Yuk, Terus Kelola Sampah, Dukung Ekonomi Sirkular

Bagaimana pengelolaan sampah plastik untuk mendukung ekonomi sirkular? Danone-AQUA menyelenggarakan virtual tour sebagai bagian dari edukasi kepada publik.

Dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia Bersama dengan Danone-AQUA menyelenggarakan kunjungan secara virtual (virtual tour) untuk memberikan pengalaman langsung kepada publik tentang inisiatif pengelolaan sampah plastik dalam kerangka Gerakan #BijakBerplastik oleh Danone-AQUA yang telah diluncurkan sejak tahun 2018 lalu. 

Dalam kesempatan yang sama Danone-AQUA juga melakukan penandatanganan kerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta terkait pengembangan Bank Sampah Induk. Berdasarkan data Sustainable Waste Indonesia (SWI), Bank Sampah berkontribusi dalam mengumpulkan 2,7% dari 0,421 juta sampah plastik paska konsumsi. Selain itu Bank Sampah juga memiliki peran penting dalam tumbuhnya ekonomi sirkular dengan menyediakan sampah plastik terpilah dengan kualitas baik dan bersih sekaligus sebagai bentuk edukasi masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah. Untuk itu, kerja sama ini ke depannya diharapkan dapat menjadi salah satu upaya dalam mengembangkan infrastruktur pengelolaan sampah dan mencapai visi bersama pengelolaan sampah yang berkelanjutan. 

Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Beracun Berbahaya, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia, Rosa Vivien Ratnawati menjelaskan bahwa momen Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) merupakan langkah penting untuk menggerakkan kolaborasi Ekonomi Sirkular menuju Indonesia Bersih 2025, “Dalam rangka mencapai target strategis untuk mengurangi sampah 30% dan menangani sampah 70% pada tahun 2025, maka Pemerintah tidak bisa sendiri. Keterlibatan Pemerintah Daerah, dunia usaha, LSM, komunitas, organisasi keagamaan, pelajar dan mahasiswa, organisasi perempuan, serta masyarakat luas sangatlah dibutuhkan. Dengan sinergitas pengelolaan sampah yang komprehensif, terintegrasi dari hulu ke hilir, maka saya yakin kita akan mampu membangun pengelolaan yang baik dan berkelanjutan guna mencapai target-target tersebut.” 


Virtual tour penerapan Ekonomi Sirkular dalam penarikan kembali dan daur ulang sampah kemasan plastik diprakarsai oleh Direktorat Jenderal PSLB3 Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan Danone-AQUA. Dalam kesempatan ini kita juga menyaksikan penandatanganan kerja sama pengembangan Bank Sampah Induk antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan Danone-AQUA sebagai suatu langkah nyata kolaborasi antara Pemerintah, Pemerintah Daerah, dunia usaha, dan masyarakat. 

Dalam acara virtual tour kali ini, peserta diajak untuk lebih memahami lagi proses pengelolaan sampah kemasan paska konsumsi secara detil mulai dari pengumpulan dan pemilahan di skala rumah tangga atau masyarakat, kemudian proses di Bank Sampah Unit dan Bank Sampah Induk, yang selanjutnya diproses di Recyling Business Unit (RBU) suatu Unit Daur Ulang yang dikelola oleh Koperasi Pemulung Berdaya di Tangerang Selatan. Botol-botol plastik bekas yang terkumpul di RBU, dipilah, dicuci dan dicacah menjadi cacahan plastik PET yang kemudian dibawa ke perusahaan daur ulang botol  untuk  menjadi bahan baku botol baru, selain itu sebagian juga dibawa ke perusahaan tekstil untuk menjadi bahan baku industri fashion. Danone-AQUA juga mendukung RBU di Tangerang Selatan untuk mendapatkan sumber botol plastik bekas dari wilayah DKI Jakarta, salah satunya adalah bersinergi dengan Bank Sampah Induk yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup Provinsi DKI Jakarta.

Terkait hal ini,  Direktur Sustainable Development Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menjelaskan, “Salah satu perwujudan dan kontribusi Danone-AQUA dalam kapasitasnya sebagai bagian dari sektor dunia usaha, hari ini kami secara resmi menandatangani kerja sama dengan Bank Sampah Induk yang dikelola oleh Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta. Danone-AQUA merupakan perusahaan pertama di Indonesia yang bekerjasama dengan Bank Sampah Induk untuk mengambil sampah kemasan plastik pasca konsumsi. Momentum penandatanganan ini semakin menguatkan kemitraan yang telah terbangun sejak tahun 2017.  Kemitraan ini menjadi sangat penting karena kami dapat memastikan pasokan bahan baku RPET premium secara berkelanjutan untuk mendukung ambisi pilar pengumpulan dan pilar inovasi #BijakBerplastik.  Kami juga ingin terus mendukung kapasitas dan profitabilitas Bank Sampah Induk di Jakarta Barat, Selatan, Timur, Pusat, Utara, serta Kepulauan Seribu. Kontribusi Bank Sampah dalam memasok botol PET kualitas premium ke RBU kami tercatat mencapai 218 ton dari total 1.381 ton sampah botol. Pada akhirnya, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kontribusi tersebut sehingga pertumbuhan Ekonomi Sirkular dapat tercipta secara berkesinambungan.”

