Program Weight Loss Zap; Cara Baru Memaknai Sehat di Tengah Tren Diet
By modest.id - Apr 26, 2026Tissa Biani, Edric Tjandra, dan Eriska Rein berbagi pengalaman tentang kondisi tubuh yang tak selalu terlihat—dan bagaimana pendekatan medis mengubah cara mereka memahami sehat.
Tidak semua yang terlihat sehat benar-benar sehat. Di tengah tren diet dan metode weight loss seperti GLP-1, semakin banyak orang menyadari bahwa menurunkan berat badan saja tidak selalu berarti tubuh berada dalam kondisi optimal.
Menjawab kebutuhan ini, ZAP menghadirkan pendekatan berbasis medis melalui Z-Weight Loss Program (ZWL)—program yang tidak hanya berfokus pada penurunan berat badan, tetapi juga memahami kondisi tubuh secara menyeluruh.
Selama ini, angka di timbangan sering menjadi tolok ukur utama. Semakin kecil, semakin dianggap ideal. Namun, realitasnya tidak sesederhana itu. Pengalaman ini dirasakan oleh Tissa Biani. Meski terlihat fit dengan berat badan normal, ia didiagnosis mengalami sarcopenic obesity—kondisi di mana tubuh tampak ideal, tetapi komposisinya tidak sehat.
“Selama ini aku pikir kurus berarti aman. Ternyata nggak sesederhana itu,” ujarnya. Hal serupa dialami Edric Tjandra. Tanpa gejala berarti, ia baru menyadari adanya fatty liver dan kolesterol tinggi setelah pemeriksaan kesehatan. “Dari luar kelihatan oke, tapi ternyata tubuh sudah kasih tanda,” katanya.
Bagi Edric, perubahan bukan lagi soal angka, melainkan tubuh yang terasa lebih ringan dan fit. Sementara itu, Eriska Rein menghadapi perubahan tubuh pasca melahirkan. Bukan sekadar fisik, tetapi juga hormonal dan biologis. “Ini bukan soal kurang usaha. Ini perubahan yang nyata, dan itu valid,” jelasnya.
Ia pun memilih pendekatan yang lebih memahami tubuhnya—perlahan, terarah, dan berkelanjutan. Dari ketiga cerita ini, muncul satu benang merah: sehat tidak bisa disederhanakan menjadi angka.
Di tengah pergeseran ini, metode GLP-1 semakin banyak diperbincangkan. Meski sering dianggap solusi instan, dalam dunia medis GLP-1 digunakan untuk membantu mengontrol nafsu makan, menstabilkan gula darah, dan mendukung penurunan berat badan secara bertahap.
Menurut dr. Cindiawaty Josito Pudjiadi, Sp.GK, penggunaan GLP-1 harus melalui evaluasi medis dan pengawasan dokter. “Masalah muncul ketika digunakan tanpa indikasi yang jelas dan tanpa pendampingan,” jelasnya.
Hal ini sejalan dengan pendekatan di ZAP. dr. Cipuk Muhaswitri, Sp.GK menekankan bahwa setiap individu memiliki kondisi metabolik berbeda. “Tujuan utama bukan sekadar turun berat badan, tapi memperbaiki kesehatan secara menyeluruh dan berkelanjutan.”
Melalui Z-Weight Loss Program, ZAP menghadirkan program terintegrasi yang mencakup konsultasi medis, terapi, serta pendampingan berkelanjutan. Program ini juga didukung kolaborasi dengan berbagai partner—mulai dari pemeriksaan kesehatan, program fitness, hingga pengaturan pola makan—untuk memastikan proses weight loss menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan.
See also:
--
Hari Anak Hebat Nasional; Terus Dukung Tumbuh Kembang Anak di Masa Transisi --
Lebih Fun dan Energic, 'Blast Those Beats' dari Celebrity Fitness & Fitness First --
Konsumsi Telur dari Sumber yang Aman dan Berkelanjutan --
YOUVIT Multivitamin dengan Formula Baru yang Lengkap dan Alami --
Tags
RELATED NEWS
Inovasi Baru Layanan Kesehatan yang Lebih Efektif dan Profesional; PRUPriority Hospitals
Nov 20, 2023 READ MORE
Perlindungan Kesehatan Terbaru di Tengah Pandemi
Jul 3, 2020Di tengah pandemi, Prudential Indonesia hadirkan PRUSolusi Sehat dan PRUSolusi Sehat Syariah, asuransi kesehatan murni yang komplit, terjangkau dan fleksibel.
READ MORE