Meet This Hottest Brand; All The Horses
By ketupatkartini - Dec 6, 2016Menawarkan celah baru gaya dan karakter yang percaya diri dan feminin, in a whole new look.
Salah satu ruang pertemuan di hotel berbintang lima sore itu terasa hangat oleh beberapa -tidak terlalu ramai- fashionista yang familiar bagi habitat mode di Jakarta. Mereka mengenakan busana yang senada, warna monokrom dominan hitam bergaya free-spirited, boho dan slouchy.
Salah satu tamu mengenakan atasan loose bermotif polkadot hitam putih lengan bell 3/4, yang ditumpuk lagi dengan cropped blouse longgar pula berlengan pendek dari bahan leather yang sangat ringan. Bila diperhatikan, leather top ini memiliki tekstur berbintik, tidak polos. Kedua layered tops tersebut dipadukan menghasilkan look yang three dimensional, playful dan slouchy.
Mereka mengenakan busana dari All The Horses (ATH), sebuah brand milik Barli Asmara, desainer Indonesia yang tahun ini tepat 15 tahun berkarya di dunia mode. All The Horses sebenarnya bukan pendatang baru di Indonesia. Pertama kali memang diperkenalkan lebih dulu di Australia, menangkap peluang yang ada pada saat itu. Tahun ini, Barli dan partnernya untuk ATH, Kukuh Zuttion, membawa kembali ATH pada publik mode Jakarta dan pertama kali dipresentasikan pada panggung IPMI trend show bulan November 2016 yang baru lalu.
Pada event fashion soiree yang diselenggarakan oleh Cosmopolitan fm ini, Barli pertama kali mengadakan preview koleksi ATH pada para tamu yang hadir. Kali ini, saya dan tamu lainnya bisa melihat, merasakan langsung koleksi menarik ini, yang jauh lebih mengagumkan dibanding ketika tampil di panggung fashion show.
ATH menjadi lini fashion Barli yang bagi saya, 'ditunggu-tunggu' oleh banyak orang. Kiprah selama 15 tahun, Barli tentu sudah dikenal luas sebagai desainer yang idealis, dengan lebih banyak berkreasi di area couture. Walaupun desainer yang satu ini juga banyak membuat lini ready-to-wear dan koleksi kolaborasi, kini melalui ATH para penggemar fashion bisa merasakan sentuhan khas dan original Barli dengan harga yang terjangkau, dan tentu saja berkonsep fashion forward.
ATH mengusung konsep yang sangat menarik, dengan sentuhan high fashion melalui permainan tekstur material yang tidak biasa. Pada koleksi musim ini, kita bisa menemukan berbagai kombinasi material dalam satu potong busana, seperti leather dan lace, linen dan denim. ATH juga banyak memainkan teknik untuk mengolah material tersebut, sehingga hasilnya pun unik, one of a kind. Lace stripes yg dijahit satu persatu pada rok berbahan dasar linen, teknik eyelet, sulaman tangan pada bahan sifon, hingga prints di berbagai material. It's such an organized mess. U won't find sleek and clean look here, its all about texture n richness.
ATH pun memainkan banyak siluet pada koleksinya, loose, slouchy and relaxed, adapula yang berpotongan feminin klasik. There's really something for everyone. Dan setiap potong busananya sangat mudah untuk dipadu padan, hingga menjadi statement items pada keseluruhan tampilan. Ornamentasi juga menjadi bagian penting dalam membangun satu rangkaian koleksi. Ornamentasi, yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Barli sebagai seorang desainer.
Saya mengagumi kejeniusan sang desainer yang mampu menangkap 'celah gaya' yang belum tergarap ini. Melihat ATH, kita melihat sosok yang merayakan feminimitasnya dengan cara bebas, sangat percaya diri, dan eksperimental. Menurut Kukuh, kunci brand ini memang ada di olahan materialnya. ATH berkomitmen menghadirkan material pilihan, sehingga dapat diolah sesuai konsep dan menghasilkan look yang diinginkan.
ATH saat ini memiliki workshop dan showroom di Bali. Untuk menjangkau konsumen yang lebih luas, ATH pun kini telah meluncurkan website e-commerce yang dapat diakses di www.allthehorses.id. Beberapa itemnya merupakan produk ready stock, dan sebagian lain harus melakukan pre-order yang membutuhkan waktu hanya 2-3 hari pemrosesan.
See also:
--
Aktualisasi Gaya Parisian Chic yang Klasik dan Ideal --
Nusantara Fashion Festival 2020; Konsep Matang Perayaan Fashion Virtual Terbesar --
Architecture of Cloth; Memahami Kesempurnaan Karya Auguste Soesastro --
Up2date Kini; Satu Dasawarsa Penuh Makna --