Dian Pelangi, Koleksi di Paris dan Menjadi 'Champion' dalam Modest Fashion

Dian Pelangi, Koleksi di Paris dan Menjadi 'Champion' dalam Modest Fashion

Ratu fashion week, demikian Triawan Munaf, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (BEKRAF) menyebut Dian Pelangi atas keikutsertaannya yang seolah tiada habis dalam fashion week internasional di berbagai negara. Dalam trimester akhir 2017 ini saja -sejak akhir Agustus 2017- Dian Pelangi berturut-turut menampilkan busana rancangannya pada Collection Premiere, Moscow, disusul dengan fashion show perdananya di New York Fashion Week, First Stage yang mendapat sambutan sangat luas dari publik Amerika. Setelah itu Dian kembali melanjutkan perjalanannya untuk memamerkan karyanya pada publik Perancis dalam International Fashion Summit (Sommet International de La Mode), Paris. Tampilnya Dian di event independen ini atas undangan dari DK Ambassador yang juga merupakan oraganisasi penyelenggara event tersebut. 

Kembali ke Indonesia, Dian Pelangi baru saja selesai menggelar fashion show sebagai designer squad Wardah Cosmetics dalam pergelaran bertajuk Wardah Fashion Euphoria di Jakarta Fashion Week 2018. Di sini Dian menampilkan koleksi dalam seri yang sama dengan yang ditampilkannya di New York. 

Dan sebagai penutup rangkaian fashion shownya di 2017, Dian Pelangi akan memenuhi undangan dari Singapore Fashion Week pada bulan 28 Oktober 2017. Kali ini bersama Hijup yang akan memberi dukungan penuh.


Dian Pelangi, Triawan Munaf, Wahidah Oktavia (Wardah) dan Hanna Faridl (Hijup)

Dear Paris

Pada presentasi koleksinya di Paris, Dian Pelangi menghadirkan koleksi yang sarat akan inspirasi dari kota Paris namun tetap memiliki unsur Indonesia yang sangat mengakar. Hal ini ditunjukkan dari padu padan warna pastel dan juga aksen fleur de lys (simbol dekoratif bunga lily) yang tertera dalam kain tenun serta permainan motif batik abstrak untuk menciptakan perpaduan budaya dan keunikan dari kedua negara. Batik abstrak dengan teknik arsiran kuas ini menjadi garis desain Dian pada tahun ini yang ia terapkan pada banyak koleksinya.

Kota Paris menjadi inspirasi utama Dian Pelangi dalam koleksinya. Tata kota, dan detil seperti eksterior tembok bangunan, susunan bata dituangkan dalam bentuk-bentuk dan motif serupa pada motif batik. 

Pada perjalanan fashionnya ke Paris ini Dian didukung penuh oleh kolaborasi Wardah dan Hijup dimana ia menjadi brand ambassador. Dian bersama Wardah dan Hijup juga mengadakan pertemuan bersama para muslimah yang berada di Paris, bahkan beberapa datang dari London. Gathering yang seolah menjadi ritual bagi Dian Pelangi ini dalam rangka menjaga silaturahmi dengan para muslimah di negara lain, dan memberi dukungan bagi mereka yang masih menjadi minoritas di negaranya. Giving good image of muslimah, juga secara secara konsisten menggeser mindset negatif tentang memakai hijab dan berbusana tertutup. 


Champion of Modest Fashion

Triawan Munaf, dalam kesempatan media gathering 'Dear Paris' juga mengatakan bahwa dalam sektor ekonomi kreatif, selalu muncul champion, personal atau brand yang mampu menjadi 'pemenang'. Dian Pelangi adalah champion Indonesia pada sektor modest fashion. Champions inilah yang paling capek, paling berjuang dan bekerja keras, dihimpit oleh persaingan dari atas -dari label-label dan retail internasional yang juga mengeluarkan modestwear- juga dari samping. Dan mereka mampu untuk scale-up, memperbesar skala brand dan usahanya. 

Masih menurut Triawan, Dian Pelangi juga mempunyai visi untuk setiap perjalanannya di luar negeri membawa nama Indonesia. Dan Dian selalu bisa mengadaptasi desain busana muslimnya dengan budaya lokal, itu yang luar biasa. Jadi, tetap harus appealing kepada pasar dimana ia mempresentasikan karya. Itu softskill, talent yang hanya dimiliki oleh brand tertentu. 

Dian selalu percaya diri membawa karyanya ke luar negeri, dan tetap humble, saling mendukung dengan pelaku-pelaku usaha lainnya. Serta konsisten dengan apa yang menjadi karakter rancangan dan produknya. 

Pada tahun 2016, produk fashion menyumbang 18,15% PDB nasional. Dan porsi ekspor Indonesia terbesar untuk sektor kreatif adalah fashion. "Jadi, modest fashion-lah yang akan kita dorong menjadi champion dalam sektor ekonomi kreatif. Saat ini ekspor fashion sudah mencapai 10 juta dollar, dan target kita menjadi 1 miliar dollar. 30% Industri Kecil dan Menengah itu adalah fashion, jadi peluangnya masih sangat besar dan sangat terbuka", ujar Triawan Munaf. 

Salut untuk Dian Pelangi dan konsistensinya, dan kita tunggu karya-karya selanjutnya yang akan semakin mengukuhkan posisi Indonesia sebagai champion dalam modest fashion dunia. 


(foto-foto: Ade Oyot)

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Barli Asmara dan Perannya di Segmen Modest Fashion

Barli Asmara dan Perannya di Segmen Modest Fashion

READ MORE
"A Fashion Designer is Never A Dress Maker"

"A Fashion Designer is Never A Dress Maker"

READ MORE