Melihat 7 Al-Quran Terindah & Terunik di Ramadhan Feast Pasaraya

Ngabuburit di mal dan pusat kuliner biasanya masih jadi pilihan banyak anak muda, terutama di Jakarta. Biasanya ragam event dan aktivitas yang dihadirkan di ruang-ruang publik tersebut adalah bazaar ramadhan dan berbagai kebutuhan lebaran, atau berbagai talkshow dan hiburan. Tapi di Pasaraya Blok M, Selama Ramadhan ini kita bisa melihat dan mendapatkan pengalaman yang benar-benar berbeda dan sangat memperkaya pengetahuan maupun spiritual, secara kekinian.

Pasaraya The Pride of Indonesia menggelar Ramadhan Raya Feast, perayaan dan aktivitas menyambut Ramadhan, mulai dari 24 Mei hingga 10 Juni 2018. Pada event ini, Pasaraya mempersembahkan Pameran Al-Quran terunik, yaitu 7 Mushaf istimewa Al-Quran dari seluruh Indonesia, mulai dari Al-Quran terbesar, terkecil, tertua, terberat, terindah, tertebal hingga Al-Quran kuno.

CEO Pasaraya Medina Latief mengatakan, bahwa kompleks perbelanjaan Pasaraya Blok M telah menjadi tempat favorit bagi para milenial untuk berkumpul, sejalan dengan banyaknya perusahaan start-up dan teknologi yang berkantor di kawasan Blok M. Melalui pameran Al-Quran yang merupakan yang pertama dan satu-satunya di pusat perbelanjaan, Pasaraya ingin mengajak para milenial untuk mengenal dan memahami Al-Quran lebih dekat. 

Tujuh Al-Quran unik yang dipamerkan ini merupakan sebagian dari koleksi milik museum Bayt Al-Quran TMII Jakarta, yang setiap harinya memang dipamerkan di museum tersebut. Tetapi, banyak dari generasi milenial yang belum mengetahui keberadaan museum ini. Dengan membawa koleksi Al-Quran ini ke mal, merupakan cara yang populer dan kreatif untuk membuat anak-anak muda tertarik pada Al-Quran.

 Koleksi yang dipamerkan di Ramadhan Raya Feast ini memiliki cerita tersendiri. Ada Al-Quran terbesar di Indonesia dinamakan mushaf Wonosobo, berukuran 2x3 meter dengan bobot 150 kilogram ini ditulis tangan langsung oleh dua orang santri Ponpes Al-Asy'ariyah di Wonosobo Jawa Tengah pada tahun 1991-1993.

  

Al-Quran terbesar & Al-Quran tertua

Al-Quran terkecil bernama mushaf Istanbul, merupakan hibah dari negara Turki untuk Indonesia. Mushaf tersebut ditulis oleh Sayid Muhammad Abdul Latif yang berasal dari Arab Saudi yang diterbitkan pada 1401 H atau sekitar tahun 1980-an. Al-Quran ini bahkan berukuran lebih kecil dari kotak korek api.

Salah satu Al-Quran tertua di dunia yang berasal dari Masyhad Husaini juga ikut dipamerkan. Mushaf tertua ini diperkirakan ditulis pada akhir abad ke-1 H, tanpa ada tanda titik dan tanda baca. Ini diklaim sebagai salah satu dari tujuh salinan mushaf yang dikeluarkan oleh Khalifah Utsman bin Affan.

Lalu ada Al-Quran terindah di Indonesia yang disebut mushaf Istiqlal. Al-Quran ini begitu indah karena lembar-lembarnya dihiasi dengan 40 macam motif ragam hias Nusantara. Karena begitu indah dan detil, lama waktu pengerjaannya pun memakan waktu hingga 4 bulan lebih.

  

Al-Quran terkecil & Al-Quran terindah


Selain Al-Quran, dipamerkan pula karya seni kaligrafi, berupa kaligrafi dekorasi, kaligrafi hiasan mushaf, kaligrafi naskah dan kaligrafi kontemporer. 

Masih banyak lagi yang dihadirkan oleh Pasaraya untuk mengisi Ramadhan kali ini, dan yang juga paling membuat betah, Pasaraya memiliki masjid terbesar di pusat perbelanjaan, bernama Masjid Al-Latief yang berada di lantai 5 Pasaraya. Masjid ini begitu luas dan nyaman, dan selama beberapa tahun terakhir telah menjadi pusat pengajian Islam oleh banyak ustad ternama. Masjid ini telah menjadi destinasi bagi orang-orang yang ingin menunaikan shalat, jika berada di sekitar blok M.

Semua pengalaman istimewa ini tentu menjadi nilai lebih, karena kini pusat perbelanjaan bukan lagi sekedar menjadi destinasi shopping, tetapi juga leisure & experience destination. 

please login to comment.

RELATED NEWS

KRAFBINA: Membangun Gerakan Kreatif Mulai dari Desa

KRAFBINA: Membangun Gerakan Kreatif Mulai dari Desa

READ MORE
Join The Happiest 5K on the Planet!

Join The Happiest 5K on the Planet!

READ MORE