Sumba yang Cantik dalam Olahan Biyan

Sumba yang Cantik dalam Olahan Biyan

Desainer Biyan Wanaatmadja bekerja sama dengan Bank Indonesia melahirkan Humba Hammu. Humba Hammu merupakan bahasa Sumba yang berarti “Sumba yang Cantik” dan merupakan terjemahan dari rasa cinta Biyan pada Sumba. 

Rasa cinta Biyan ini salah satunya tercermin dari banyaknya jumlah look yang dihasilkan, yaitu hampir 90 set busana. Padahal, awalnya Biyan mengaku hanya ingin membuat tidak lebih dari 40 looks. Biyan mengeksplorasi kain tenun hasil pengrajin asli Sumba dan menjadikannya sebagai bahan gaun panjang dan kemeja. Namun di samping itu, Biyan juga mengolah kembali kain-kain tenun asli ini dan mengombinasikannya dengan material lain dengan teknik patchwork yang merupakan ciri khas Biyan. 

Kain tenun Sumba sendiri memiliki keunikan, yaitu setiap helai kainnya tidak ada yang memiliki cerita yang sama dengan helai lainnya. Pada koleksi ini, Biyan berusaha agar bahan-bahan yang dipakai dapat mewakili semua daerah di Sumba.


Dalam koleksinya ini, Biyan memadukan karakter rustic kain tenun Sumba dengan bahan-bahan yang lebih menampilkan kesan mewah seperti silk lame, jacquard, dan katun. Bahan-bahan ini kemudian dirancang menjadi jaket, coat, outerwear, dan blouse. Biyan juga menambahkan kesan mewah namun tetap membumi melalui detail-detail seperti border, beading, fringe, dan sulaman kerang. Melalui padu padan ini, Biyan menampilkan kain tenun Sumba yang terlihat modern, mewah, dan elegan untuk dikenakan pada acara-acara formal.  

Bagi Biyan, Humba Hammu ini merupakan sebuah jembatan bagi orang-orang yang tinggal di kota-kota besar terutama Jakarta. Kehidupan kota yang begitu fast-moving terkadang membuat kita tidak punya waktu lagi untuk melihat kekayaan Indonesia dan apa yang kita miliki di negeri ini. Pesan penting yang ingin Biyan sampaikan adalah siapa lagi yang mempromosikan kekayaan ini kalau bukan kita. Dengan demikian, bukan hanya merilis koleksi Humba Hammu ini, Biyan juga memberikan sumbangan untuk pembangunan Rumah Tenun yang bertujuan untuk melestarikan kain-kain tenun tradisional, bukan hanya dari Sumba tapi juga dari daerah lainnya di Indonesia.