Maqdisy Heroes Long March Vol 02, Belajar dari Gaza yang Tak Pernah Menyerah


Aksi Maqdisy Heroes Long March 02 kembali diinisiasi oleh Yayasan Wasilah (Wadah Silaturahmi Ummat) di area Taman Lapangan Banteng Jakarta, pada Sabtu (16/5). Ini merupakan kegiatan pembuka dari  rangkaian perhelatan Maqdisy Talent Hunt 1448 H, ajang pencarian bakat bagi anak dan remaja usia 5-19 tahun yang digagas oleh Annisa Theresia (Kak Tere).

Program Maqdisy Talent Hunt 1448 H kembali berkomitmen untuk menjawab perintah Quran dari surat Al Anfal 65, untuk melahirkan 20 (duapuluh) anak sabar setiap tahunnya, yang insya Allah akan terus dibina agar bertransformasi menjadi para pejuang kebenaran yang berani bersuara dan menyerukan pentingnya literasi tentang Baitul Maqdis sejak dini.

Bersama dengan sejumlah influencer diantaranya pegiat dakwah digital @mosfeed_id dan penulis buku Gia Josie, aktivis seni Gita Hastarika dan Annisa 'Ketupatkartini' yang ikut mendampingi, bahkan turut dihadiri oleh aktivis buruh Kristen pro Palestina, bang Iyut.

Maqdisy Heroes Longmarch 02 kali ini akan mengambil tema “Mengenang Nakbah  dan Belajar dari Gaza Yang Tidak Pernah Menyerah.

Peristiwa Nakba terjadi pada Mei 1948, ratusan ribu rakyat Palestina terusir dari tanah leluhur mereka dan dalam semalam menjadi pengungsi. Zionist Israel mencaplok 77% wilayah Palestina, membumi hanguskan hampir 500 kampung, dan melakukan pembunuhan terhadap 15rb rakyat Palestina.

Kini, di tengah genosida yang telah berlangsung hampir tiga tahun, Nakba masih terus terjadi. Rakyat Palestina di Gaza maupun Tepi Barat masih hidup dalam kengerian dan kekejaman yang dilakukan oleh IOF.

 

Adapun rombongan aksi yang terdiri dari anak dan remaja ini dibagi dalam 5 (lima) kelompok. Masing-masing kelompok dipimpin oleh lima besar Maqdisy Talent 1447H hasil kompetisi 27 Rajab lalu, dimana masing-masing dari mereka ditugaskan untuk menyuarakan yel-yel dan membagikan stiker kepada pengunjung yang datang ke Lapangan Banteng.

Menurut penanggung jawab kegiatan, Kak Tere, aksi ini menjadi pondasi penting dalam menanamkan kesadaran literasi Baitul Maqdis kepada anak-anak sejak dini. “Long march adalah teladan yang pernah ditunjukkan Rasulullah di Makkah, bahkan ketika jumlah Muslim baru 40 orang setelah Umar bin Khattab masuk Islam,” ujar Kak Tere.

 “Aksi ini mempertemukan para pejuang cilik Baitul Maqdis yang telah berkarya melalui puisi, buku, kerudung, orasi, dan lainnya. Melalui kegiatan ini kita bisa terus membangun semangat solidaritas dan kepedulian terhadap Palestina yang ditumbuhkan sejak usia dini, melalui kegiatan edukatif, kreatif, dan penuh makna. Karena collective consciousness (kesadaran kolektif) ini penting dalam menguatkan collective action (aksi kolektif) menuju gerakan global,” tambahnya.

 “Setiap langkah kecil memiliki arti besar. Kita tidak akan sampai pada kekuatan berskala global tanpa memulainya dari gerakan sederhana seperti ini,” tutup Kak Tere.

Acara ini turut didukung oleh Keranjang Organik, Froum Halaqah Quran, Pelangi Hijab, Ammar Kids, Masjid Nusantara, Ciomy, Arrasyid Foundation serta sejumlah community dan media partner.

 

See also:
-- Hijrahfest Ramadhan Ajang Muhasabah Perjalanan Hidup, Teknologi hingga Berburu Promo Lebaran -- Siiru x BPKH Limited: Umrah Mandiri Kini Lebih Mudah & Modern -- Doa untuk Palestina, Kajian Akbar Buttonscarves bersama Ust. Felix Siauw dan Ust. Husein Gaza -- #IslamIsPeace to Mark International Hijab Solidarity Day with HIJUP --

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Stormtrooper Helmet Didandani 5 Seniman Indonesia

Stormtrooper Helmet Didandani 5 Seniman Indonesia

READ MORE
"MAIN" di Festival Seni Rupa Anak Indonesia

"MAIN" di Festival Seni Rupa Anak Indonesia

READ MORE