Kreasi Tak Surut Pandemi dari MUFFEST Surabaya

Melihat geliat fashion yang menyala dalam kreasi baru puluhan desainer di panggung MUFFEST Surabaya 2021

Kreasi Tak Surut Pandemi dari MUFFEST Surabaya

Luar biasa melihat energi Muslim Fashion Festival (MUFFEST) tahun 2021 ini. Tidak hanya tetap terselenggara pada tahun ini, Dyandra Promosindo dan Indonesia Fashion Chamber dengan optimis melakukannya secara beruntun di 5 kota! Ini menjadi momen bersejarah bagi MUFFEST, yang selama ini selalu diselenggarakan di Jakarta, sebagai event muslim fashion yang paling diperhitungkan. 

Para desainer dan penyelenggara, yang selama kurang lebih setahun terakhir cukup vakum dari event fashion karena pandemi, kini harus berjibaku selama 2 bulan dari satu kota ke kota lainnya untuk mempersiapkan hingga menyelenggarakan event besar yang melibatkan banyak orang ini, secara hybrid baik offline maupun online. Energi yang dikeluarkan tentu sangat besar, dan menjadi salah satu acuan penyelenggaraan event hybrid yang besar. 

Dengan seluruh sumber daya yang dicurahkan pada MUFFEST kali ini, kita bisa melihat semangat dari para desainer dan pecinta mode yang kembali bangkit, dan menunjukkannya melalui antusiasme pertunjukan fashion. Membuktikan tujuan dan visi MUFFEST untuk terus berperan serta dalam upaya mempromosikan karya desainer tanah air dan menyukseskan tujuan Indonesia sebagai kiblat fashion muslim dan modest wear dunia. Di Surabaya, MUFFEST 2021 yang berlangsung dari tanggal 1 hingga 12 April 2021, bertempat di Pakuwon Mall, mendapatkan partisipasi tidak kurang dari 50 desainer dari Jawa Timur dan kota-kota lainnya. 

  

Rengganis - Emmy Thee


Alben Ayub Andal

National Chairman Indonesian Fashion Chamber, Ali Charisma menyampaikan dalam sambutan, "Masa pandemi yang berkepanjangan dengan dampak besar sekali terhadap industri fashion, kami sadar bahwa kami perlu bergandeng tangan, bergerak bersama dengan menyesuaikan perubahan kondisi sekarang sehingga industri fashion di Indonesia mulai menggeliat lagi. MUFFEST ditargetkan untuk membangun industri fashion bukan hanya di ibukota Jakarta, tetapi juga daerah-daerah potensial lainnya, sehingga kami menjemput bola dengan menghadirkan MUFFEST di kota-kota besar di Indonesia. MUFFEST juga mengajak pelaku dan pengguna fashion untuk sadar dan memahami pentingnya sustainable fashion. Sesuai konsep sustainable, peserta MUFFEST kali ini tidak harus membuat koleksi baru, namun bisa memanfaatkan koleksi lama dengan syarat disesuaikan perkembangan tren terbaru supaya diterima oleh pasar secara luas."

Hannie Hananto

Dengan semangat ini, para desainer yang berpartisipasi memamerkan desain terbaru mereka, tidak hanya berorientasi pada membawa tren fashion baru ke masyarakat luas, tetapi mematangkan lagi perwujudan fashion berkelanjutan yang telah menjadi tekad bersama sejak tahun-tahun sebelumnya. Pandemi menjadi peristiwa yang justru menguatkan keharusan untuk menciptakan bisnis fashion yang sustainable. 

Seperti pada gelaran fashion show puncak MUFFEST Surabaya pada tanggal 9 April 2021, menghadirkan parade koleksi dari Arinz, Yusi Martha, Elva Fauqo, Tan’eem, J99 Garment, Emmy Thee, Rosie Rahmadi, Rengganis, Alben Ayub Andal, Mahdiyah, Tufiana, Nadiah Syammach, Alfatir Muhammad, Kiki Mahendra, dan Sofie.

Rengganis dari desainer Riri Rengganis dari Bandung membuka show puncak dengan koleksinya 'Retreat', (berarti tempat untuk menyendiri), memiliki desain unggulan berupa sweater dan hoodie dari bahan fleece tebal 100% katun berwarna abu misty. Dominasi warna abu dan tanah menggambarkan suasana kelabu, siluet oversized + layering dan material tebal dan empuk memberi kesan hangat untuk memberi kenyamanan di musim ini.

Alben Ayub yang merupakan desainer asal Surabaya sekaligus Person in Charge event ini menampilkan koleksi dengan konsep zero waste pattern, elaborasi teknik patchwork dan material ramah lingkungan.  

  

Tan'eem - Yeti Topiah

  

Juragan 99 x Belinda Ameliyah - Rosie Rahmadi

Desainer Hannie Hananto kembali memikat perhatian dengan tampilan perdana koleksi terbarunya 'Siluet', sebuah teknik mumpuni yang menghasilkan kontras garis membentuk lekuk siluet. Detail yang simpel namun sangat 'bersuara'. Pemilihan warna hitam dan putih untuk kontras yang tak pernah gagal, sekaligus kombinasi warna unexpected ungu dan tosca yang memberikan nilai sempurna untuk koleksi ini. 

Selain kegiatan pameran dan fashion show, MUFFEST di Surabaya akan menghadirkan kegiatan interaktif dan inspiratif yaitu Seminar “The New Beginning Trend Fashion 2021/2022" yang dipersembahkan oleh KEMENPAREKRAF/BAPAREKRAF, talkshow tentang Zero Waste Fashion dan Hijab Creation bersama Aryani Widagdo, bincang tentang Bisnis Kebaya dengan Lenny Agustin, dan Styling Sarung bersama IFC Community. Tak kalah menarik yaitu Live Shopping.

Setelah Surabaya dan Yogyakarta, MUFFEST akan diselenggarakan di Grand Galaxy Park, Bekasi, kemudian di 23Paskal Shopping Center, Bandung, dan diakhiri di Gandaria City, Jakarta.

See also:
-- Nuniek Mawardi & Astri Lestari: A Mix of Asian-European Looks from A Mom-Daughter Collaboration -- Barli Asmara dan Perannya di Segmen Modest Fashion -- Menentukan Personal Style, Seperti Apa? -- Rani Hatta: The "Crossing" of Masculine-Feminine Looks in One Collection --

Tags

please login to comment.

RELATED ARTICLES

Jenahara Latest Collection, in Pink!

Jenahara Latest Collection, in Pink!

READ MORE
Shafira 'Bungo Nagari' Memukau di IFW 2017

Shafira 'Bungo Nagari' Memukau di IFW 2017

Bukan hanya soal fashion, sekali lagi Shafira membuktikan kepiawaiannya mengemas sebuah pesan dan misi besar.

READ MORE