Barli Asmara dan Perannya di Segmen Modest Fashion
By ketupatkartini - Jun 30, 2016
Menyaksikan geliat perkembangan muslim fashion, khususnya di kota-kota besar Indonesia, tidak bisa lepas dari peran para hijabers dan muslimah yang sebagian besar mengambil peran utama sebagai desainer.
Seperti di Jakarta, para desainer muslimah ini bukan saja sebagai 'orang dibalik sebuah desain/produk/brand', tetapi berperan juga sebagai muse, promotor, idola, center of attention. Designer is the brand itself.
Di antara lokomotif modest fashion ini, ada seorang yang bukan hijabers, bukan pula muslimah, tetapi mengambil peran sama sentralnya dengan para desainer lainnya.
Barli Asmara, bukan nama baru dalam dunia fashion Indonesia, bahkan lebih dulu berkarier di bidang ini dibanding emerging muslim designer lainnya. Barli sejak tahun 2000 telah menjadi desainer yang konsisten, dan lumayan produktif. Kini namanya lebih lekat dengan modest fashion, seiring berbagai keterlibatannyanya di segmen ini. Seperti menjadi duta desainer Wardah, narasumber, juri di berbagai event, dan mulai sering membuat rancangan busana muslim.
Terakhir Barli berkolaborasi dengan Blibli.com untuk mengeluarkan koleksi menyambut hari Lebaran. Barli memang tidak menyebut dirinya sebagai muslim/modest designer, sehingga desainnya lebih umum, bisa dikenakan baik yang berhijab maupun tidak, dan menampilkan model yang tidak selalu berhijab. Ini adalah pertama kalinya ia berpartner dengan e-commerce, mengeluarkan koleksi ready to wear. Sebelumnya, Barli yang memiliki beberapa label ini lebih sering membuat desain adibusana, custom design atau berkolaborasi dengan beberapa label fashion lain.
Koleksi Ramadhan yang dijual di blibli.com ini masih bertema Versailles Garden, yang artikel couture-nya telah melenggang pada panggung Indonesia Fashion Week awal 2016 lalu. Dengan gaya French look yang ringan, chic dan berpotongan simple, koleksi modestwear ini menawarkan kekuatan pada material yang menarik seperti organza, dan digital print.
Koleksi ini menandai desain Barli Asmara yang semakin accessible bagi konsumen secara umum. Sekaligus tawaran segar bagi pasar modestwear yang saat ini masih didominasi gaya clean-structured dan dekonstruktif.
Ditanya tentang kecenderungan tren koleksi Lebaran yang dikeluarkan banyak emerging brand & desainer (yang beredar di online store dan offline concept store), Barli melihat ada kecenderungan brand dan desainer dengan pasar para hijabers ini untuk mengikuti selera pasar, sehingga memunculkan koleksi dengan desain yang cenderung mirip dan senada. Mereka belum cukup kuat dalam karakter dan brand DNA, sehingga cenderung mengikuti apa yang sedang diminati banyak kalangan. Seperti detail subtle beads untuk menambah kesan glamour busana. Padahal menurutnya, kesan glamour bisa diwujudkan melalui eksplorasi material, print, tekstur dan aksesoris. Embellishment juga salah satunya, tetapi busana dengan cutting dan material yang 'tidak matang', ditempel dengan embellishment justru akan membuat tampilannya kurang istimewa.
Anyway, Barli Asmara menilai perkembangan muslim fashion kini sangat positif, dan melihat potensi yang lebih besar lagi. Ia juga bersyukur sebagai desainer yang kini banyak bersentuhan dengan modest fashion, karena ini adalah jalan bagi para wanita untuk berpakaian sesuai syariah, dan tetap bisa berekspresi serta menunjukkan kepribadiannya melalui fashion. Barli kini in touch dengan komunitas dan industri modest fashion, dengan berbagai perannya tersebut, sebagai desainer, talent, muse, ambassador, dan lainnya. Kontribusinya diperlukan untuk membuat industri ini menjadi lebih matang, agar lebih siap menjadi tuan rumah dan pemain utama modest fashion dunia.
See also:
--
Sarat Pesan dan Bawa Refleksi Terdalam, Ramadhan Show Zaskia Sungkar & Shi by Shireen --
Mengapa Turki Menjadi Jalur Bagi Modest Fashion Indonesia Mendunia? --
Up2date Kini; Satu Dasawarsa Penuh Makna --
31 Tahun Shafira dan Komitmen Untuk Alam --