Jangan Ragu Memulai Bisnis. Ini Panduan Untuk 9 Bidang Usaha, Simpel dan Akurat


Bekraf meluncurkan seri buku Panduan Pendirian Usaha Bidang Ekonomi Kreatif, pada hari Senin, 31 Juli 2017 lalu. Ini langkah konkrit pemerintah melalui Bekraf untuk mendorong masyarakat untuk mendirikan usaha, terutama di sektor ekonomi kreatif.

Untuk peluncuran perdana ini, ada 9 buku panduan pendirian usaha, yaitu bidang Animasi, Aplikasi Digital, Fashion muslim, Kriya Batik, Kriya Keramik, Kriya Perak, Game digital, Kuliner Soto dan Studio musik. 9 bidang usaha bidang ekonomi kreatif ini sangat cocok untuk bagi ekosistem dan pasar di Indonesia, dan sesuai dengan keunggulan kompetitif bangsa.

Buku panduan ini dibuat selengkap dan sesederhana mungkin. Mulai dari peluang usaha, permodalan, manajemen produksi dan SDM, keuangan dan pemasaran, hingga legalitas dan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dikemas menjadi sebuah referensi yang mudah dimengerti dan diterapkan oleh siapapun yang ingin memulai dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif.

Pemahaman yang baik terhadap perlindungan HKI dalam pengembangan wirausaha ekonomi kreatif pun tidak kalah penting. Perlindungan HKI merupakan hal yang sangat penting dalam pengembangan wirausaha ekonomi kreatif, oleh karena itu sebelum memulai dan mengembangkan usaha ekonomi kreatif, para pelaku ekonomi kreatif perlu meningkatkan pemahaman terlebih dahulu terhadap HKI ini. Pada hakikatnya HKI-lah yang membedakan ekonomi kreatif dengan ekonomi komoditas.

Menurut Wakil Kepala BEKRAF Ricky Pesik, peluncuran buku panduan ini menjadi penting setelah survei BPS menunjukkan 2 fakta penting. Pertama, 83.32% pelaku ekonomi kreatif nasional -berdasarkan survei tersebut- belum memiliki badan usaha. Sehingga belum bisa diukur dengan baik kontribusinya terhadap ekonomi nasional. Kedua, dari 2,5 juta pendatang baru tenaga kerja nasional, lebih dari 20%-nya memasuki bidang ekonomi kreatif. Jadi ekonomi kreatif menjadi sektor yang menyerap pendatang baru tenaga kerja terbesar.

Buku panduan ini merupakan hasil kerjasama antara BEKRAF dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) yang sudah sejak lama memberikan perhatian dalam pengembangan kewirausahaan. Disusun melalui serangkaian diskusi, terutama dengan pelaku usaha yang selama ini banyak berkecimpung dan berpengalaman. Buku ini akan menjadi panduan yang mumpuni dan menjadi referensi, bagi para calon dan pelaku usaha pemula.

Dalam skala yang lebih luas, BEKRAF juga memiliki misi untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif, dengan membangun budaya kewirausahaan. Berawal dari mengubah mindset masyarakat, terutama anak muda; yang tadinya hanya mencari pekerjaan menjadi pelaku usaha yang membuat pekerjaan. Karena dengan buku panduan ini, diharapkan para calon-calon pelaku bisnis dapat langsung memulai action, dan tidak terlalu dibayangi oleh hambatan mental dan mindset yang keliru.

Buku ini dapat diunduh secara gratis di website BEKRAF, pada tautan berikut http://www.bekraf.go.id/berita/page/17/88-buku-panduan-pendirian-usaha-bidang-ekonomi-kreatif





please login to comment.

RELATED NEWS

Konser 'Kangen Yang Terindah', yang Terbaik dari Tahun 90an

Konser 'Kangen Yang Terindah', yang Terbaik dari Tahun 90an

READ MORE
24 Karat, Mini Seri Ramadhan Hadir di Viu

24 Karat, Mini Seri Ramadhan Hadir di Viu

READ MORE