IFI Graduation Batch 4; Aktualisasi Idealisme dan Tantangan Desain Busana Muslim

IFI Graduation Batch 4; Aktualisasi Idealisme dan Tantangan Desain Busana Muslim

Islamic Fashion Institute (IFI) yang berada di Bandung merupakan sekolah fashion islami pertama di Indonesia yang didirikan oleh 3 desainer berpengalaman; Irna MutiaraDeden Siswanto dan Nuniek Mawardi. Menjadi sekolah mode islami pertama, IFI memiliki banyak peran strategis dan penting bagi perkembangan fashion muslim di Indonesia. Salah satunya menjadi referensi tentang fashion islami, dan meletakkan standar 

IFI didirikan dengan visi dan idealisme untuk membangun dan memajukan industri fashion muslim di Indonesia, dengan latar belakang pesatnya perkembangan fashion muslim di Indonesia, tetapi belum ditunjang dengan backbone yang baik, terutama dalam desain dan bisnis. 

Hingga saat ini IFI telah meluluskan 4 angkatan dalam program Fashion Designer. Yang terakhir, pada tanggal 19 Desember 2018 IFI secara resmi menyelenggarakan Haflatu At Takharruj -yang berarti acara kelulusan- angkatan 4. Program Fashion Designer di IFI ditempuh selama 9 bulan, dengan 3 bulan terakhir merupakan proses bimbingan dan produksi untuk mempersiapkan koleksi akhir. 

Kali ini ada 10 siswa yang dinyatakan lulus, dan mempresentasikan koleksi fashion mereka dalam sebuah pergelaran fashion show kelulusan. Profil lulusan pun bervariasi, dan beberapa diantaranya berasal dari daerah di luar Bandung, seperti Jambi, Pekanbaru dan Sukabumi. 

Irna Mutiara, dalam bincang selepas fashion show menyampaikan kegembiraannya melihat koleksi para lulusan, yang secara umum lebih berkembang dibandingkan dengan angkatan-angkatan sebelumnya. Para lulusan sejak awal ditekankan dan diharuskan untuk memiliki karakter atau DNA desainnya masing-masing, dapat mengidentifikasi, memvisualisasi dan mengembangkan DNA tersebut, sehingga setiap koleksi memiliki karakter yang kuat dan berbeda, satu dengan lainnya.

Memang, harus diakui bahwa dari koleksi para lulusan IFI ini (sejak angkatan awal), masih banyak yang mendapatkan pengaruh gaya, 'warna' dari para instruktur atau lulusan sebelumnya. Masih banyak ragam atau 'aliran gaya' yang belum dieksplorasi oleh para lulusan ini, yang sebenarnya bisa benar-benar memberikan gebrakan dan inspirasi kuat bagi perkembangan dunia fashion Indonesia.

Koleksi para Lulusan

Menarik dan menggembirakan melihat koleksi dari 10 lulusan IFI angkatan 4 ini. Dengan skillset yang telah mereka miliki, hasil dari mengenyam 9 bulan pendidikan di IFI, membuat karya para calon desainer ini 'memuaskan' dari segi kualitas dan presentasinya. Dua karya secara kuat mengangkat kain tradisional, yaitu Batik Jambi oleh Rifdatul Khoiro dan kolase corak tradisional-modern Indonesia pada koleksi Vis-a-Vis Minatilah Maupurah

'Elok' oleh Rifdatul Khoiro berhasil memperlihatkan kecantikan motif-motif batik Jambi dengan harmonisasi corak dan warna yang menawan. Elegan dalam siluet I dan H yang bisa mengakomodasi karakter klasik maupun kontemporer. 

Rifdatul Khoiro


Minatilah Maupurah

Gaya quirky, dekonstruktif dan rebellious merupakan salah satu 'aliran' yang biasanya disukai dan kerap dipilih oleh para desainer muda ini. Segmen gaya ini, dengan cirinya masing-masing tentu saja, ditampilkan oleh Felicia JoufrinneSiti Salma Nursabila dan M. Firman Nurimansyah. Felicia menuangkannya dalam grunge street style, yang sangat kental dengan inspirasi urban street art. Siti Salma dengan karya New Yorkers, memadukan warna abu-abu dan kuning, structured dan bermain pola patchwork. Sedangkan koleksi M. Firman yang mendapatkan penghargaan best presentation, mendapat banyak sekali pujian dan menjadi favorit banyak penonton yang hadir. Firman yang merupakan satu-satunya lulusan pria, juga menggunakan pola-pola dekonstruksi, dengan nuansa era revolusi industri. Jaket bergaya unfinished dan oversized, dan motif koran yang menjadi highlight koleksinya, pemilihan bahan serta finishing yang baik menjadi poin-poin keunggulannya. 

Felicia Joufrinne, Siti Salma


M. Firman Nurimansyah

Lima lulusan lainnya yaitu Dwi Mustika Dantika, Haliza Apriana, Putri Nur Kharisma, Mashita Andhani, dan Shafiradita Farhani. Koleksi Snova Rasti karya Dwi Mustika menjadi koleksi yang berbeda, sangat cantik dengan style feminin romantis yang menunjukkan kekuatan perpaduan warna dan kelihaian dalam jahitan yang sungguh tidak mudah, untuk material ringan seperti ini. Sebuah koleksi yang tak mungkin ditolak.

Dwi Mustika Dantika

Para lulusan ini menawarkan sesuatu yang baru, dengan perpaduan skillset mumpuni, idealisme dan optimisme untuk memasuki pasar fashion lokal, nasional bahkan internasional. Semoga apa yang ditawarkan para calon desainer ini tidak hanya berhenti pada presentasi fashion show kelulusan, seperti juga yang dikonfirmasi oleh salah satu dosen, Irna Mutiara, bahwa para mereka -para lulusan- dalam jangka pendek ini diarahkan untuk membuat koleksi turunan, siap pakai dan siap jual, sehingga bisa dinikmati oleh masyarakat luas. 


Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Semangat Mode dari Kota Lama Semarang

Semangat Mode dari Kota Lama Semarang

READ MORE
Ekspresi Budaya dalam Syar'i, Koleksi 7 Desainer Hijabersmom Community

Ekspresi Budaya dalam Syar'i, Koleksi 7 Desainer Hijabersmom Community

READ MORE