Berbagi Cerita Bersama Halima Aden Sang Supermodel

Berbagi Cerita Bersama Halima Aden Sang Supermodel

Halima Aden, super model berhijab pertama di dunia, untuk pertama kalinya datang ke Indonesia pada 7 Desember 2019 dalam acara Jakarta Halal Things di Senayan City. Dalam talk show tersebut, gadis yang berasal dari Somalia itu berbagi pengalamannya sebagai model berhijab di Amerika dan bekerja di industri fashion. Halima juga memberikan aspirasinya sebagai perempuan dan muslim, serta bagaimana ia menyikapi hal-hal tertentu dalam hidupnya.

Dalam talk show yang berlangsung intim bersama ratusan penonton yang hadir dan dipandu oleh Dewi Sandra ini, Halima tampak begitu ramah dan manis memberikan senyum kepada siapapun yang melihatnya. Ketika sesi pertanyaan, ia turun dari panggung dan menghampiri penanya kemudian memeluknya. Such a sweet person!

Ia membagikan pengalaman hidup dan cerita bagaimana ia menghadapi bermacam hal dalam hidupnya. Selama 22 tahun hidupnya, hijab telah ia kenakan sejak umur 5 tahun, sejak ia masih di kamp pengungsian. Bersama ibunya, ia belajar menghadapi hidup yang keras sebagai pengungsi dan imigran. Dari pengalamannya mengungsi tersebut, ia menjadi dirinya sendiri dan ia tidak pernah berharap untuk mengubah masa lalunya bila mampu, ucapnya.

Dalam dunia pekerjaan, ia tidak pernah lepas dari hijabnya. “I will never compromise my hijab,” dan “Hijab is my identity,” ucapnya tegas. Sebagai model dalam agensi IMG Models, ia menerima banyak sekali tawaran. Akan tetapi, bila suatu tawaran tidak sesuai dengan standarnya sebagai perempuan Islam dan berhijab, ia akan menolak. Berkata, “Tidak,” akan membukakan jalan baru untuknya. Dengan mengatakan, “Tidak,” kesempatan lain akan terbuka, seperti kerja sama dengan desaniner yang memang meluangkan waktu dan tenaganya untuk Halima dengan menyediakan pakaian yang tertutup. Ia sangat mengapresiasi para desainer dan perusahaan yang meluangkan waktu untuknya.

Sebuah pertanyaan terlontar oleh penonton mengenai hijabnya, apakah hijabmu mempersulit karirmu? Halima menjawabnya sambil tersenyum. “Not every job is for me,” katanya. Menurutnya, dengan berkata tidak dan dengan berhijab, hal-hal tersebut mengeleminasi pekerjaan yang tepat untuknya dan memang dibuat dan ditakdirkan untuknya. 


Tidak hanya mengatakan tidak, setiap mendapat pekerjaan, ia selalu melakukan sholat istikhoroh. Ibadah ini ia lakukan untuk meminta yang terbaik kepada sang pencipta. “We have so many choices. We can ask Allah for guidience,” ujarnya. Dalam menerima tawaran pekerjaan, Halima juga kerap bertanya kepada perempuan-perempuan di dalam hidupnya, seperti ibu dan kawannya. Dengan ini, ia tidak terjerumus ke dalam kesesatan atau suatu musibah yang tak diinginkan.

Ketika mendapat musibah atau mengalami hal-hal yang tidak menyenangkan, Halima berkisah bahwa ia selalu mencoba dan mencari sisi lain dari buku. Dengan melihat perspektif yang lain, ia dapat menemukan hal yang baik dan dapat dipelajari sehingga peristiwa tersebut tidaklah menjadi hal yang buruk. Ia juga percaya bahwa semua hal yang kita lakukan adalah pilihan. Bahkan, emosi pun adalah pilihan. Kita bisa merasakan sesuatu tapi dalam bereaksi akan sesuatu itu adalah pilihan kita dan dalam memilih, pilihlah hal yang baik, “Always be kind and have pure intention.”

Selain itu, Halima memiliki caranya sendiri ketika diberi pertanyaan yang ia tak berkenan untuk menjawab. Pertanyaan-pertanyaan seperti, “Apa model hijab favorit kamu?” atau “Apa sunnah kesukaanmu?” tidak akan ia jawab. Menurutnya, menjawab pertanyaan seperti itu dapat menyinggung orang lain dan orang lain juga dapat mencari celah dari jawaban kita. Caranya dalam menyikapi pertanyaan seperti itu adalah tersenyum, menggeleng, sambil mengatakan tidak. Dengan begitu, orang yang bertanya tidak akan tersinggung.


Perjalanan karir dia sebagai super model mulanya tidak semata-mata ingin menjadi model. Layaknya perempuan remaja di manapun, ia diminta ibunya untuk kuliah, lalu menikah. Untuk menikah, ia merasa belum ada pria yang cukup pantas dan dewasa untuknya, “so, nu-uh, not yet,” tolaknya. Karirnya pertama kali sebagai model adalah ketika ia mengikut Miss Minnesota USA pageant demi mendapatkan beasiswa untuk kuliah. Alih-alih mendapatkan beasiswa saja, ia ternyata berhasil menjadi seorang sarjana dan super model.

Super model bukanlah satu-satunya hal yang sedang ia tekuni. Saat ini, Halima sedang memproduksi film bersama Sonya Nassery Cole, seorang filmmaker. Dalam memproduksi film, ia berlaku sebagai Executive Producer. Film tersebut berkisah tentang kisah cinta sepasang kekasih yang terhalang oleh keluarga. Kamp pengungsian dan imigran juga akan diungkit dalam film yang berlatar di Asia Barat ini. Film tersebut akan tayang pada awal tahun 2020.

Tidak hanya bergelut di dunia perfilman, Halima merupakan UNICEF Ambassador mengingat dirinya pernah merasakan apa yang anak-anak di tempat pengungsian rasakan. Sebagai ambasador, Halima merasa seperti kembali ke tempat asalnya. Ia juga kehilangan masa kecilnya sebagai imigran dan ingin menginspirasi para anak imigran bahwa mereka punya masa depan. Halima terus memberikan harapan kepada mereka karena harapan adalah hadiah yang tidak memiliki harga, namun sangat berharga dan dapat semua orang berikan kepada siapapun.

Dalam sesi penutupan, Halima memberikan pesan kepada perempuan Indonesia bahwa looks is not everything. Looks is just 2% and 98% left is how you impact other and what you give to other. Ia juga mengatakan, “You can’t let the world take your smile. You can’t let the world take your value. You can’t let the world harden your heart.” Ia juga mengingatkan agar kita sesama hijabi dan perempuan tidak boleh meninggalkan apalagi membenci hijabi dan perempuan lain. Kita harus selalu ada dan mendukung mereka. Sebagai penutup, ia bungkus talk show dengan mengatakan, “Don’t change yourself. Change the game,” bersama ratusan hadirin.



(foto: Jakarta Halal Things & Modest.id)

See also:
-- Berbagi Cerita Bersama Halima Aden Sang Supermodel --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Hannie Hananto Tampilkan Koleksi di Daegu, Pusat Fashion Korea Selatan

Hannie Hananto Tampilkan Koleksi di Daegu, Pusat Fashion Korea Selatan

READ MORE
Berharganya Perempuan, Pesan dalam Urang Banua Vivi Zubedi

Berharganya Perempuan, Pesan dalam Urang Banua Vivi Zubedi

READ MORE