World Hijab Day 2019 di Berbagai Negara

World Hijab Day dirayakan oleh banyak muslimah setiap tanggal 1 Februari, sebagai bentuk pendekatan dan membangun pemahaman yang lebih baik tentang makna hijab. World Hijab Day juga menjadi simbolisme solidaritas muslimah, dari keprihatinan atas masih banyaknya perlakuan diskriminasi terhadap pengguna hijab di banyak tempat, dan para muslimah yang masih menderita di tempat-tempat pengungsian. Gaung perayaan ini terutama masih kuat di negara-negara dengan komunitas muslim yang masih menjadi minoritas, seperti Eropa dan Amerika. 

Di Dublin, Irlandia, komunitas muslimah menggelar World Hijab Day (WHD) breakfast di sebuah hotel di Portobello. Lorraine O' Connor, seorang mualaf sebagai penyelenggara event ini mengatakan, bahwa sebagai muslimah ia mempunyai kewajiban untuk mengenakan hijab, kecuali di depan muhrimnya. Selama ini, ia selalu mendapat reaksi positif atas keputusan berhijabnya ini. 

O'Connor yang merupakan seorang aktivis kemanusiaan ini mengajak audiens muslim untuk selalu terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial yang melibatkan semua masyarakat, sehingga semakin terbuka dialog dan interaksi. 

Para pelajar muslimah di sekolah dan universitas di Dublin, kerap kali diminta untuk berbicara dan melakukan presentasi di hadapan teman-temannya mengenai hijab dan bagaimana aturan berpakaian dalam Islam. 


Di Kiev, Ukraina, para muslimah turun ke jalan dan membagi-bagikan bunga kepada para pejalan kaki, membuka ruang berinteraksi untuk mengikis stereotip yang masih berkembang tentang wanita berhijab. 


Di Oregon US, beberapa mahasiswa dari Asosiasi Mahasiswa Muslim berkumpul di Erb Memorial Union (EMU) Oregon University, dan mengajak mahasiswa lain untuk berdiskusi, dan mencoba untuk mengenakan hijab. Acara ini mencoba 'menjawab' banyak pertanyaan yang kerap dilontarkan oleh orang-orang, tentang apakah berhijab merupakan bentuk opresi atas kebebasan seseorang. Acara ini juga menjadi diskusi dan momen berbagi, untuk para pemakai hijab pemula. 

Headscarves atau kerudung merupakan bagian dari kewajiban berpakaian santun. Para muslimah memakainya sebagai bentuk kepatuhan terhadap syariat, dan juga merupakan simbol kesantunan, sebuah ekspresi kebebasan yang sering disalah pahami oleh western society sebagai bentuk opresi.


Di Lamu, Kenya, Muslim for Human Rights menggelar aksi damai, untuk menentang keputusan Mahkamah setempat yang melarang penggunaan hijab bagi muslimah yang bersekolah di sekolah non-muslim. Aksi damai ini juga menyuarakan penghapusan praktik-praktik diskriminasi bagi muslimah berhijab yang terjadi.

Ratusan perempuan berparade di ibukota Sierra Leone, Freetown pada akhir pekan ini, untuk memprotes diskriminasi terhadap hak mereka untuk mengenakan pakaian muslimah. Aksi protes ini sebagai bagian dari peringatan WHD. 

Para muslimah ini memprotes diskriminasi yang mereka terima karena berpakaian tertutup dan mengenakan hijab di tempat-tempat publik, sebagai bagian dari kebebasan menjalankan praktik agama yang seharusnya dijamin oleh konstitusi negaranya. 

See also:
-- World Hijab Day 2019 di Berbagai Negara -- HC Day 2017 “The Grateful Project”: Terjemahan Rasa Syukur Para Muslimah -- Model Berhijab dalam Iklan Produk Rambut L'Oreal Paris -- Fun Run hingga Konser Meriahkan Hijab Celebration Day 2018 --

Tags

please login to comment.

RELATED NEWS

Rancangan Pertama Halima Aden untuk Modanisa Segera Dirilis

Rancangan Pertama Halima Aden untuk Modanisa Segera Dirilis

READ MORE
Buttonscarves Buka Butik Pertama di FX Sudirman

Buttonscarves Buka Butik Pertama di FX Sudirman

READ MORE