengambil metode slow fashion dalam produksinya.

Jika fast fashion merupakan model bisnis dengan sistem produksi massal berbiaya rendah untuk memproduksi tren fashion terkini, slow fashion justru sebaliknya. Industri fast fashion kerap menggunakan bahan campuran kimiawi yang sulit terurai, seperti poliester, yang pada akhirnya akan menghasilkanmikroplastik yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. Sementara itu, slow fashion menggunakan bahan-bahan produksi yang ramah lingkungan dan bersifat lebih awet dan tahan lama. BORU menunjukkan komitmennya dengan menggunakan benang dengan komposisi 100% katun dan pewarna alami, yang relatif lebih aman dampaknya terhadap lingkungan hidup.

Ethical Brand yang Mengusung Budaya

Boru ingin menyampaikan pesan tentang identitas warisan individu. Saat ini terdapat pergeseran dalam gerakan yang biasa dilakukan oleh para perempuan muda Batak untuk mempertahankan warisan budaya mereka. Terinspirasi dari hal tersebut, Boru pun mengedepankan tema-tema tentang kemandirian mereka dan bagaimana mereka bangga dalam menjadi diri sendiri. Boru memulai perjalanannya dari Desember 2020, walaupun sudah dari setahun sebelumnya brand ini memulai pengembangan atas bisnis mereka. Boru terlahir sebagai brand pakaian ready-to-wear yang diproduksi dengan metode slow fashion.


Dengan ini Boru mengambil posisi sebagai ethical brand yang memadukan aspek budaya dan aspek lingkungan hidup. BORU adalah brand yang memiliki ciri khas memakai kain-kain tenun bermotif budaya Batak dalam kreasinya. Setiap kreasi Boru memiliki perjalanan yang berakar dari research and development dan menggunakan sumber daya alam yang dipakai dengan bertanggung jawab, bahkan sejak pemilihan benang, kain mix material dan pewarna alaminya. Tak ketinggalan, ketika akhirnya kreasi tersebut dikembangkan bersama pengrajin dan UMKM di beberapa daerah di Sumatra Utara, Boru pun memperhatian kesejahteraan mereka, sehingga tercipta sustainability yang mapan. Setiap pembelian kreasi BORU dapat mempengaruhi lingkungan hidup dan komunitas dari mana kain tenun itu berasal.

Penggunaan kain tenun asal Sumatra Utara ditekankan akan menjadi ciri khas tersendiri untuk BORU. Bahan tenunnya merupakan hasil karya pengrajin tenun tradisional yang dibina oleh BORU, yang memiliki peranan penting dalam memproduksi kain tenun bermotif ulos dengan craftsmanship yang mengikuti cara lama. Sebagai langkah awal, BORU mengangkat unsur budaya dari etnis Batak Toba, esensi dari motif ulos, yang dipadukan dengan corak baru dan modernisasi visual tanpa menghapus unsur budaya tersebut.

Koleksi Perdana, Sindar

Koleksi perdana yang resmi diluncurkan oleh Boru adalah koleksi pakaian dan aksesoris bernama Sindar. ‘Sindar’ memiliki arti ‘sinar’. Kata ini dipilih sebagai koleksi debut BORU karena setiap pemakai koleksi Sindar seakan-akan menjadi cahaya kecil bagi orang-orang di sekitarnya, dan telah menjadi bagian dari siklus ekonomi karya lokal yang membantu para artisan yang menciptakan koleksi ini.

Motif-motif yang dipakai dalam koleksi ini melambangkan tiga elemen penting dalam budaya Batak, yaitu ‘sinar’, ‘harapan’, dan ‘rumah’. Tak ketinggalan, pola pada kain tenun yang dipakai terinspirasi dari konsep Mataniari (‘penghidupan’) dan Gorga siTagan (‘saling menolong’).

 

Sindar hadir dalam 3 kategori utama. Ada Sindar Singgah, koleksi indoor; kemudian Sindar Binar, koleksi outdoor; dan Sindar Cita, koleksi khusus untuk perempuan. Memadukan warna cokelat dan biru dalam koleksinya, Sindar menampilkan gaya casual yang down-to-earth. Corak tenunnya netral namun indah, bahkan terkesan modern dan kontemporer. Koleksi ready-to-wear dengan pilihan untuk wanita dan unisex ini sangat cocok dipakai dalam keseharian kita.

Sindar pun hadir sebagai aksesoris. Ada masker dan hand sanitizer yang senantiasa melindungi kesehatan kita, serta pouch, stationery pouch, agenda cover dan gym bag yang praktis. Bahkan koleksi aksesoris dari Sindar pun mencakup pelengkap rumah seperti pillow cover

See also:
-- Menerjemahkan Keselarasan Semesta; Iwan Tirta Private Collection -- PROUD OF INDONESIA, Parade Fashion Indonesia di AEON MALL BSD CITY -- Thermos Seru dengan Ilustrasi Ayang Cempaka! -- Olive Oil untuk Memasak Sehari-Hari? Cocok dan Lebih Sehat --

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Impresi Romantis Monet dalam Koleksi Ronauli Liu

Impresi Romantis Monet dalam Koleksi Ronauli Liu

READ MORE
The Executive Rancang Seragam Resmi Indonesia pada Asian Games 2018

The Executive Rancang Seragam Resmi Indonesia pada Asian Games 2018

READ MORE