Mengapa Turki Menjadi Jalur Bagi Modest Fashion Indonesia Mendunia?

Mengapa Turki Menjadi Jalur Bagi Modest Fashion Indonesia Mendunia?

Apa yang membuat (kultur) busana muslim Indonesia begitu dikenal dunia dan berbeda dengan negara lainnya? Paling tidak ada dua faktor yang menyebabkannya. Agama Islam yang berkembang di Indonesia sejak dahulu telah berjalan berdampingan dan bahkan membaur secara harmonis dengan kebudayaan lokal di Indonesia. Budaya dan kearifan lokal ini bahkan menjadi media masuknya agama Islam, salah satunya di tanah Jawa. Dan agama Islam berkembang secara damai, pemeluknya kini semakin religius dan moderat, mampu bertoleransi dengan perbedaan. Ini yang membuat pelaku industrinya juga semakin kreatif berkarya.

Yang kedua, Indonesia memiliki kekayaan ragam budaya -tangible and intangible cultural heritage- yang luar biasa banyaknya, sehingga ini mempengaruhi maraknya wajah fashion yang berkembang. Tidak ada satu atau segelintir wajah modest fashion saja yang bisa menggambarkan Indonesia, karena saking banyak dan beragamnya. Meskipun demikian, wajah modest fashion Indonesia biasanya bisa dibedakan, misalnya dengan karakter busana muslim yang berkembang di Timur Tengah. 

Keunggulan mode santun Indonesia ini yang selalu dipromosikan ke dunia internasional, melalui fashion show, pameran dan fashion week di berbagai negara. Nama Indonesia selalu dirujuk apabila berkaitan dengan muslim/modest fashion. Tetapi image yang baik ini belum berbanding lurus dengan tingkat penetrasi atau penjualan busana muslim Indonesia ke luar negeri. Busana muslim belum menjadi komoditas ekspor yang masif. 

Di sisi lain, Turki saat ini menjadi negara dengan produksi dan belanja mode muslim terbesar di dunia, berkat tradisi busana muslim dan industri tekstilnya yang maju. Turki yang berpenduduk sekitar 79 juta jiwa dengan lebih dari 90% beragama Islam, dan sebanyak 2/3 dari perempuan Turki mengenakan hijab juga masih merupakan pasar yang bertumbuh bagi busana muslim. Total belanja busana muslim di dunia pada tahun 2020 akan mencapai 237 Miliar USD -berdasarkan proyeksi Global Islamic Economy Report- dan Turki masih akan mendominasi pasar ini.

Turki yang letaknya sangat strategis diantara dua benua secara alami menjadi pemasok utama bagi kebutuhan mode santun di negara-negara Eropa yang pemeluk Islamnya berkembang sangat pesat, juga Timur Tengah. Faktor-faktor ini yang membuat Turki menjadi 'gerbang' utama bagi penyebaran busana muslim ke dunia Internasional.

Hal inilah yang bisa dimanfaatkan oleh Indonesia, mengingat hubungan persahabatan yang terjalin antara dua negara, Indonesia dan Turki, kian erat seiring dengan diselenggarakannya berbagai event fashion muslim yang melibatkan bakat-bakat di dalamnya. Inisiasi untuk semakin mendekatkan kedua negara melalui industri busana muslim salah satunya dilakukan oleh Think Fashion yang menyelenggarakan The Gate: Jakarta-Istanbul Project, sebuah proyek berkelanjutan untuk tujuan tersebut, bersama dengan KJRI Istanbul.

Salah satu event dalam proyek tersebut adalah Indonesia Experience yang akan diselenggarakan pada tanggal 28 September 2017 mendatang. Indonesia Experience merupakan follow up event dari Muslim Fashion Festival di Jakarta Convention Center, April 2017 lalu, yang menggelar seminar tentang Turki sebagai gerbang fashion muslim Indonesia. Seminar tersebut menghadirkan buyer dari Modanisa, e-commerce fashion muslim terbesar, desainer Turki Onder Ozkan, dan fashion show sederet karya menarik dari Turki.

“Indonesia berpotensi besar menjadi pusat mode muslim dunia namun sayangnya terkendala oleh faktor geografis. Letak Indonesia sangat jauh, maka kami pikir, Indonesia harus menggandeng daerah lain sebagai sister city of modest fashion, dan kota tersebut adalah Istanbul,” ungkap Franka Soeria, seorang expert di dunia fashion muslim sekaligus founder Think Fashion.

Franka Soeria, co-founder of Think Fashion

Demikian halnya pendapat Özlem Şahin, juga sebagai founder Think Fashion, “Turki dapat menjadi salah satu gerbang fesyen muslim Indonesia untuk menembus pasar internasional. Tidak hanya perihal branding, tapi serius berbisnis di sektor ini.” Sementara Franka, yang telah lama menggeluti dunia fashion dan kini tinggal di Istanbul, optimis bahwa Indonesia dapat menjadi global brand. “Turki adalah negara yang sangat piawai menjual fashion muslim. Para buyer dari berbagai belahan dunia datang ke Turki untuk berbelanja produk. Melalui Think Fashion, saya bermimpi tentang kemajuan fesyen Muslim Indonesia. Produk Indonesia harus bisa dipakai oleh banyak orang di dunia,” imbuhnya.

Pada Indonesia Experience, enam desainer Indonesia akan diboyong ke Istanbul untuk pamerkan karya dalam bentuk trunkshow dan talkshow, serta bertemu para insan mode Turki, mulai dari desainer, buyer, expert, fotografer, media dan influencer. Acaranya akan terbagi dalam tiga sesi, yaitu Evening Wear yang akan menampilkan Irna Mutiara dan Anggia HandmadeUnique yang akan diisi oleh Noore dan Jawhara Syari, dan Urban yang akan menghadirkan desainer muda berbakat Sazy Zahra dan Markamarie, sebuah brand milik Franka Soeria yang menaungi beberapa brand karya desainer lokal potensial. Melalui persembahan tersebut, Indonesia akan diperkenalkan sebagai negara yang tak hanya memikat berkat sentuhan etniknya, tetapi memiliki kreativitas dengan segudang gaya lain.

Kita nantikan bagaimana kerjasama selanjutnya antara Indonesia dan Turki serta signifikansi terukurnya bagi perkembangan modest fashion Indonesia. 

Label modest fashion yang akan mengikuti Indonesia Experience


Image courtesy: Agus Dwianto of Markamarie & Getty


 

 


please login to comment.

RELATED ARTICLES

Modest fashion: The next haute couture?

Modest fashion: The next haute couture?

READ MORE
Ninja Headwear Identik pada Fashion Show Dua Desainer ini

Ninja Headwear Identik pada Fashion Show Dua Desainer ini

READ MORE