Danone-AQUA telah menjadi pionir dalam program daur ulang dan pengumpulan kemasan plastik bekas melalui Program AQUA PEDULI (Pengelolaan Daur Ulang Limbah) sejak tahun 1993. Selain itu, Danone-AQUA juga memelopori inovasi kemasan ramah lingkungan dengan memperkenalkan produk kemasan galon sejak 1983 dan memastikan 70% bisnisnya telah sepenuhnya sirkular. Gerakan #BijakBerplastik merupakan wujud komitmen yang berkelanjutan dalam hal partisipasi Danone-AQUA untuk mengelola sampah plastik sekaligus menciptakan model Ekonomi Sirkular yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi komunitas yang terlibat. 

Sejak meluncurkan komitmen ini, Danone-AQUA telah melahirkan berbagai inisiatif untuk meningkatkan kualitas manajemen sampah plastik dengan fokus di tiga pilar, yang di antaranya adalah: 

Pengumpulan - Bekerja sama dengan para pemangku kepentingan, Danone-AQUA membangun infrastruktur dan meningkatkan kapasitas persampahan baru seperti unit bisnis daur ulang, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), serta bank sampah. Selain itu, Danone-AQUA juga membangun kerja sama dengan startup OCTOPUS, pengembang aplikasi pengumpulan kemasan dan juga mengembangkan kerja sama Bersama Grab untuk menyediakan jasa pengangkutan kemasan plastik bekas dari konsumen. Selain itu, Danone-AQUA  berpartisipasi dalam misi penelitian bersama dengan The Ocean Cleanup, sebuah startup nirlaba dari Belanda yang telah mengembangkan teknologi canggih untuk membantu pengumpulan sampah plastik dari laut. Seluruh upaya ini diharapkan dapat mengumpulkan lebih banyak sampah plastik dari  lingkungan, agar dapat didaur ulang menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi.  

Edukasi - Danone – AQUA berambisi untuk mengedukasi 100 juta konsumen Indonesia dan 5 juta anak usia sekolah melalui kampanye edukatif. Danone-AQUA bermitra dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Yayasan Lentera Anak, dan Universitas Indonesia untuk meluncurkan modul edukasi “Sampahku Tanggung Jawabku” untuk anak usia SD dan Serial Buku Buku Dongeng dan Video Petualangan “Sampahku Tanggung Jawabku” untuk anak usia PAUD,

Inovasi - Danone-AQUA berkomitmen membuat 100% kemasan plastiknya dapat digunakan ulang, didaur ulang atau dapat terurai pada tahun 2025. Di tahun 2018, Danone-AQUA telah meluncurkan botol 100% rPET, AQUA LIFE dan melanjutkan inovasinya dengan meluncurkan botol kaca guna ulang (Returnable Glass Bottle) untuk melayani segmen industri pariwisata. Adapun melalui inovasi terkini di tahun 2020, Danone-AQUA meluncurkan produk AQUA 600 ml dengan kemasan yang mengandung 100% plastik daur ulang dan 100% dapat di daur ulang. 

Berbagai upaya ini  tentunya juga tak luput dari andil masyarakat untuk memulai bijak mengonsumsi, memilah sampah dari rumah, dan mendaur ulang sampah plastik mereka, demi mewujudkan Indonesia yang lebih bersih. 

“Kami berharap dengan dilaksanakannya acara Virtual Tour Ekonomi Sirkular kemasan plastik pada hari ini dapat menjadi sebuah aksi “Best Practice” dari pelaku usaha dalam mengumpulkan kembali sampah yang dihasilkan, melalui kolaborasi dengan berbagai pihak yang terkait. Selain itu tentu saja dibutuhkan peran aktif masyarakat dan pemangku kepentingan lainnya untuk Bersama mewujudkan Indonesia yang lebih bersih dan sistem pengelolaan sampah yang berkelanjutan”, tutup Karyanto Wibowo.


See also:
-- Fashion yang Peduli Lingkungan Masih Akan Jadi Arus Utama Tren -- Peduli dan Cintai Lautan dengan Kemasan Daur Ulang Sampah Plastik Laut -- Be Fashionable and Sustainable with So Klin and Esmod Jakarta -- Komitmen Luar Biasa Yves Rocher untuk Kecantikan & Bumi --

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Are You A Centennial Generation?

Are You A Centennial Generation?

READ MORE
1People Mengusung Produk dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

1People Mengusung Produk dan Gaya Hidup Ramah Lingkungan

READ MORE