Melihat Koleksi Desainer Sambut 2023 di Jakarta Fashion Trend 'FashByte'

Melihat Koleksi Desainer Sambut 2023 di Jakarta Fashion Trend 'FashByte'

koleksi Rosie Rahmadi

Januari biasanya tidak menjadi waktu yang 'padat' bagi desainer dan pemilik usaha fashion. Setelah momen akhir tahun yang biasanya diisi dengan liburan, awal tahun menjadi momen konsolidasi dan dimulainya rencana-rencana baru yang segar.

Indonesia Fashion Chamber chapter Jakarta, mengambil waktu awal tahun ini untuk menyelenggarakan event tahunannya, Jakarta Fashion Trend 2023 yang telah dimulai sejak 4 tahun lalu. Dilaksanakan pada Rabu-Kamis, 11-12 Januari 2023 di Soehanna Hall SCBD Jakarta, Jakarta Fashion Trend hadir dengan segar, penuh semangat dan tentu saja, sesuatu yang baru! 

Event yang menjadi sorotan bagi industri fashion ibukota di awal tahun ini, seakan menjadi media bagi para desainer untuk memulai dengan lebih optimis, menghadapi tantangan bahkan perkiraan kondisi ekonomi yang mengarah resesi. Para pelaku usaha fashion yang rata-rata berada pada skala UKM, justru menjadi faktor resiliensi terhadap kondisi ekonomi apapun, selama pasar masih ada. 

JFT 2023 mengusung tema FashByte, yang menurut Hannie Hananto, ketua IFC Chapter Jakarta selaku penyelenggara, menjadi bentuk memadukan fashion, beauty dan alam (nature). Namun dalam penyelenggaraannya, event ini memang terasa memiliki semangat bersegera membangkitkan optimisme, seperti nuansa tema itu sendiri, FashByte, fashion in a byte. Para desainer dituntut membuat karya -koleksi- baru, yang sebagian besar belum ditampilkan pada tahun sebelumnya.

 

Hannie Hananto - Lia Mustafa

Monika Jufry - Rengganis

Seperti koleksi Hannie Hananto yang membuka gelaran show dengan koleksinya One Line Art. One Line Drawing adalah teknik menggambar suatu objek dengan satu garis kontinyu tanpa putus. Terlihat sederhana dan mudah namun ternyata sangat kompleks. Teknik dan pola ini sebenarnya sudah banyak diterapkan dalam fashion, tetapi Hannie Hananto tidak saja mengaplikasikannya dengan bordir, juga dalam motif printing. Ini menjadi aksen utama yang membuat koleksi menjadi stand-out, artsy dan modern.

JFT 2023 juga mengajak beberapa Kantor Perwakilan Bank Indonesia yang menjembatani para desainer dan artisan lokal daerah. Dengan dukungan dari beberapa KPw BI ini, banyak potensi wastra dan fashion lokal bisa ditampilkan dalam sebuah fashion show besar. 

KPw BI Kalimantan Utara presents Wignyo - Chaera Lee

Seperti BI KPw Kediri, BI KPw Kalimantan Utara, BI KPw Sibolga dan BI KPw Maluku yang berkolaborasi dengan desainer Wignyo Rahadi, mempersembahkan koleksi dari wastra daerah-daerah tersebut, BI KPw Jambi dengan Bima Zikwan mempersembahkan koleksi dari Batik Jambi, dan BI KPw DKI Jakarta dengan Erika Ardianto. 

Selain itu, lebih dari 60 desainer lainnya baik yang berasal dari Indonesia Fashion Chamber, maupun emerging desainer lainnya yang memamerkan karya terbarunya. Gelaran ini mengajak banyak pihak lainnya sebagai pendukung, seperti Mustika Ratu sebagai official makeup, Vermint, Vlagio, Bioaqua, Indonesia Graphic, Cristalin, Mangkokku, Cibiuk Resto Depok, Bogabox Indonesia, Roemah Kebaya Vielga, Kampung Batik Brandan, dan Batik Huza.



See also:
-- Vremya; Gebrakan Baru Mel Ahyar yang terinspirasi dari Matryoskha -- Kolaborasi Bank Indonesia, UKM Wastra dan Desainer Fashion pada Panggung ISEF 2021 -- Inspirasi Jalur Sutra Phillip Iswardono -- Deretan Show yang Paling Dinantikan di Jakarta Fashion Week 2018, Apa Saja? --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

JFW 2017; Monochrome Never Gets Old for Elegance, Kursien Karzai

JFW 2017; Monochrome Never Gets Old for Elegance, Kursien Karzai

After bringing North Sumatra's Ulos to Jakarta Fashion Week (JFW) stage last year, Kursien Karzai returns to JFW 2017 with a completely new collection. This time, he shows that monochrome never fails to give an elegant look.

READ MORE
Ayu Dyah Andari dan Batik Trusmi Meramu Mega Mendung

Ayu Dyah Andari dan Batik Trusmi Meramu Mega Mendung

READ MORE