Menakar Tawaran Baru Sayee untuk Pasar Modest Fashion Indonesia
By ketupatkartini - Nov 15, 2018Sayee menawarkan sebuah inspirasi gaya baru modest fashion, melalui panggung besar JFW 2019. Kombinasi antara kualitas desain dan kekuatan styling?
Riding the Korean wave, tajuk yang tepat menggambarkan salah satu 'tren' yang masih dominan terlihat pada rangkaian Jakarta Fashion Week 2019 lalu. Sebenarnya gaya oriental, yang mengacu pada 3 cabang besar, China, Jepang dan Korea selalu muncul dan akan terus diolah dan diartikulasi ulang oleh para desainer, dan selalu kembali hadir dalam setiap pergelaran fashion. Gaya oriental selalu punya magnet dan daya tarik, terutama karena siluet longgar dan mengembang, yang dalam sejarah budaya modern manusia, berasal dari ketiga kawasan tersebut.
Siluet yang longgar, mengembang, maxi, dan berlapis, secara natural memiliki opsi kreasi yang lebih besar, sehingga interpretasi fashion terhadap gaya ini bisa sangat bermacam-macam dan tak terbatas. Gaya ini pun disukai di Indonesia, karena 'akar' ketimuran yang sama, tetapi memiliki look yang sangat berbeda.
Siluet oriental, pada dasarnya merupakan busana modest, santun. Tidak perlu penyesuaian macam-macam, karena aslinya memang busana yang serba longgar, dan tertutup (bertangan panjang, dengan hem bawah hingga kaki). Tidak heran jika gaya modest fashion Indonesia lagi lagi mengadopsi gaya Jepang, Korea dengan segala interpretasinya. Terlebih lagi, dekade ini budaya populer Korea memang merajai, sehingga generasi milenial dan setelahnya sudah tumbuh dan dekat dengan anything Korea.
Jika banyak brand Indonesia yang kerap mengksplorasi Korean Look ini, Sayee (dibaca sa'i) hadir dengan identitas brand yang langsung 'to the point'; modest fashion asli Korea. Sayee memang berasal dari Korea, hasil 'godokan' beberapa desainer Korea, yang melihat perkembangan modest fashion di Indonesia. Founder/Director Sayee, Joon-Woon Baek, kemudian bekerjasama dengan Seira Meutia, Brand Director untuk memperkenalkan Sayee kepada pasar Indonesia pada pertengahan tahun ini.
Koleksi perdananya dipresentasikan pada panggung Jakarta Modest Fashion Week, bulan Juli 2018 lalu. Tentu saja mengangkat look & feel yang sangat Korea, yang pasar Indonesia sudah familiar dengannya; warna-warna nude & pale dengan material yang terlihat organik seperti katun dan linen, dengan sosok-sosok bertubuh kurus mengenakan siluet busana longgar, seperti apa yang identik dengan korean style.
Sebagai brand baru, Sayee membuat kejutan dengan langsung berpartisipasi dalam Jakarta Fashion Week 2019, dalam sebuah slot tunggal. Memamerkan tak kurang dari 60 look busana bergaya casual, yang mengambil tema utama dari Hanbok. Hanbok yang dihadirkan pada koleksi bernama 'Wear Your Oriental' ini hadir tidak sebagai dress maxi dengan bahan berlapis yang biasanya kita asosiasikan. Hanbok tampil lebih sebagai inspirasi utama yang menjiwai, dan ditampilkan sebagai lapisan/luaran berbahan ringan (seperti tafeta) yang bisa diikat dan dipakai sebagai attachment/lapisan di dada serupa dress, atau di pinggang seperti rok.
Ide utama lain yang menyertai adalah kesederhanaan dan kesopanan yang ditunjukkan melalui gaya Cheol-Lik, luaran lurus panjang yang dikenakan oleh pria pada masa lalu, biasanya berwarna hitam yang bisa dipakai lepasan, ataupun diikat (wrap). Potongan-potongan yang simpel, dengan material katun atau linen yang terlihat nyaman, menjadi kekuatan dan pancaran kepercayaan diri pemakainya.
Sayee kali ini tampak memberikan perhatian lebih pada styling keseluruhan look, yang menjadi kunci 'tampilan' yang baru dan menarik, bagi penyuka fashion Indonesia. Seperti headwear berupa turban yang dililit sederhana, ditambah dengan hiasan serupa topi-topi kecil. Anting yang diperlihatkan (karena memakai turban, sehingga bagian leher atas tetap terbuka) juga menjadi statemen gaya yang dipilih. Dengan warna-warna hitam, putih, beige dan nude sebagai warna-warna dasar, maka Sayee menambahkan aksen serupa tassel, dan pita-pita berwarna mencolok yang disisipkan sebagai hiasan.
Sebagian besar bawahan memiliki panjang medium 3/4 hingga 7/8, sehingga para model mengenakan legging putih sebagai lapisan dalam. Yang sebenarnya agak mengganggu, karena legging tersebut seperti mendisrupsi kesan effortless dan simple yang ingin dihadirkan. Terlebih, legging, terutama yang berwarna putih (sebagai penyambung bawahan), sudah sejak lama ditinggalkan oleh para hijabers di Indonesia, karena justru membuat keseluruhan look tampak 'kusam' dan mendistorsi siluet busana.
Yang juga menjadi catatan, diluar styling dan atribut tambahan tersebut, potongan-potongan busana yang ditawarkan Sayee banyak merupakan basic article, seperti celana kulot longgar, rok panjang, rok lilit, tunik, atasan dan outer berkerah tinggi, jaket dan luaran panjang, yang semuanya dalam warna-warna basic, dan polos. Tidak banyak 'twist' dan statement pieces yang ditawarkan. Apakah item-item basic yang mengandalkan kenyamanan material ini, mampu menarik perhatian pembeli?
Koleksi kedua Sayee ini secara keseluruhan memang menawarkan look, gaya baru dan berbeda pada modest fashion Indonesia, dengan harapan brand ini juga bisa menerjemahkan total look dan detail/atribut tersebut pada item-item yang dipasarkan sebagai produk siap pakai. Sebuah tantangan yang semoga akan bisa dijawab dengan diluncurkannya pula Sayee Accessories, segera di bulan ini. Worth to wait!
See also:
--
Momentum Tiga Brand dalam Satu Panggung; Napocut, Biggissimo dan 4Season Hijab --
Deretan Show yang Paling Dinantikan di Jakarta Fashion Week 2018, Apa Saja? --
3 Rampai Koleksi Kami. di Jakarta Fashion Week 2023 --
Eksplorasi Kami dalam 3 Koleksi Baru di JFW 2018 --