Tak Terlupakan! Tragedi dan Ekspresi dalam 'Black Rose' Lisa Fitria

Tak Terlupakan! Tragedi dan Ekspresi dalam 'Black Rose' Lisa Fitria

When you got a stage, own it, use it the most. Panggung fashion pun sejak dulu tidak bebas nilai, desainer, atau siapapun pengguna panggung tersebut, bisa menyuarakan apa yang mereka perlu suarakan. Di panggung penutupan Jakarta Muslim Fashion Week 2023, 22 Oktober lalu, sebuah show didedikasikan untuk tragedi terburuk dalam dunia olahraga di Indonesia, Tragedi Kanjuruhan, yang masih terekam jelas dalam benak setiap orang. 

Rasa emosi yang muncul terkait kejadian memilukan ini, marah dan sedih, tentu sangat besar dan dalam intensitasnya, sesuatu yang tidak seharusnya terlupakan begitu saja. Fashion dalam negeri sedang memiliki panggung seluasnya di saat ini, musim fashion yang datang selepas masa pandemi yang membatasi. Fashion week yang berturut-turut diselenggarakan, semestinya memang bisa -dan sewajarnya- dimanfaatkan untuk sesuatu yang lebih besar, lebih substansial, dan lebih membangun awareness orang banyak.

Lisa Fitria pun memilih jalan ini, meskipun kita tahu setiap desainer yang hadir dengan koleksi baru pasti memiliki sebuah cerita untuk disampaikan, diceritakan. Story telling is what really matter, nowadays. Keresahan, kesedihan dan kemarahan kita semua, divisualkan dalam presentasi fashion show bertema BLACK ROSE. 

  


Menjadi sekuen pembuka di parade penutup JMFW 2023, kita langsung menangkap dedikasi Lisa untuk Tragedi Kanjuruhan, dengan kutipannya "#PrayForKanjuruhan. Kami turut merasakan duka yang dalam ditinggalkan yang terkasih dengan kenangan yang memilukan", yang disambung dengan ajakan singkat untuk mendoakan para korban. Dalam temaram pencahayaan dan latar nyala lilin, para model berjalan dalam formasi lingkaran dengan nuansa penuh kedukaan, rasa kita semua.

'Performance act' tersebut dilanjutkan dengan berjalan bersama hingga ke ujung runway dan meletakkan setangkai bunga mawar hitam di lantai. Disambut dengan hentakan musik latar dramatis 'Estranged' dari Guns n Roses, yang meresap ke hati dan melengkapi kesempurnaan pertunjukan ini.    

Mawar hitam biasa diartikan sebagai simbol berakhirnya suatu peristiwa kehidupan yang signifikan, namun Mawar Hitam dapat diartikan sebagai kebangkitan atau simbol berakhirnya penderitaan untuk memulai kehidupan yang baru. Lisa mengambil simbol ini sebagai ekspresi kedukaan yang dalam, sekaligus sebagai pertanda dimulainya harapan baru setelah mengalami kesedihan.

Dalam hidup ini, tidak selamanya berjalan dengan lancar. Pasti ada saja tantangan yang menghalangi kita untuk mencapai tujuan yang sudah ditentukan. Tetapi, seperti mawar hitam, kita berani dan kuat untuk menghadapi semua tantangan yang diberikan tanpa rasa takut. Ketika kita berhasil menghadapi peristiwa yang tidak menyenangkan ini, perlahan kehidupan kita akan menjadi lebih baik.

  

Karakter Lisa Fitria yang pop, quirky, komikal dan tomboy, disesuaikan untuk membangun tema Black Rose ini. Corak print geometris dan bold yang biasanya dihadirkannya, kali ini diramu dalam warna hitam-hitam yang dominan, masih menggambarkan suasana duka yang mendalam, sekaligus kekuatan untuk bangkit dan berjuang. Potongan serba longgar, asimetris dan tailor cut diwujudkan dalam blazer, oversized long coat, vest, boyish pants, flare sleeves, cargo pants dan long skirt

Material yang digunakan koleksi ini adalah batik tulis kuas yang di desain khusus oleh Lisa dengan inspirasi dari bunga mawar yang di ambil mulai dari batang, tangkai, kelopak yang dianalogikan dengan motif abstrak geometris agar penampilan motif batik terlihat lebih ringan, modern dan dinamis yang bisa diterima oleh wanita yang memiliki jiwa muda dan berani tampil percaya diri

Sebuah pertunjukan fashion yang patut diapresiasi, gagasan yang beranjak dari kepedulian kolektif tak sekedar gimmick, diramu dengan konsep dan pengarahan yang berpengalaman, menjadikan sebuah pertunjukan singkat yang tak akan terlupakan. Lebih dari tren dan koleksi busana yang ditawarkan, tetapi bagaimana menyuarakan nilai yang bermakna.  


See also:
-- Ayu Dyah Andari dan Batik Trusmi Meramu Mega Mendung -- JFW 2017; Monochrome Never Gets Old for Elegance, Kursien Karzai -- Kreasi Tak Surut Pandemi dari MUFFEST Surabaya -- Desainer IKRA Tampil di Mercedes-Benz Fashion Week Russia --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Koleksi Dian Pelangi 'Allurealist' di Panggung NYFW First Stage

Koleksi Dian Pelangi 'Allurealist' di Panggung NYFW First Stage

READ MORE
Koleksi L.tru Sesegar Jeruk dan Secerah Awan Biru

Koleksi L.tru Sesegar Jeruk dan Secerah Awan Biru

READ MORE