Jaga Sekolah dan Pesantren Tetap Sehat di Masa Pandemi

Unilever Indonesia tanamkan kebiasaan bersih dan sehat kepada 10 Juta anak melalui “Program Sekolah dan Pesantren Sehat”

Di masa pandemi ini, sejumlah sekolah di beberapa daerah zona hijau tetap menjalankan aktivitas belajar seperti biasa, begitu pula dengan pesantren yang jumlahnya ribuan tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Pesantren terutama, memang mensyaratkan para santri yang belajar harus bermukim di dalam pesantren. Hal Ini menjadi masalah utama yang harus dihadapi di masa pandemi ini, mengingat kita mulai banyak mendapatkan kasus penyebaran covid-19 di kluster pesantren.

Perhatian terhadap kesehatan di area sekolah dan pesantren juga menjadi perhatian PT. Unilever Indonesia, melalui Unilever Indonesia Foundation. “Program Sekolah dan Pesantren Sehat” yang terus dilaksanakan ini sebagai bagian dari nilai-nilai bahwa menjalankan bisnis harus tetap memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat. Program yang terintegrasi dari beberapa pembiasaan sejak 2016, tahun ini telah mencapai misi untuk menjangkau 10 juta anak di 41.847 sekolah dan pesantren di berbagai wilayah Indonesia.

Beragam program pelatihan bagi guru dan murid serta fasilitas diberikan untuk terus menanamkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada anak-anak sejak dini di lingkungan pendidikan, yang urgensinya kian terasa ditengah pandemi COVID-19.


Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs & Sustainability Unilever Indonesia menjelaskan, “Sebagai perwujudan salah satu pilar penting Unilever Sustainable Living Plan (USLP) yang dicanangkan di tahun 2010, ‘Program Sekolah dan Pesantren Sehat’ menjadi bagian dari kesuksesan USLP meningkatkan kesehatan dan kebersihan 1,3 miliar orang di seluruh dunia di tahun 2020–melebihi target awal 1 miliar orang. Di masa pandemi program ini makin relevan sebagai upaya melindungi kesehatan anak, mempersiapkan mereka menghadapi era adaptasi kebiasaan baru, sekaligus menekan penularan COVID-19.”

"Hasil evaluasi program ini berhasil merubah kebiasaan 43% anak untuk terbiasa mencuci tangan di lima waktu penting, dibandingkan sebelumnya yang hanya tiga kali sehari saja 1 ,” terang Nurdiana. Penanaman PHBS secara intensif dan berkelanjutan menjadi sangat krusial karena anak merupakan salah satu golongan usia yang rentan terjangkit penyakit, termasuk COVID-19.

Data juga menunjukkan bahwa Indonesia menduduki peringkat pertama terkait proporsi angka kejadian COVID-19 pada anak, yaitu sebesar 9,1%. Permasalahan ini pun makin menantang karena berbagai kegiatan harus tetap berjalan, termasuk belajar mengajar.

Beradaptasi dengan kondisi dimana masih banyak sekolah melaksanakan proses pembelajaran jarak jauh (PJJ), pelaksanaan program juga bertransformasi menjadi PJJ. Program ini merupakan kolaborasi bersama Kementerian Kesehatan RI, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, dan Kementerian Agama RI, sejalan dengan semangat #MariBerbagiPeran yang diusung Unilever Indonesia.

Kegiatan akan menargetkan para pemangku kepentingan, terutama pimpinan dan pengajar melalui Training of Trainers. Mereka didorong untuk membina dan mengembangkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dan Pesantren Sehat menuju better hygiene, better nutrition, dan better environment. Pelatihan yang dilakukan secara online didukung dengan modul pembelajaran yang menarik bagi anak serta pendampingan bagi para pengajar. Selain itu, para dokter kecil dan duta santri juga dilibatkan sehingga dapat menyebarluaskan edukasi pada teman-temannya. Tidak hanya edukasi dari pihak sekolah, program ini juga merangkul partisipasi para orang tua agar anak-anak mendapat support system yang lengkap untuk mendampingi mereka di era tatanan baru.

Guna mencegah lingkungan pendidikan terutama pesantren menjadi klaster penyebaran COVID-19, dr. Mesty Ariotedjo seorang aktivis kesehatan masyarakat mengatakan bahwa harus dibuat aturan dan protokol kesehatan yang ketat mengingat pola interaksi erat sepanjang hari di pesantren. Pengajar, orang tua dan pihak-pihak yang berwenang harus terus dan konsisten menegakkan PHBS , memakai masker, sering mencuci tangan dan menjaga jarak aman. Hal ini menjadi sangat penting karena pakar kesehatan mengatakan bahwa perubahan perilaku berkontribusi 80% dalam mengendalikan kurva pandemi.

Selain edukasi PHBS, Unilever Indonesia Foundation turut menyumbangkan wastafel permanen untuk cuci tangan dan sikat gigi, serta mendistribusikan produk-produk kebersihan dan kesehatan di area sekolah dan pesantren.


(feature image: nu.co.id)

See also:
-- Inez Cosmetics Produksi Hand Sanitizer Peduli COVID-19 -- Konsumsi Telur dari Sumber yang Aman dan Berkelanjutan -- Grain Traders, Slow Food dalam Fast Lifestyle -- #RayakanSehatmu ala YOUVIT --

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Penggemar K-Beauty, Althea Korea kini Kembali ke Indonesia!

Penggemar K-Beauty, Althea Korea kini Kembali ke Indonesia!

READ MORE
Lini Skincare Martinez Beauty Diluncurkan

Lini Skincare Martinez Beauty Diluncurkan

READ MORE