4 Ilmuwan Perempuan Raih Penghargaan L’Oreal UNESCO For Women In Science 2019
By Lumongga Harahap - Dec 9, 2019L’Oreal kembali bekerja sama dengan Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO (KNIU) dalam menyelenggarakan For Women in Science (FWIS) National Fellowships untuk ke-16 kalinya. Empat perempuan peneliti Indonesia berhasil meraih penghargaan dan mendapat dukungan atas penemuan ilmiah dalam merealisasikan pembangunan berkelanjutan.
Sejak tahun 2004, L’Oreal-UNESCO For Women in Science mendukung secara menyeluruh para perempuan peneliti dalam bidang sains. Melihat pergerakan dari masa ke masa, bidang sains cenderung digandrung oleh kaum lelaki. Kini, perempuan peneliti mendapat kesempatan untuk unjuk gigi dan memperlihatkan kemampuannya.
L’Oreal-UNESCO FWIS menampung para perempuan peneliti muda yang berusia kurang dari 40 tahun. Hal ini ditunjukkan dengan terbuktinya 57 perempuan peneliti di Indonesia telah menerima penghargaan selama 16 tahun terakhir. Banyaknya perempuan peneliti yang meraih penghargaan membuktikan bahwa perempuan memang benar adanya layak dan pantas untuk mengarungi bidang sains yang menantang.
Dewan juri menetapkan empat pemenang L’Oreal-UNESCO FWIS 2019. Dr. Sc. Widiastuti Karim, M.Si. dari Fakultas Kelautan dan Perikanan, salah satu pemenang, berhasil menemukan inovasi dalam studi fungsi biologi Green Flourescent Proteins (GFP) yang dapat mengatasi pemutihan karang. Kecintaannya akan ekosistem laut terwujud dengan menemukan GFP dapat merehabilitasi ekosistem biota laut, terumbu karang.
Dr. Swasmi Pujawanti, M.Sc dari Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) meraih penghargaan atas risetnya dalam eksplorasi pengembangan nonadsorben multifungsi berbasis magnesium oksida dari bittern yang dapat membersihkan air. Bittern merupakan limbah dari industri garam. Dalam risetnya, Swasmi Pujawanti menemukan bahwa dari limbah garam dapat membersihkan polutan di dalam air. Hal ini merupakan suatu penemuan yang luar biasa melihat bahwa sesuatu yang terbuang dan barang sisaan dapat digunakan untuk membersihkan air.
Tidak kalah dari dua perempuan lainnya, Dr.rer.nat. Ayu Savitri Nurinsiyah, M.IL, M.Sc. dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) meraih penghargaan dari rasa penasarannya yang luar biasa terhadap keong. Ayu Savitri menemukan bahwa lendir (mucus) keong darat yang tepat dapat menjadi solusi dari masalah kesehatan. Selain itu, ia juga menemukan 220 jenis keong darat baru di tanah Jawa.
Dr. Eng. Osi Arutanti, M.Si dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mendapat penghargaan atas penemuannya yaitu fotokatalis yang terjangkau, dapat direalisasikan, dan efisien dapat memecah komponen polutan dalam air. Dengan metode ini, air yang tercemar dapat diurai menjadi bersih dan aman bagi lingkungan.
Dari keempat perempuan peneliti tersebut, oleh sarana dan kesempatan dari L’Oreal UNESCO kita dapat melihat secercah cahaya akan masa depan lingkungan dan kesehatan yang cerah. Tak hanya lingkungan yang akan memiliki kesempatan, para perempuan peneliti di Indonesia pun memiliki potensi dan seberkas masa depan yang gemilang dengan adanya perempuan yang memberikan andil dalam bidang sains. Semoga dengan adanya penemuan-penemuan dari banyaknya perempuan peneliti yang meraih penghargaan para perempuan semakin berani dalam meraih cita-citanya.
Ladies, you can get everything by hard work. Passionate is the new sexy!
See also:
--
Sharia Knowledge Centre untuk Percepat Literasi Keuangan Syariah Indonesia --
TCASH Dukung YCAB Ventures dan Indonesia Mengajar --
#KahfUntukNegeri Berkontribusi Mengurangi Kesenjangan Pendidikan --
Plester dengan Bacteria Shield untuk Beri Perlindungan Lebih Pada Luka --