'Merayakan' Hijab bersama Aidijuma x World Hijab Day

Awal Februari, timeline sosial media dan laman online pasti dipenuhi dengan post dan berita tentang World Hijab Day (WHD). Ini adalah sebuah event tahunan yang 'dirayakan'* setiap tanggal 1 Februari, dan diinisiasi oleh seorang muslimah Amerika bernama Nazma Khan, pada tahun 2012 lalu. WHD adalah sebuah gerakan solidaritas untuk semua muslimah di seluruh dunia, dengan misi untuk menjadikan dunia yang lebih baik dan damai, dimana warga dunia saling menghormati terutama terhadap ekspresi beragama seseorang. 

Sejak kemunculannya, WHD telah mendapatkan perhatian dan support begitu besar dari seluruh dunia, mendatangkan ribuan volunteer yang turut menggalakkan kesadaran (raising awareness) tentang hijab, memiliki 70 duta WHD dari 45 negara dan banyak sekali diendorse oleh nama-nama terkenal di banyak negara.  Sebenarnya WHD muncul sebagai reaksi atas keadaan di berbagai tempat di belahan dunia yang masih belum kondusif bagi seorang muslimah untuk mengenakan hijabnya di tempat publik. Berbagai tantangan yang dihadapi bermacam-macam, terutama terjadi di dunia barat. Tahun ini, WHD mengangkat tema #IStand4Hijab untuk menunjukkan dan menyampaikan support untuk melawan Islamophobia dan diskriminasi terhadap muslim di Amerika yang sedang sangat disorot dunia sejak presiden Trump terpilih.

Tahun ini pada WHD 2017, Aidijuma sebagai label scarf asal Malaysia yang telah mendunia, ikut berpartisipasi secara penuh dalam menggaungkan semangat World Hijab Day melalui jaringannya di berbagai negara. Aidijuma menggelar event WHD di 5 kota besar dunia -London, Istambul, Brunei Darussalam, Indonesia dan Malaysia- selama bulan Februari, dan 3 diantaranya (Jakarta, Brunei Darussalam dan Istambul) serentak diadakan pada 19 Februari yang lalu. Di Jakarta, event ini diselenggarakan secara meriah dengan menghadirkan hijab bloggers, hijab influencers dan media. 

Acara ini menghadirkan bincang-bincang dengan Amaliah Begum, duta WHD dari Indonesia, kakak-adik Shirin dan Darin yang merupakan hijab influencers yang berusia belasan tahun, dan Nesa Aqila, Putri Muslimah 2015. Alhamdulillah kita hidup di Indonesia yang sangat kondusif bagi seseorang untuk menjalankan ajaran agamanya, serta selalu memelihara kerukunan antar umat beragama, sehingga pada dasawarsa terakhir hampir tidak lagi ditemui isu-isu terkait penggunaan hijab. Indonesia bahkan menjadi rujukan seluruh dunia dalam bidang tren fashion muslim dan hijab. Dengan situasi ini, hijabers di Indonesia tetap menyuarakan solidaritas dan dukungan terhadap muslimah lainnya di seluruh dunia, melalui #IStand4Hijab.


Mengenai kolaborasi Aidijuma dengan WHD, Datin Norjuma founder Aidijuma mengatakan harapannya agar hijabi saling menerima dan menghargai. "Kita bersatu dengan tujuan yang sama, mengharap berkah Allah. Hijab bukan sekadar fashion movement, juga bukan hanya bisnis, tapi hijab merefleksikan pilihan hidup, gaya hidup, dan prinsip hidup. Ini tujuan utama Aidijuma Scarf dalam penyelenggaraan kegiatan dan bergabung mendukung WHD, karena kami memiliki aspirasi yang sama," pesannya yang disampaikan melalui ThinkFashion Indonesia -penyelenggara event ini di Jakarta-.

Untuk lebih mengapresiasi gerakan WHD di seluruh dunia, Aidijuma merilis sebuah produk scarf dengan nama Bawal Printed - WHD (World Hijab Day). Scarf edisi terbatas ini dibagikan pada semua peserta event di 5 negara tersebut, berwarna dasar hitam dengan motif print yang sangat fun, ceria dan bergaya muda. This Bawal scarf was made to show some love, support, happiness and fun in wearing hijab. And oh, this scarf is so comfortable and fashionable! (I'm not sure, but you maybe you can look for this scarf at aidijuma.com)

Once again, happy World Hijab Day to all muslimah around the world! 


(image: thinkfashion Indonesia)


*Saya menggunakan tanda kutip pada istilah dirayakan, atau merayakan, karena menurut hemat saya sendiri, hijab dan segala lingkupnya, sejatinya adalah hal yang sangat lumrah. Mengenakan hijab seperti menjalankan kewajiban agama pada umumnya, atau bisa juga dianggap sebagai hak asasi seseorang. There's nothing special in it. Tetapi memang sesuatu yang lumrah ini menjadi istimewa di beberapa area dan negara, karena adanya tantangan tertentu. Dan dalam hemat saya World Hijab Day lebih bermakna gerakan solidaritas -bukan perayaan-, untuk muslimah berhijab. 

please login to comment.

RELATED NEWS

#23FashionDistrict Akan Jadi Ikon Fashion Tahunan Bandung

#23FashionDistrict Akan Jadi Ikon Fashion Tahunan Bandung

READ MORE
Produk Tekstil & Fashion Indonesia Diminati Pasar Rusia

Produk Tekstil & Fashion Indonesia Diminati Pasar Rusia

READ MORE