31 Tahun Shafira dan Komitmen Untuk Alam

31 Tahun Shafira dan Komitmen Untuk Alam

31 tahun lalu, tepatnya 8 Januari 1989 Fenny Mustafa mendirikan sebuah label busana muslim dengan nama Shafira, dengan keinginan sederhana; untuk menyediakan kebutuhan berbusana muslimah, yang kala itu bahkan belum populer. Berasal dari Bandung, Shafira mulai membuka toko hingga ke beberapa daerah di Indonesia. Dan mulai periode awal dekade 2010-an saat fashion muslim menanjak popularitasnya, Shafira tetap menunjukkan konsistensinya sebagai brand yang menawarkan busana muslim dengan gaya yang elegan.  

Menjadi sebuah bisnis dalam industri fashion yang sangat dinamis dan sangat bergantung pada tren, Shafira tentu saja harus menyesuaikan diri, berinovasi baik dari sisi produk, marketing, serta operasionalnya. Tetapi lebih penting lagi, Shafira ingin menjadi entitas bisnis yang berkelanjutan, yang menjalankan usaha tidak hanya dalam dimensi komersial, tetapi juga sebagai syiar agama dan kemanusiaan.

Dalam perayaan milad 31 Tahun Shafira, Fenny Mustafa menekankan pada visi tersebut, dengan banyak tanggung jawab sosial yang telah dilakukan oleh Shafira. Acara yang diselenggarakan pada 11 Januari 2020 di butik Shafira Sulanjana Bandung ini, dihadiri oleh Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil dan istri, Atalia PR. Memasuki tahun 2020 ini Shafira secara resmi bersinergi dengan pemerintah Jawa Barat sebagai tempat kelahirannya untuk menginisiasi program yang berkaitan dengan isu lingkungan.

Komitmen untuk lebih berorientasi pada alam dan lingkungan ini, salah satunya digaungkan dalam kampanye 'Tree of Life'. Diwujudkan dengan inovasi koleksi yang menggunakan material berserat alam seperti organic silk dan Tencel yang berasal dari kayu bersertifikat khusus ramah lingkungan, sehingga memiliki sifat biodegradable atau dapat sepenuhnya kembali ke alam.

Merefleksikan eksistensi dan kontribusi Shafira untuk alam sekitarnya, Tree of Life menyiratkan nafas yang baru dalam industri fesyen dengan mengusung palet warna bernuansa cream, tan, beige, hijau hingga biru yang terinspirasi dari komposisi warna tanah dan juga bumi sebagai representasi unsur alam. Polesan warna-warna cantik yang ditampilkan dalam motif yang indah dibuat melalui teknik organic printing untuk menyajikan sebuah suguhan koleksi busana pret-a-porter yang berasal dari material organik baik dari penggunaan bahan maupun pada proses produksinya.

koleksi kerudung dari serat ramah lingkungan

Tak sampai disitu, melalui kampanye terbarunya ini, Shafira pun secara maksimal mendukung gaya hidup yang sadar & berkelanjutan (sustainable) pada proses operasional maupun non-operasionalnya. Shafira kini secara keseluruhan, baik dalam kegiatan transaksi maupun dalam kegiatan manajemen dan sistematika kerja, dari mulai proses pembuatan desain hingga komunikasi produk telah terintegrasi secara digital sehingga hampir 100% dikategorikan paperless.

Kesadaran untuk peduli dan berorientasi pada kepentingan kelangsungan bumi dan lingkungan, menjadi sebuah pilihan yang terkadang tidak mudah, tetapi harus dilakukan. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil pada kesempatan ini menjelaskan mengenai circular economy. "Sisi buruk dari logika 'barat' adalah berpusat pada manusia. Semua unsur alam melayani menusia, melayani eksistensi manusia. Jadi tidak ada rasa bersalah untuk mengeruk alam. Inilah kerakusan yang hadir dengan konsep manusia sebagai pusat atau sentris.

Di tradisi ketimuran, kita meyakini bahwa alam harus dihormati. Dari masyarakat adat, kita belajar banyak hal dalam hidup selaras dengan alam dan menjaga kelangsungan bumi. Jadi hari ini dunia kita adalah korban dari logika tadi. Kini, kita semua harus memiliki kesadaran akan kebenaran, hal yang seharusnya dilakukan.

Circular economy, adalah masa depan dunia yang kita harapkan. Misalnya dari plastik, bisa diubah jadi bahan bakar. Atau bisa diubah menjadi bahan baku kain, baju. Jadi resource itu terus diolah dan dimanfaatkan, tidak pernah dibuang. Ini sebagai bentuk tanggung jawab terhadap kelestarian bumi."


Bentuk dukungan pemerintah Jawa Barat dengan Shafira diwujudkan dengan peresmian kampanye Shafira Conscious & Sustainable Lifestyle dalam bentuk kolaborasi serta penandatanganan MOU untuk terus bersinergi demi masyarakat yang lebih bertanggungjawab terhadap lingkungan.

Ditambahkan oleh Atalia Ridwan Kamil sebagai Ketua Dekranasda Jawa Barat, inisiasi yang dilakukan oleh Shafira patut ditiru oleh industri lainnya, sehingga apabila ini dapat dilakukan serentak, semakin banyak masyarakat yang sadar dan bertanggungjawab terhadap lingkungan sekitarnya.

Hari ini, hal tersebut akan dimulai oleh Shafira beserta ribuan membernya di seluruh Indonesia, kelak ia berharap industri kreatif lainnya juga dapat mulai bergerak maju membangun kualitas bangsa yang sadar dan bermartabat.


See also:
-- riamiranda on Muffest 2016; Challenging Its Comfort Zone -- Modest fashion: The next haute couture? -- Menentukan Personal Style, Seperti Apa? -- Menanti Zelmira menjadi Merek Modest Fashion Internasional --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Diferensiasi SUQMA Memasuki Pasar Modest Wear Indonesia

Diferensiasi SUQMA Memasuki Pasar Modest Wear Indonesia

READ MORE
Kelindan Jakarta dalam Fashion Show di MRT

Kelindan Jakarta dalam Fashion Show di MRT

Fashion Rocks 2020 menghadirkan kolaborasi musik dan fashion yang diadakan ditempat fenomenal, yaitu di dalam MRT Jakarta. Menampilkan tiga desainer muda Indonesia yang sudah mengharumkan nama Indonesia di Asia Tenggara.

READ MORE